Saturday, 30 August 2014

"Hijab Surgaku Hijab Syar'i Pilihanku" by Astra Gema Islami

Assalamu'alaikum

Hari Sabtu yang lalu, tanggal 23 Agustus 2014, saya diundang oleh para muslimah dari Astra Gema Islami (AGI) untuk mengisi talkshow dengan tema 'Hijabku Surgaku, Hijab Syar'i Pilihanku'. AGI adalah kegiatan keIslaman untuk para karyawan-karyawati Astra. Acara talkshow ini berlangsung di PT. Astra International Head Office di daerah Sunter, Jakarta Utara. Saya tiba di sana sekitar pukul 08.00 dengan ditemani oleh suami saya. Alhamdulillah, memiliki suami yang selalu senang menemanti dan mendokumentasi aktivitas saya, membuat saya semakin bersemangat :) Alhamdulillah juga, karena perjalanan pagi itu sangat lancar, yang biasanya kalau Depok yang bisa menghabiskan waktu yang lama karena jarak yang jauh. Tapi karena waktu itu weekend dan masih pagi, jadi belum banyak mobil keluar rumah, hehe...

Outfit yang saya pakai saat itu adalah Rashida Dress dipadu dengan Seva Blazer. Untuk mengisi talkshow seperti ini memang saya lebih suka dress up formal. Salah satu alasannya untuk menghormati acara tersebut. Kecuali apabila panitianya yang meminta saya menggunakan pakaian casual karena ada beberapa acara yang santai dan tidak terlalu serius. Nah, untuk event kali ini, saya memilih dress tanpa lengan di-mix dengan blazer yang saya sangat suka. Kedua item ini merupakan koleksi Eid Series 1435H yang lalu. Warnanya yang netral, membuat kita bisa menggunakannya selain Hari Raya. Jadi salah satu tips membeli baju lebaran adalah masih bisa digunakan di luar Hari Raya. Itulah yang menjadi konsep saya ketika men-design Eid Series :)

Sedikit mengulas mengenai Seva Blazer. Dari sisi depan, blazer ini nampak sederhana. Sedikit kelihatan lux karena ada beading (payet) dibagian ujung lengan. Tetapi ada surprise jika kita lihat bagian belakangnya, terdapat beberapa untaian peals yang menghiasi blazer ini. Untuk lihat detailnya silahkan dilihat pada link ini





Acara ini dimulai dengan menanyakan kegiatan saya sehari-hari. Alhamdulillah, saat ini saya hampir menyelesaikan kuliah fashion saya di Lasalle College, Jakarta. Jadi keseharian saya saat ini umumnya adalah mengurus rumah tangga, mengelola KIVITZ, mengikuti pengajian mingguan dan berolahraga. Beberapa kegiatan ini umumnya saya lakukan bersama suami. 

Setelah itu host nya, kak Elen mulai bertanya tentang konsep brand dan konsep rancangan saya di KIVITZ. Pertanyaan ini merupakan pertanyaan favorit yang paling suka dan sering saya jelaskan. KIVITZ sejak awal dibangun berdua bersama suami saya tepatnya setelah menikah, pada 10 Oktober 2010. Konsep brand KIVITZ adalah, "Syar'i & Stylish". 
Bermakna pada dua kata tersebut, Syar'i, bisa didefenisikan dalam 4 hal:

  • Tidak ketat
  • Melabuhkan hijab hingga menutup dada (karena itu KIVITZ memproduksi scarf 200cm X 75cm dan scarf 200cm X 150cm)
  • Tidak menyerupai lelaki (karena itu KIVITZ tidak memproduksi celana)
  • Tidak transparan
  • dan selalu memakai kaos kaki

Sedangkan Stylish dalam filosofi KIVITZ adalah, rancangan yang memberikan gambaran Muslimah Shalehah yang feminin, kuat, elegan dan mandiri. Oleh karena itu koleksi KIVITZ umumnya: 

  • Menggunakan warna-warni "bold", menyiratkan Muslimah yang kuat dan mandiri
  • Didesain dengan cutting yang kuat dan elegan, namun tetap feminin. 
Untuk brand Fitri Aulia yang merupakan brand premium saya, tetap memakai konsep yang sama yaitu Syar'i & Stylish, namun lebih dikhususkan kepada baju-baju pesta yang premium. Dengan tetap memakai warna-warni bold, namun dengan penambahan aplikasi Songket Aceh sebagai signature saya, yang juga adalah seorang wanita Aceh.  





