Sunday, 21 December 2014

Lawang Sewu Historical Site

Assalamu'alaikum

Selesai mengisi acara di kampus UNDIP yang lalu, saya diajak oleh dua panitia bernama Sasha dan Syaffa ke tempat yang wajib dikunjungi para wisatawan di kota Semarang, yaitu Lawang Sewu. Sebenarnya saya tak punya banyak waktu di kota ini. Karena sorenya, pukul 16.00 saya harus sudah berada di bandara untuk kembali ke Jakarta.

Sebelum tiba di Lawang Sewu, kami pergi makan siang dulu. Kalau tidak salah namanya Soto Bangkong. Kalau di Depok ada yang mirip seperti ini namanya Soto Kudus atau Soto Kuali. Porsinya kecil dan harus ditambah dengan lauk seperti paru atau ati ampela. Harganya cukup murah padahal kita sudah makan berbagai jenis makanan. Makan berempat sudah termasuk minum hanya sekitar Rp 80.000-an.


Soto Bangkoang


Selesai makan siang, perjalanan dilanjutkan menuju Lawang Sewu. Biasanya untuk masuk ke Lawang Sewu dikenakan biaya masuk Rp 10.000 untuk orang dewasa dan Rp 5.000 untuk anak-anak. Namun, karena hari itu sedang ada acara, jadi kami dibebaskan dari biaya masuk. Sebelum menyusuri bangunan-bangunan di sini, kami mencari tour guide yang bisa memberikan informasi lengkap mengenai sejarah dari Lawang Sewu ini. Saya dan suami memang suka sekali sejarah. Kalau kami sedang di luar kota dan ada waktu lebih, biasanya kami selalu mencari tahu sejarah apa saja yang ada di daerah itu. Buat saya, dengan mengetahui sejarah seperti ini akan memberi inspirasi kepada saya dalam hal apapun, tak hanya mendesign tapi juga mengenal karakter orang di daerah tersebut.

Lawang Sewu, gedung seribu pintu dengan berbagai cerita yang melatarinya, adalah bekas kantor pusat Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij atau NIS, cabang kereta api Belanda yang beroperasi di Semarang. Dirancang oleh Prof. Jacob F. Klinkhamer (TH Delft) dan B.J. Ouendag, arsitek dari Amsterdam pada tahun 1903, pembangunan gedung ini dimulai pada 27 Februari 1904 dan selesai pada 1 Juli 1907. Gedung ini menjadi saksi bisu perjalanan perjuangan bangsa ini dalam meraih kemerdekaannya. Jika dimasa penjajahan Belanda gedung ini difungsikan sebagai kantor pusat kereta api, maka ketika Jepang menduduki Republik ini di tahun 1940-an gedung ini diperuntukkan sebagai markas Kempetai, Polisi Militer Jepang yang terkenal sadis dan kejam, serta Kidobutai, tentara kerajaan Jepang.

Selain itu, gedung ini tercatat sebagau lokasi pertempuran hebat selama 5 hari antara Angkatan Muda Kereta Api (AMKA), BKR, AMRI, dan berbagai organisasi kepemudaan lainnya dengan Kempetai dan Kidobutai yang dimulai pada 15 Oktober 1945 untuk melucuti tentara Jepang yang telah menyerah tanpa syarat kepada Sekutu. Setelah kemerdekaan gedung ini digunakan untuk kantor pusat Kereta Api Republik Indonesia, lalu Kantor Badan Prasarana Komando Daerah Militer dan Kantor Wilayah Kementrian Perhubungan. 

Secara umum terdapat 4 gedung di kawasan Lawang Sewu ini. Yang pertama adalah gedung A, yang merupakan gedung yang dapat dilihat dari jalanan. Menurut tour guide, setiap harinya gedung A ini tertutup untuk umum karena bangunannya masih sangat asli sehingga masyarakat tidak bisa masuk dengan bebas ke dalam gedung A. Tapi karena saat itu sedang ada event, beruntungnya kami dapat melihat isi dari gedung A. Pada jaman dulu, gedung A ini berfungsi untuk petinggi-petinggi dari NIS yang seluruhnya merupakan warga negara Belanda.

