Monday, 15 August 2016

Silaturahim Woman of KIVITZ

Assalamu'alaikum

Sabtu, 13 Agustus 2016 kemarin, KIVITZ kembali menyelenggarakan event Silaturahim Woman of KIVITZ sebelumnya pernah mengadakan event serupa di tahun 2013 yang lalu. Alhamdulillah, bangganya saya dan tim KIVITZ akhirnya berhasil menyelenggarakan kembali event untuk loyal customer KIVITZ yang kedua kalinya. Mungkin kamu bisa membayangkan senangnya kami bertemu dengan orang-orang yang juga mencintai brand ini... Alhamdulillah :)

Event Silaturahim Woman of KIVITZ ini berlokasi di Cre8 CoWorkspace di Metropolitan Tower Lantai 13-A, Jl. RA. Kartini Kav. 14, Cilandak, Jakarta Selatan  (@cre8id). Event ini disulap dengan begitu cantik oleh Plan and Party Co (@planpartyco) dengan konsep bertema tropical. Terima kasih Plan and Party Co, karena sudah menyesuaikan dekorasi event ini dengan tema spesial dari kami. Sesuai dengan temanya juga, dresscode pada event kali ini adalah 'touch of green' dengan mengenakan koleksi dari KIVITZ.


Ketika kamu memasuki venue, kamu akan mendapati dekorasi cantik di depan pintu masuk. Kemudian saat kamu masuk ke dalam, sudah terjejer dengan rapi bangku-bangku dan meja serta makanan sehat dari sang ahli healthy food, yaitu TRF Homemade (@trfhomemadeindonesia). Kue-kue cantik yang tersaji, selain enak juga menyehatkan. Selain itu juga ada salad yang sauce-nya super enak dan minuman infuse water. Untuk yang tidak terbiasa dengan makanan jenis ini, mungkin kita bisa sama-sama belajar untuk mengurangi garam dan gula, juga MSG. Terima kasih TRF Homemade!




Pukul 13.30 para tamu undangan yang merupakan loyal customer dari KIVITZ sudah mulai berdatangan. Satu per satu saya melihat baju yang saya design sendiri dipakai oleh para customer. Bahagianyaaa... terharu dan juga ada sedikit bangga bahwa karya saya tak hanya bisa dinikmati oleh saya sendiri tapi bisa untuk orang banyak. Alhamdulillah... Saya merasa melihat banyak kembaran di event Silaturahim Woman of KIVITZ ini. Hihihi... Sebelum acara resmi dibuka oleh MC, saya banyak berbincang-bincang dengan tamu yang sudah hadir di awal waktu dan tak ketinggalan wefie bareng. Hehe...



Tepat pukul 14.00 acara dibuka oleh MC, Mba Vita Principalia (@vitaprinc). Di event kali ini, loyal customer KIVITZ akan disuguhi berbagai acara seperti mini talkshow inspiratif dari saya selaku CEO dan Creative Director (Fashion Designer) dari KIVITZ terkait dengan dunia fashion dan value-value yang KIVITZ miliki. Tak ketinggalan, ada perkenalan dengan orang-orang di balik layar KIVITZ, suami saya Mulky Aulia Hamdy selaku CEO dan juga Creative Director (Visual Communication) serta Dyah Pramesti selaku Managing Director KIVITZ. Di sesi ini kami sedikit kilas balik sejarah awal berdirinya KIVITZ di tahun 2010 yang lalu. Video tentang milestone KIVITZ juga ditayangkan setelah sesi talkshow ini. Dan hal ini membuat saya merinding, mengingat perjuangan saya dan suami yang tidak selancar yang diharapkan ketika membangun KIVITZ di waktu awal.






Dan pada acara ini juga saya sedikit memberikan mini talkshow berjudul "Syar'i & Stylish Everywhere", dimana kita sebagai muslimah harus bisa selalu berpenampilan syar'i di setiap kegiatan yang kita lakukan. Karena syar'i tak hanya kegiatan untuk pengajian saja. Di sesi ini saya berbagi tips inspiratif untuk para tamu yang hadir.