Talkshow menjadi semakin menarik ketika beberapa audiens menanyakan bagaimana berpakaian yang Syar'i & Stylish ketika kita sedang berolahraga. Sebenarnya saya sendiri bersama suami adalah pasangan yang rutin berolahraga. Saya menyukai lari treadmill dan berlatih Zumba, di salah satu tempat olahraga di Depok. Ketika berolahraga ini biasanya saya memakai atasan kaos yang panjang hingga ke lutut. Lalu ditambah dengan celana panjang palazzo ataupun sejenis hareem pants di bawahnya. Lalu kenapa ada perkecualian dengan saya memakai celana ketika berolahraga? Karena ada beberapa olahraga yang pasti tidak memungkinkan untuk tetap menggunakan skirt. Seperti bersepeda, panjat gunung, dan lain-lain. Untuk itu bisa disiasati dengan memakai top (atasan) panjang hingga lutut. In Shaa Allah di lain waktu saya akan menampilkan blog post kegiatan saya berolahraga :)


Acara ini dilanjutkan dengan tutorial hijab Syar'i & Stylish dari KIVITZ



Bersama panitia Muslimah AGI (Astra Gema Insani)

Terima kasih banyak rekan-rekan Muslimah AGI, yang telah mengundang saya untuk menghadiri talkshow ini. Saya sangat terkesan dengan keramah-tamahan sahabat-sahabat baru saya ini. Semoga acara-acara semacam ini semakin memberi ilmu yang bermanfaat, dan mempererat ukhuwah kita antara sesama muslimah.

My outfit:
Cala Scarf Cream (Double) by KIVITZ
Seva Blazer (Eid Series 1435H) by KIVITZ


Wassalamu'alaikum

Wednesday, 27 August 2014

Flight from Senai Airport

Assalamu'alaikum

Sambil menunggu take off, saya sempat berfoto di boarding room Johor Bahru Airport. Masih dengan koleksi Claire's 50s, yang saya kenakan untuk situasi yang comfort dan casual. Saya memakai Shafir Dress yang terbuat dari bahan katun dipadukan dengan Hajjar Cardi yang terbuat dari bahan crepe. Sleeveless dress ini sangat nyaman dipadukan dengan Hajjar Cardi karena outer ini tidak tebal atau panas ketika dipakai, dan juga terlihat lebih stylish.

Untuk detail dressnya sendiri sebenarnya bisa dilihat pada link di sini. Terdapat lipatan dibagian depan dan kantung hanya di sisi sebelah kanan, sehingga memudahkan kita untuk menyimpan sesuatu. Opening system-nya adalah resleting di bagian belakang sehingga dress ini kurang sesuai jika digunakan oleh ibu menyusui.

Hajjar cardi saat ini menjadi salah satu best seller untuk koleksi Claire's 50s ini. Bahannya tidak tebal namun tidak transparant. Jadi sangat cocok dikenakan di daerah tropis seperti Jakarta atau Kuala Lumpur yang cuacanya lebih cenderung panas daripada dingin. Boleh tambahkan juga dengan belt yang terbuat dari bahan yang sama dengan Cardigannya. Bisa diikatkan di pinggang, bisa juga tidak. Tinggal disesuaikan dengan selera dan styling masing-masing.

Untuk hijabnya, pilihlah warna tambahan yang berbeda dari dress dan juga cardinya. Untuk itu saya memilih warna merah untuk kesan lebih segar. Dan saya pilih scarf yang bermotif agar tampilan tidak plain, karena setiap tampilan haruslah ada salah satu item fashion yang kuat sebagai statement atau titik berat penampilan.










My Outift:
Scarf by unbranded

Wassalamu'alaikum

Saturday, 23 August 2014

One Day Trip to Singapore

Assalamu'alaikum

Beberapa bulan yang lalu dan bertepatan dengan selesainya pengumpulan deadline tugas kuliah, saya diajak oleh suami saya untuk jalan-jalan. Sepertinya suami saya yang pengertian ini melihat saya terlalu sibuk dan perlu liburan. Akhirnya saya diajak suami ke daerah Johor Bahru, Malaysia untuk melihat Great Sale beberapa bulan yang lalu.  Saya belum pernah mengunjungi daerah ini sebelumnya,  karena kalau ke Malaysia biasanaya pasti hanya ke Kuala Lumpur atau paling jauh ke Genting atau Cameron Highland.