Gedung kedua adalah Gedung B. Lorong di depan Gedung B ini sudah bersih dengan jendela-jendela tinggi dan besar menghiasinya. Di dalamnya beberapa ruangan telah difungsikan sebagai ruang pameran untuk foto-foto tentang sejarah perkeretapian bangsa ini. Lalu pada penasaran kan kenapa ada kata Sewunya (dalam bahasa Jawa, sewu artinya seribu)? Tour guide menjawab dengan yakin kalau pintu di sini tidak berjumlah 1000, namun karena jumlahnya sangat banyak, dibuat cepat dan simple saja menyebutnya, yaitu seribu atau sewu.

Di gedung B ini terdapat ruang bawah tanah. Awalnya berfungsi untuk membuat ruangan di atas menjadi lebih sejuk, seperti memakai AC, kemudian berubah fungsi menjadi penjara di jaman penjajahan Jepang. Saat kami datang, ruang bawah tanah sedang direnovasi, jadi kami tidak bisa masuk ke dalam ruang bawah tanah tersebut. Kami juga sempat pergi ke lantai 2, dimana hanya ruangan luas dan kosong. Saat jaman Belanda digunakan untuk melihat kedatangan musuh (karena jaman dahulu bangunan ini menjadi bangunan yang paling tinggi), dan ketika jaman Komando Daerah Militer dijadikan lapangan bulu tangkis.













Outfit saya kali itu lebih casual dan santai. Karena saya tahu kami akan banyak berjalan, jadi saya memilih alas kaki yang nyaman dan tak membuat capek. Untuk scarf-nya saya menggunakan koleksi scarf terbaru dari KIVITZ. Di awal bulan Desember yang lalu, KIVITZ mengeluarkan koleksi scarf bermotif dengan jumlah yang banyak. Para pelanggan KIVITZ sepertinya sudah rindu dengan koleksi scarf bermotif dari KIVITZ. Sudah banyak yang menanyakan sebelumnya kepada admin online atau  sales di store. Alhamdulillah awal bulan lalu KIVITZ sudah meluncurkan 20 scarf motif terbaru.

Scarf yang saya pakai ini berukuran 180 x 110 cm. Lalu bagaimana bisa dibuat seolah-olah sperti scarf segiempat? Caranya sangat mudah. Bagian yang panjangnya 180 cm tinggal dilipat menjadi 2. Lalu buat segitiga atau pakai seperti memakai square hijab. Penitikan di bagian bawah dagu dan letakkan salah satu bagian di sekitar bawah telinga.

Dress yang saya kenakan adalah Hafi Dress warna mint turquoise, yang merupakan tambahan warna untuk Hafi Dress sebelumnya yang hanya hitam dan biru saja. Karena permintaan Hafi Dress cukup banyak, jadilah KIVITZ memproduksi lagi dengan warna yang lain. Ketika memakai Hafi Dress hanya tinggal menambahkan outerwear seperti cardigan atau jaket. Cardigan warna putih saya pilih untuk menyamakan dengan warna sepatu yang saya kenakan. Plus kacamata yang memang jadi aksesoris utama untuk menghindari terik matahari siang itu.

Terima kasih kepada Sasha dan Syaffa, mahasiswi dari Fakultas Kedokteran UNDIP, yang sudah bersedia ajak saya keliling kota Semarang walau waktunya agak mepet. Sampai ketemu lagi ya :)


With my husband, as always :)

My outfit:
Scarf by KIVITZ
Cardigan by Uniqlo
Hafi Dress by KIVITZ
Shoes by Converse

Wassalamu'alaikum

Tuesday, 9 December 2014

The Winner of KIVITZ Photo Contest 2014

Assalamu'alaikum

Alhamdulillah. Tiba saatnya menentukan pemenang dari KIVITZ Photo Contest (KPC) 2014. Setelah sebelumnya minggu lalu saya telah menentukan siapa nominasi 15 besar, kini saatnya saya akan mengumumkan pemenang KPC 2014.