Sudah hampir tiba di penghujung acara, dan ada satu sesi yang sangat penting dalam event Silaturahim Woman of KIVITZ ini, yaitu launching KIVITZ Privilege Card khusus untuk loyal customer pilihan. Buat kami, loyal cusyomer adalah bagian penting dari berlangsungnya brand KIVITZ ini. Tanpa mereka mungkin KIVITZ tidak akan sampai di angka enam tahun. Tanpa mereka mungkin kami tak akan tahu bagaimana rancangan saya dikenakan. Buat saya, mereka adalah penyemangat saya dalam berkarya, juga inspirasi saya tentunya. KIVITZ Privilege Card ini sebagai apresiasi dari KIVITZ untuk  mereka yang sudah setia membeli KIVITZ selama ini.






KIVITZ Privilege Card

Semoga setelah event ini hubungan antara KIVITZ dan loyal customer yang kami sebut Woman of KIVITZ akan semakin erat kekerabatannya. Bagi loyal customer yang berhalangan hadir, semoga bisa join di event berikutnya. Karena setiap event yang kami selenggarakan sangat kami dedikasikan untuk kalian.

Kebahagian untuk loyal customer tidak hanya berhenti sampai di sini saja. Ada goodie bag dari para sponsor yang juga bisa dibawa pulang. Terima kasih kepada @hilo_soleha, @wardahbeauty, @majalahnoor untuk isi goodie bag-nya. Terima kasih untuk semua yang sudah mendukung!

My outfit:
Majorelle Limited Scarf (broken white) by KIVITZ
Fiza Dress (green) by KIVITZ
Magnolia Long Outer by KIVITZ

Wassalamu'alaikum

Sunday, 14 August 2016

Last Day in Bandung

Assalamu'alaikum

Hari terakhir di Bandung, saya menginap di daerah Setiabudi. Setelah check out dari hotel, saya meluangkan waktu di Paris Van Java ini untuk jalan-jalan dan kuliner pastinya. Satu hal yang saya suka dari Bandung ini adalah tempat hangout-nya. Kalau kamu keliling-keliling kota Bandungnya pasti kamu akan banyak menemukan tempatnya yang lucu, unik, dan selalu punya tema seru. Ditambah lagi harganya yang sangat terjangkau.



Untuk outfit jalan-jalan ini memilih pakaian ternyaman bagi saya. Manilkara Abaya selalu menjadi andalan kalau saya lagi malas untuk mix and match dan hanya ingin memakai one piece saja. Kalau orang bilang mungkin ini 'baju cuci kering pakai - cuci kering pakai'. Hihihi... Seperti biasa hijabnya saya memilih Taza Limited Scarf dari KIVITZ yang berwarna gold dan sepatu putih andalan yang sepertinya harus sudah mulai diganti dengan yang baru (boleh belanja ya, sayang... hehehe)

Oke, sekian jalan-jalan di Bandung kali ini. Sampai ketemu lagi di post berikutnya ;)


My outfit:
Taza Limited Scarf (cream) by KIVITZ
Manilkara Abaya by KIVITZ

Wassalamu'alaikum

Friday, 12 August 2016

Rimma Wedding Day

Assalamu'alaikum

Saat dikabari Kak Rimma akan menikah lagi saya senang sekali mendengarnya. Mungkin dari beberapa orang sudah tahu cerita Kak Rimma sebelumnya. Di usia yang masih cukup muda, dia sudah menjalani perjalanan hidup yang berlika-liku, dengan cobaan dan hikmah. Cerita lengkapnya mungkin bisa kamu baca di bukunya Kak Rimma yang berjudul 'Dancing in the Rain'. Oh ya, saya dan Kak Rimma sama-sama saling kenal karena kami juga merupakan founder Hijabers Community sejak tahun 2010 yang lalu.

Di hari bahagia pernikahan ini, kebahagiaan dan rasa penuh suka cita bisa terlihat dari muka para pengantin, keluarga, dan tamu yang hadir. Bisa tersirat dari wajah teman-teman yang hadir pada hari itu 'Alhamdulillah, akhirnya Kak Rimma dipertemukan kembali oleh jodohnya.' Semua teman-teman, baik yang di Bandung maupun yang dari Jakarta turut hadir dalam acara ini. Banyak yang sayang dengan Kak Rimma, sampai-sampai kita semua hadir di acara ini walau kami harus datang jauh-jauh dari Jakarta.