Pengalaman yang unik adalah ketika kami memutuskan untuk melakukan perjalanan Johor Bahru-Singapore dengan hanya menggunakan bus dalam waktu yang sangat singkat. Hmmm, waktu itu saya hanya punya sisa liburan 2 hari lagi, jadi kami memutuskan untuk menyebrang ke Singapore dan kembali ke Johor dalam sehari saja dan esoknya pulang ke Jakarta dengan pesawat. Semua info perjalanan Johor-Singapore kami peroleh dari internet. Awalnya agak bingung dengan sistem imigrasi di penghentian bus, tapi kalau sudah pernah coba ternyata sederhana.

Mula-mula dari hotel kami menggunakan taxi ke JB Central. JB Central merupakan area terminal bus di Johor. Setelah itu kami memilih bus untuk menuju Singapore. Tarifnya murah, hanya sekitar RM 2,2 kalau tidak salah. Baru sebentar naik bus, kira-kira hanya 3 menit kami diminta turun dari bus untuk immigrasi check untuk keluar Malaysia. Setelah itu melanjutkan perjalanan naik bus yang tadi kami naiki untuk menuju Singapore. Jangan membuang tiket yang kita beli diawal ya, karena biasanya akan diperiksa kembeli oleh petugas bus. Kalau sudah sampai terminal di Singapore siap-siaplah untuk banyak berjalan kaki dan jangan malu untuk bertanya kalau kita tidak mengerti. 

Akhirnya sampailah kita ke daerah Orchard Road yang memang kami hanya mau menghabiskan waktu di daerah ini. Jangan lupa untuk mencari makan siang yang halal di foodcourt Lucky Plaza. Entah kenapa, yang paling suka di daerah Orchard ini adalah Kinokuniya Book Store. Membeli buku-buku fashion impor yang berbeda dengan Kinokuniya Jakarta dengan harga yang jauh lebih murah dan lebih lengkap koleksinya. Jadi habislah saya berbelanja buku-buku, bukan produk fashion :)

Setelah puas berbelanja buku di Kinokuniya dan berjalan-jalan di pertokoan sepanjang jalan Orchard Road, sekitar pukul 18.00 saya kembali ke terminal bus Singapore untuk kembali menuju JB Central. Yes, petualangan baru buat saya dan suami. Berangkat pukul 12.00 dari JB dan kembali pukul 19.00 di JB. Seru!







My outfit:
Cala Scarf (double) by KIVITZ
Cardigan by unbranded
Hafi Dress (Blue) by KIVITZ

Wassalamu'alaikum

Thursday, 21 August 2014

Jade Dress

Assalamu'alaikum

Siapa yang kini suka dengan gaya simple? Siapa yang sudah malas mix and match beberapa item? Memang saat ini muslimah di Indonesia saya perhatikan sedang banyak yang menggunakan 1 helai pakaian untuk kesehariannya. Selain dilihat lebih modest dan simple, gaya seperti ini memang menghemat waktu berdandan. Lalu bagaimana tipsnya agar tetap tampil modis walau tidak mix and match pakaian? Berikut tipsnya.

  1. Pilih warna netral untuk salah satu item fashion. Bisa hijab, baju/abaya, atau tas.
  2. Padukan dengan item bermotif  untuk dipasangkan dengan item fashion sebelumnya. Jika baju sudah polos, pilihlah hijab yang bermotif.
  3. Tambahkan satu warna lagi misalnya pada aksesoris seperti tas atau sepatu untuk memberi kesan fresh dan tidak terlihat tua.

Nah, foto-foto berikut bisa menjadi gambaran simple style namun tetap fashionable. Saya memilih Jade Dress warna biru dipadukan dengan Cala Scarf polos warna hitam. Untungnya Jade Dress ini sudah ada motif di bagian atasnya, jadi hanya tinggal memilih scarf yang polos saja. Saya memilih outfit seperti ini karena saat itu saya hanya sedang berkumpul dengan teman-teman di salah satu mall.