Juara I
 Dwi Sulistyarini - 34 tahun - Pegawai BUMN - Sidoarjo

My comment:
Di foto ini, mix and match yang Dwi Sulistyarini (Rini) tampilkan begitu stylish dan original sesuai dengan karakternya sendiri. Memadukan Deans Skirt dan Glitter top pink dari koleksi Eyedentically Op adalah perpaduan yang sesuai dan sangat menarik. Background foto di taman bermain pun sangat tepat karena sesuai dengan Deans Skirt yang colorful. Dan sepertinya juga sangat well prepare dalam melakukan sesi fotonya. Well done, Rini! Congratulation, Rini mendapat voucher berbelanja di KIVITZ sebesar Rp 1.000.000,-.

Juara II
Ika Setiyorini - 23 tahun - Mahasiswi - Jakarta Barat 

My comment:
Style Ika Setiyorini (Ika) benar-benar sesuai dengan motto KIVITZ, Syar'i and Stylish. Perpaduan mix and match keseluruhannya adalah dari koleksi Claire's 50s. Selain mix and match-nya yang keren. Foto ini sangat stylish namun tidak berlebihan. Kualitas foto, pose model dan background yang sangat bagus layak menjadikan Ika sebagai juara kedua. Selamat untuk Ika yang mendapat voucher berbelanja di KIVITZ sebesar Rp 750.000,-.

Juara III
Ellyanaa - 31 tahun - Pekerja - Hongkong

My comment:
Memadukan Lila Crop Jacket (cream) dengan Basic Dress (maroon) memang paling tepat untuk mencirikan gaya yang KIVITZ yang anggun dan berkelas. Sentuhan motif berwarna merah pada jaketnya membuat tampilan begitu sesuai dengan warna dressnya. Terlihat lebih fresh dan tidak monoton. Sama seperti halnya dengan Rini dan Ika, Ellyana ini juga melakukan sesi foto yang sangat baik. Kualitas foto, fashion dan background saling mendukung dalam menampilkan nuansa foto yang anggun. Congratulation, Ellyana! kamu mendapat voucher belanja dari KIVITZ sebesar Rp 500.000,-.


Selamat untuk kepada ketiga pemenang. Voucher berbelanja di KIVITZ berlaku sampai 31 Januari 2015 dan juga berlaku untuk pembelian New Collection dari KIVITZ yang in syaa Allah akan diluncurkan di bulan Januari 2015. Jika kamu tinggal di daerah Jakarta, voucher berlaku di KIVITZ Bintaro atau booth KIVITZ di fX Mall. Atau yang tinggal di luar Jakarta, silahkan mencairkan vouchernya melelui KIVITZ Online Shop.

In syaa Allah, KIVITZ Photo Contest akan terus diadakan di tahun-tahun selanjutnya. Alhamdulillah di tahun ini KIVITZ sudah berulang tahun yang ke 4.  Banyak sekali suka dan duka yang saya alami bersama suami dalam membangun KIVITZ. Memang tidak mudah, namun kita harus tetap optimis dan tekun dalam menjalani sesuatu. Alhamdulillah berkat pertolongan Allah, maka KIVITZ bisa sampai seperti sekarang ini. Harapan kami agar KIVITZ bisa terus berkembang di masa depan sekaligus bisa menjadi ladang amal yang menginspirasi Muslimah dalam syi'ar dan kebaikan. Terima kasih kepada seluruh pelanggan setia kami yang telah membeli produk kami dan tak segan untuk memberi saran dan kritiknya. Terima kasih juga kepada seluruh kontestan KPC 2014. Walaupun tidak menang, setidaknya foto-foto kalian membuat saya dan seluruh karyawan jadi makin bersemangat dalam merancang pakaian untuk KIVITZ ke depannya.

Wassalamu'alaikum

Saturday, 6 December 2014

"Multitalent Muslimah" by Insani UNDIP

Assalamu'alaikum

Setelah tiba di Semarang sehari sebelumnya, akhirnya pagi ini adalah waktunya saya untuk mengisi acara di Auditorium FISIP, UNDIP. Panitia meminta saya untuk menyampaikan materi dengan slide. Karena kegiatan yang begitu padat, akhirnya saya baru bisa mengerjakannya pagi hari, tepatnya ketika sarapan di hotel.