Dear Kak Rimma, semoga ini adalah pernikahan Kak Rimma yang terakhir, dikarunai keturunan yang shalih dan shalihah, bahagia selalu, dan meraih syurga bersama suami tercinta. Aamiin...

Bagi saya, datang ke sebuah pesta pernikahan merupakan tempat untuk kembali me-refresh tentang makna pernikahan dalam pandangan Islam. Diusia pernikahan saya dan suami yang sudah masuk di tahun yang ke-6 ini, pasti banyak sekali suka duka yang sudah kami lalui bersama. Saya paham betul sejak awal saya menikah, bahwa pernikahan itu selalu saja ada perbedaan pendapat dengan suami kita. Karena sampai kapanpun, kita tidak akan pernah menemui pasangan yang benar-benar cocok 100% dengan kita. Maka dari itu, yang kita butuhkan dalam pernikahan adalah saling toleransi, mengurangi ego, dan diluaskan kesabarnya.

Islam memandang pernikahan sebagai sesuatu yang mulia dan menilai mereka yang menikah sebagai sebuah ibadah. Bahkan dalam sebuah hadits disebutkan bahwa menikah itu adalah (menjalankan) setengah agama. Namun, apa sebenarnya urgensi dan makna pernikahan dalam Islam?

Islam memandang pentingnya pernikahan dari beberapa aspek. Pertama adalah aspek sosiologi. Pernikahan merupakan sarana pembentukan masyarakat. Yang kita tahu, fondasi masyarakat adalah keluarga, dan keluarga dibangun dari pernikahan. Kedua, keluarga yang lahir dari pernikahan diperlukan untuk media meneruskan dan melestarikan budaya, nilai-nilai luhur. Dengan nilai-nilai luhur inilah diharapkan setiap anggota keluarga dapat memberikan kontribusi positif kepada masyarakat. Dan ketiga, yang terpenting adalah bahwa pernikahan merupakan manifestasi Allah yang memiliki sifat Jalil dan Jamil, yaitu Maha Kuasa dan Maha Lembut. Dua sifat yang berada pada kutub yang berbeda inilah yang juga terwujud dalam pernikahan. Pernikahan adalah penyatuan dua kutub yang berbeda. Laki-laki dan perempuan (bukan laki-laki dengan laki-laki, dan bukan perempuan dengan perempuan), kuat dan lembut. Karena seolah merefleksikan kesempurnaan Allah inilah, Al Quran menyebut pernikahan atau kasih sayang suami istri juga sebagai tanda-tanda (ayat) kekuasanNya.

Pernikahan juga tidak hanya dilihat dari aspek praktis hak dan kewajiban suami atau istri saja, pernikahan adalah ibadah untuk mengagungkan Allah subhanahu wa ta'ala. Dan menggolongkan janji suci pernikahan sebagai "mitsaqun ghalizh" atau janji yang berat karena tidak boleh dianggap main-main. Dan menurut saya, kita harus siap dengan apa yang akan terjadi kelak. Karena semua yang menurut kita baik, belum tentu baik di mata Allah. Jadi berperanlah sebaik mungkin akan skenario yang telah Allah takdirkan untuk kita.

Oh ya terakhir, berbicara tentang outfit yang saya kenakan pada hari itu (karena sudah banyak juga yang minta review baju yang saya kenakan via instagram), saya kembali mengenakan Areca Dress, namun kali ini dengan detail beading di bagian ujung lengan. Karena Kak Rimma bilang tema dresscode kali ini adalah cream putih, maka saya memilih Areca dress yang berwarna cream dengan dipadukan satin scarf warna broken white. Karena ini temanya outdoor, jadi saya memakai wedges untuk memudahkan berjalan di taman seperti ini.

Sekali lagi, baarakallaahu laka wa baaroka 'alaika wa jama'a bainakumaa fii khair untuk Kak Rimma dan Mas Taufik...