Oia, Alhamdulillah sekarang saya sedang libur kuliah. In shaa Allah hanya tinggal satu semester lagi dan kemudian saya akan lulus dari sekolah fashion design ini. Pada umumnya, kalau punya teman atau keluarga yang sedang sekolah design, tugasnya pasti sangat berat dan memakan waktu yang lama, bahkan kita jadi susah punya waktu tidur. Belum lagi saya harus mengurus KIVITZ dan pastinya mengurus suami tercinta. Karena itu, doakan ya teman-teman. Semoga lancar sampai graduation nanti. Aamiin... 







My outfit:
Cala Scarf (Big Size) by KIVITZ
Jade Dress (Blue) by KIVITZ

Wassalamu'alaikum

Monday, 11 August 2014

Urban Chic

Assalamu'alaikum

Urban chic adalah istilah yang banyak dipakai beberapa pakar fashion. Namun, apa arti urban chic sebenarnya?

Urban chic adalah gaya berbusana yang elegan, stylish, dan mempunyai tempat tersendiri. Urban chic lebih banyak menampilkan gaya-gaya casual masyarakat perkotaan pada umumnya. Saat mix and match pakaian tidak perlu styling yang begitu rumit dan hindari menggunakan lebih dari 3 item fashion. 

Saya mengenakan outfit ini ketika sedang menghadiri suatu event di KL beberapa bulan yang lalu. Hanya tinggal memadukan dress tanpa lengan dari KIVITZ, yaitu Shafir Dress berwarna hitam ditambah dengan outer KIVITZ yang terkesan sedikit formal, yaitu Dania Jacket. Untuk pemilihan hijab, pilih scarf yang bermotif dengan warna yang masih dalam satu tone dengan outer atau dressnya. Kali ini saya memilih scarf viscose bermotif yang saya beli di Bugis Street, Singapore, beberapa waktu yang lalu. Untuk melengkapi penampilan, tambahkan kacamata hitam untuk menghindari sinar matahari langsung.








Bersama kak Lieta, sahabat saya di KL

My outfit:
Scarf by Bugis Street Market
Dania Jacket (Cream) by KIVITZ
Shafir Dress (Black) by KIVITZ

Wassalamu'alaikum

Sunday, 10 August 2014

Road to Solok: Beautiful Rice fields

Assalamu'alaikum

Sehari setelah merayakan Idul Fitri di kampung halaman, saya dan keluarga memutuskan berwisata ke daerah-daerah menarik di Sumatera Barat yang belum pernah kami kunjungi sebelumnya. Berhubung saat itu saya sedang di Sumatera Barat dan belum pernah ke daerah lain selain Kota Padang, Kota Bukittinggi, dan Kabupaten Pasaman, maka kami memutuskan untuk travelling ke daerah di selatan Sumatera Barat yang hampir berdekatan dengan Provinsi Jambi, yaitu Kabupaten Solok. Walau masih dalam satu provinsi, ternyata perjalanan dari Pasaman menuju Solok memakan waktu sekitar 7-8 jam. Ditambah saat itu sedang hari libur nasional. Akibatnya perjalanan agak terhambat lantaran kami terkena macet dibeberapa titik.

Saat memasuki Kabupaten Solok, kami melihat keindahan hamparan sawah yang begitu mempesona. Kami langsung berhenti sejenak dan turun dari mobil untuk mengambil foto. Tempat ini memperlihatkan landscape yang luar biasa indahnya. Ladang sawah yang luas dikelilingi oleh perbukitan dan gunung-gunung. Sejauh mata memandang tak hentinya saya mengagungkan kekuasaan Allah, Subhanallah. Oh iya, daerah ini merupakan asal dari lagu terkenal di Sumatera Barat yaitu 'Bareh Solok' yang berarti Beras Solok. Lirik lagunya mengenai betapa enak dan terkenalnya beras dari daerah ini. Ada yang tahu lagu itu? Bagi yang berasal dari Sumatera Barat pasti tahu lagu tersebut...








My outfit:
Cala Scarf (Double) by KIVITZ
Jalyla Dress (Black) by KIVITZ

Wassalamu'alaikum