Materi talkshow kali ini adalah Multitalent Muslimah. Materi yang cukup berat, karena sebenarnya saya tidak merasa memiliki kualifikasi sebagai muslimah multitalent. Tapi saya mencoba menyampaikan materi kali ini sesuai kapasitas saya seorang muslim fashion designer ataupun sebagai seorang ibu rumah tangga.



Islam sebagai pedoman hidup yang Allah swt turunkan kepada segenap manusia, mengatur etika hidup yang telah digariskan dalam takdir-Nya. Islam memberikan beberapa keistimewaan kepada kaum wanita. Karena kaum wanita adalah ibu yang melahirkan generasi bangsa dan orang yang menjadi madrasah pertama bagi anak-anaknya. Sehingga benar apa yang disabdakan Rasulullah SAW dalam suatu hadist yang berbunyi:

"Wanita adalah tiang negara. Jika akhlaknya rusak, maka hancurlah negara."

Agar muslimah bisa menjalankan semua peran mereka dengan baik, perlu upaya pengembangan diri  yang disesuaikan dengan minat, karakter, bakat, keahlian dan apapun yang mereka miliki. Apabila disalurkan pada hal yang positif, in syaa Allah bisa memberikan kontribusi yang signifikan kepada agama, bangsa, dan negara tercinta ini.




Tapi sebenarnya apa yang dimaksud dengan muslimah multitalent? Muslimah multitalent adalah seorang muslimah yang memiliki potensi berupa kelebihan-kelebihan. Muslimah bisa mengaktualkan dirinya dengan kepintaran berbicara, spesifikasi ilmu, dan prestasi-prestasi ilmiah. Di dunia ini, ada tiga jenis golongan manusia dalam menyikapi dunia. Pertama, menjadi sejarah. Kedua, menjadi saksi sejarah, dan Ketiga menjadi pencetak sejarah.

"Manusia memiliki akal dan bentuk. Barang siapa yang akalnya tidak berfungsi, maka bentuknya pun menjadi tidak sempurna seperti orang yang tak memiliki ruh." (Ali bin Abi Thalib ra)

Dari perkataan Ali bin Abi Thalib ra di atas, dapat kita simpulkan bahwa kita harus mampu memanfaatkan dan menggunakan akal yang sudah Allah swt berikan kepada kita. Apalagi menggunakan untuk hal-hal yang bermanfaat untuk umat, in sya Allah akan lebih berkah lagi hidup ini.
Lalu pertanyaannya sekarang, bagaimana menjadi multitalent muslimah? Ada tiga langkah yang menurut saya harus dimiliki oleh seorang muslimah:
1. Aqidah harus benar.
2. Melatih diri untuk memikirkan hal-hal kreatif yang belum dipikirkan oleh orang lain.
3. Berusaha menghasilkan karya dari hasil pemikirannya yang bermanfaat bagi orang banyak.

Namun, golongan orang-orang yang bersebrangan dengan Islam pun tak akan tinggal diam. Mereka yang telah mengetahui sepak terjang dan peran penting muslimah sejak zaman dahulu, kini berupaya menghancurkan Islam melalui ghawzul fikr atau perang pemikiran. 
Apa saja peran penting muslimah dalam Islam?
1. Muslimah memiliki tanggung jawab yang besar dalam membangun kemajuan umat.
2. Muslimah adalah pendidik utama generasi keturunan dan tauladan bagi anak-anaknya.
3. Muslimah memegang peran yang sangat besar dalam melahirkan para pejuang-pejuang Islam.
Lalu bagaimana cara mereka ber-ghawzul fikr? Mereka akan menghancurkan Islam terutama aqidah para muslimah. Itulah salah satu pentingnya setiap muslimah memiliki talenta atau bahkan multitalent. Karena dengan ber-multitalent, para muslimah harus mengoptimalkan potensi dan talenta yang ada pada dirinya. 