My outfit:
Satin Pashmina (broken white) by KIVITZ
Areca Dress (with beads) by KIVITZ

Wassalamu'alaikum

Tuesday, 9 August 2016

Halalbihalal Gathering with Hijabers Community Founders

Assalamu'alaikum

Selepas Hari Raya, pastinya kita punya jadwal kumpul-kumpul dengan keluarga atau sahabat, atau yang biasa disebut dengan Halal Bihalal. Pertemuan kali ini adalah dengan founders Hijabers Community. Pertemanan ini dimulai karena kesukaan kita dengan dunia fashion muslimah. Sampai akhirnya kita sering kumpul untuk ngobrol, lalu pada tahun 2011 muncul sebuah ide untuk membuat satu komunitas baru yang bertujuan mengajak Muslimah mengenakan hijab. Komunitas ini kami namai Hijabers Community. Mungkin kalau ada followers atau yang pernah membaca blog saya dari tahun 2010 pasti tahu cerita awalnya Hijabers Community ini. Yang tak disangka adalah komunitas ini membawa perubahan yang luar biasa,baik di Indonesia maupun dunia terutama tentang trend berhijab. Akibatnya, banyak muslimah muda yang mulai memakai hijab, modest fashion semakin berkembang, dan makin banyak yang lebih ingin tahu tentang dunia Islam. Alhamdulillah, komunitas yang awalnya menuai pro dan kontra ini namun pada akhirnya menjadi sebuah movement yang begitu besar untuk seluruh muslimah di Indonesia.

Oh ya, balik lagi ke cerita halal bihalal ini. Jadi semenjak pertemanan kita pada tahun 2010, kita masih terus berkomunikasi dalam sebuah group di LINE. Muncul deh ide untuk silaturahim kembali sehabis lebaran. Walaupun tidak semua bisa ikut karena masih ada yang sedang mudik ke kampung halaman, sedang liburan, dll, tapi akhirnya agenda silaturahim ini tetap bisa diadakan. Hehehe.... Sekitar 15 orang datang dan kami saling kangen-kangenan.



Karena ada yang membawa anak, maka kami pilih sebuah restoran di mall yang terdapat tempat bermainnya. Bertempat di Senayan City, kita janjian untuk lunch bersama. Selesai makan, kita quality time dengan ngobrol-ngobrol santai mengenai dunia hijab saat ini, sampai bahas permasalah ibu-ibu rumah tangga. Kalau diingat-ingat lucu juga sih, dulu obrolan kita banyak seputar hijab tutorial (karena saat itu sedang trend sekali) cara pakai hijab yang aneh-aneh. Hahaha... Sampai malu sendiri kalau ingat zaman itu. Dan sekarang obrolannya sudah lebih berkualitas dengan banyak membahas dunia marriage and childhood.


Oke, sekarang kita beralih kepada outfit yang saya gunakan untuk gathering kali ini. Karena ada beberapa orang yang tinggal di luar kota, jadi dresscode ditentukan dengan menyesuaikan warna baju yang mereka bawa ke Jakarta. Haha... Maka terpilihlah dresscode Putih dan Abu-abu. Untuk itu saya pilih Basic A-Line Dress dari KIVITZ warna abu, untuk dipadukan dengan Magnolia Long Outer warna broken white. Untuk hijab saya pilih yang masih nuansa putih dan abu-abu, yaitu Verbena Limited Scarf dari KIVITZ. Cukup mewakili karakter saya yang selalu ingin tampil feminin :)


My outfit:
Verbena Limited Scarf by KIVITZ
Magnolia Long Outer by KIVITZ
Basic A-line Dress (grey) by KIVITZ

Wassalamu'alaikum

Sunday, 7 August 2016

Ambarawa Railway Museum

Assalamu'alaikum

Jalan-jalan ke Ungaran belum lengkap rasanya tanpa mengunjungi Museum Kereta Api yang terletak di Ambarawa, Semarang. Selesai menghadiri pesta pernikahan, keesokan harinya sebelum saya kembali ke Jakarta, kami menuju ke Ambarawa Railway Museum di waktu siang setelah saya check out dari hotel.

Karena kami menginap di daerah Ungaran, maka perjalanan dari Ungaran-Ambarawa hanya membutuhkan waktu sekitar 30 menit saja. Sepanjang perjalanan kami mendapati pemandangan sawah-sawah hijau dan yang paling unik adalah kami melewati bekas penjara yang dipergunakan sejak zaman belanda, yaitu Benteng Pendem Ambarawa. Dari kejauhan, kami melihat bangunan yang sudah rusak dengan dipenuhi tanaman liar mengerubungi bangunan tersebut. Cukup besar dan luas ternyata.

Sesampainya di Museum Ambarawa kami langsung membaca satu-persatu keterangan visual perjalanan sejarah perkeretaapian di Indonesia sejak tahun 1800 akhir. Namun yang disayangkan adalah peletakan tahun sejarah yang terbalik. Saat kita masuk ke museum ini, kita langsung membaca sejarah PT. KAI mulai dari tahun 2015 dulu, bukan pada awal tahun 1800an. Menurut saya kurang asik membaca sejarah dari tahun terbaru sampai tahun terlama. Semoga kondisi ini bisa diperbaiki pihak museum agar kita bisa membaca secara berurutan mulai dari awal sejarahnya hingga kepada zaman sekarang.

Selain bisa membaca sejarah perkeretaapian Indonesia, kita juga bisa melihat langsung kereta api tua sejak zaman penjajahan belanda. Kereta api zaman dahulu dengan bahan bakar berupa batu bara bisa kita lihat bahkan bisa kita coba naiki. Tak hanya itu, museum ini menampilkan seperti apa ruangan-ruangan stasiun di zaman dulu.

Untuk jalan-jalan saya kali ini, saya pilih pakaian yang nyaman, yaitu Salacca Top dan juga Morinda Skirt dari KIVITZ. Untuk hijabnya saya pilih Layya Square Scarf berwarna hitam. Jangan lupa untuk memakai flat shoes atau sneakers untuk alas kaki yang nyaman.



My outfit:
Layya Square Scarf by KIVITZ
Salacca Top (black) by KIVITZ
Morinda Skirt by KIVITZ

Wassalamu'alaikum

Thursday, 4 August 2016

Balemong of Ungaran Part 3

Assalamu'alaikum

Seperti yang telah saya ceritakan pada post sebelumnya, tujuan kedatangan saya ke Ungaran kali ini adalah untuk menghadiri undangan pernikahan saudara. Oleh karena itu, saya memilih pakaian yang memang cocok untuk special occasion, yaitu Areca Dress dari KIVITZ.

Areca Dress ini adalah koleksi terbaru namun masih termasuk bagian dari koleksi Spring/Summer 2016: Amitie. Dress ini sangat spesial karena memang tersedia dengan jumlah yang sangat terbatas, yaitu sebanyak 36 pieces saja. Pada koleksi Amitie sebelumnya juga sudah ada dress untuk special occasion, bernama Albizia Dress yang berwarna hitam dengan detail beading, namun kini saya mengeluarkan warna yang lembut dengan memadukan lace atau brukat dengan bahan crepe premium.

Khusus Areca Dress ini, KIVITZ mengeluarkan dua versi, yaitu dengan payet (beads) atau non-payet. Khusus koleksi berpayet KIVITZ membuka PO sekitar 2 minggu untuk proses payet. Namun kalau ingin yang non payet, produk ini sudah siap dibeli.

Kembali lagi pada cerita ketika saya mengenakan outfit special occasion ini, karena saya sedang berada di daerah Jawa yang sederhana dan tradisional, maka saya pilih Areca Dress non payet untuk kesan yang lebih bersahaja namun tetap elegant. Padanan warna dengan tone senada juga saya pilih untuk membuat tampilan ini lebih terkesan down to earth. Saya juga mengenakan sepatu berwarna nude untuk menyelaraskan tampilan ini. Terakhir sebagai statement dalam look ini, saya memilih tas berwarna gold dengan sentuhan etnik sebagai detail.

Mengenakan satu tone warna dalam satu outfit kini menjadi tak membosankan bukan? :)






My outfit:
Square scarf by KIVITZ
Areca Dress (non beads) by KIVITZ

Wassalamu'alaikum