Menurut saya, menjadi muslimah multitalent itu bukan hal yang mudah. Karena sebetulnya tanpa disadari seorang ibu atau istri sudah menjadi muslimah multitalent. Kenapa? Karena setiap harinya dia melakukan hal-hal yang berbeda-beda. Menjadi koki karena harus bisa memasak untuk keluarga, menjadi petugas laundry karena harus mencuci pakaian, menjadi interior designer karena harus menata rumah dengan rapi agar enak dipandang, bahkan ada yang menjadi supir karena harus mengantar anak-anak ke sekolah. Tapi bagi yang punya kemampuan lebih dari itu, silahkan saja mengembangakan potensi dan talentanya. Asal pekerjaan utamanya menjadi seorang ibu atau istri tak ditinggalkannya dan tentunya siap menerima waktu tidur yang sedikit. Hehe… Itu pengalaman pribadi sekali. Orang yang melihat para muslimah multitalent itu presepsinya pasti keren. Tapi jangan salah, ada pengorbanan yang tak ringan untuk mencapai itu semua. Bagi saya, asal dikerjakan dengan ikhlas tanpa mengeluh dan ditujukan segala kegiatannya semata-mata ingin mendapat ridha dari Allah swt, in syaa Allah rasa lelah tak akan berarti.

Wallahu'alam bishawab.


Bersama peserta seminar kemuslimahan Insani UNDIP




My outfit:
Cala Scarf (Big Scarf Black) by KIVITZ
Tahira Top by KIVITZ
Rose Skirt (Fuchsia) FITRI AULIA 

Wassalamu'alaikum

Wednesday, 3 December 2014

First time Invited to Semarang

Assalamu'alaikum

Setiap diundang ke daerah untuk mengisi talkshow, ada beberapa perasaan bahagia yang saya sangat syukuri. Pertama, Alhamdulillah saya bisa berbagi dengan para muslimah lain, baik mengenai Islam ataupun tentang enterpreneurship. Kedua, Alhamdulillah saya bisa bersilaturahim dengan muslimah-muslimah di daerah lainm yang sebelumnya hanya bisa menyapa di social media. Ketiga, Alhamdulillah saya bisa mengunjungi kota-kota yang belum pernah saya kunjungi sebelumnya. Dan yang terakhir, Alhamdulillah saya bisa mendatangi dan mengenal langsung kota yang saya datangi, merasakan masakan kulinernya, adat budayanya, dan karakteristik orang-orang yang tinggal di daerah tersebut. Saya mensyukuri rasa lelah yang harus dijalani untuk mendapatkan semua kenikmatan ini. Misalnya harus berangkat sebelum subuh untuk mengejar jadwal pesawat atau bertemu dengan orang banyak yang biasanya mengajak foto satu per satu, dan yang lainnya. Tampaknya begitu mudah namun kalau tidak dilandasi dengan rasa syukur kepada Allah Swt, perjalanan ini akan terasa begitu melelahkan dan hanya sia-sia.

Sabtu, 22 November 2014 yang lalu saya mendapat undangan mendadak untuk mengisi acara keputrian di Universitas Diponegoro, Semarang. Alhamdulillah, ustadzah saya mengizinkan untuk bisa berangkat ke sana. Karena seharusnya hari Sabtu pagi sudah menjadi jadwal saya untuk pengajian mingguan di rumah. Tapi ilmu tanpa amal pun akan sia-sia. Maka perjalanan ke Semarang ini saya jadikan untuk mengamalkan ilmu-ilmu yang telah saya dapatkan selama ini. Semoga bisa menjadi kebaikan dan amal shalih untuk bekal saya di akhirat kelak. Aamiin…

Karena saya mengisi acara di Semarang Sabtu pagi, maka panitia menyediakan pesawat pada Jumat sore. Oh ya, ini pertama kalinya saya berangkat dari Bandara Halim Perdana Kusuma. Lumayan, jaraknya tak begitu jauh dari rumah saya di Depok. Biasanya untuk ke bandara Soekarno Hatta saya menghabiskan waktu sekitar 2-3 jam. Untuk ke Bandara Halim Perdana Kusuma, paling lama hanya 1 jam. Tadinya suami saya mau membawa mobil dan menitipkan di parkir inap bandara karena kami hanya menginap satu malam di Semarang, tapi setelah googling mengenai parkir inap di Bandara Halim belum tersedia, jadi kami akhirnya memilih naik taksi saja.

Untuk outfit kali ini, saya memilih mix and match yang senyaman mungkin. Maka saya memilih abaya dipadukan dengan sneaker. Untuk hijabnya saya memakai yang scarf bermotif untuk memberi tambahan warna. Tak lupa saya memakai sunglasses karena siang itu, matahari bersinar sangat terik. Alhamdulillah kami mendarat di Semarang dengan lancar dan langsung dijemput oleh panitia-panitia. Untuk cerita lengkap mengenai talkshow-nya, tunggu blog post selanjutnya ya. See yaa ;)





My outfit:
Scarf by KIVITZ
Assadiyah Abaya by KIVITZ
Shoes by Converse

Wassalamu'alaikum

Monday, 1 December 2014

KIVITZ Photo Contest 2014: The Best 15 Nominees

Assalamu'alaikum

Setelah diadakan selama hampir satu bulan, saya menerima cukup banyak peserta yang mengikuti KIVITZ Photo Contest 2014. KIVITZ Photo Contest (KPC) adalah event yang bertujuan untuk merayakan milad KIVITZ setiap tahunnya. Selain itu event ini juga sebagai bentuk rasa syukur kami terhadap semua customer loyal KIVITZ sejak tahun 2010, yang telah mengikuti perkembangan fashion kami melalui Blog, Facebook, dan Instagram. Terima kasih kami haturkan kepada semua pembaca blog dan followers KIVITZ, karena kalianlah kami terus bersemangat dalam berkarya.  

Konsep KPC kali ini adalah ingin menampilkan foto-foto customer KIVITZ dengan kreasi mix & match memakai minimal 1 item koleksi busana terbaru dari KIVITZ, yaitu Claire's 50s, Eyedentically Op dan Basic Dress (yang hanya boleh dipadukan dengan brand KIVITZ juga). Dalam satu tahun ini, kami sudah banyak menjual koleksi tersebut di seluruh Indonesia baik di store maupun online shop, Alhamdulillah... Jadi tentu menjadi kebanggaan yang besar bagi kami untuk melihat bagaimana para customer KIVITZ mengenakan koleksi-koleksi yang kami produksi. Dan itu terlihat dari foto-foto KIVITZ Photo Contest. 

Alhamudlillah kami sudah menerima banyak foto dari semua peserta selama masa kompetisi ini berlangsung. Foto-foto yang kami terima kesemuanya bagus-bagus. Namun untuk menentukan 3 orang pemenang, kami harus menyaringnya menjadi 15 foto terbaik berikut ini. 

Dan 15 Nominasi foto terbaik jatuh kepada…



 Dian Nastiti Amalia - 33 tahun - Wiraswasta - Blitar 

My comment:
Black and red is never wrong! Perpaduan warna ini sangat pas dan terkesan klasik namun tetap stylish. Hajjar Cardi hitam dipadukan dengan Basic Velvet Dress merah.

Dwi Sulistyarini - 34 tahun - Pegawai BUMN - Sidoarjo 

My comment:
Saya sangat suka dengan mix and match ini. Creative, fresh and colorful! 3 kata itu yang menggambarkan penampilan ini ketika pertama kali saya melihatnya. Deans Skirt new pattern dari koleksi terbaru KIVITZ, Eyedentically Op, dipadukan dengan Glitter Top Limited. Senyum bahagia mba Rini juga membuat siapa saja yang melihatnya juga ingin tersenyum bahagia sepertinya senyumnya. Smile is sunnah :)

Ellyanaa - 31 tahun - Pekerja - Hongkong

My comment: 
Padu padan Crop Jacket dari K-Limited dengan Basic Dress Maroon seperti ini pernah saya kenakan sebelumnya. Memang sangat nyaman dan pas mengenakan basic dress yang terbuat dari bahan katun di-mix dengan Lila Crop Jacket. Cocok dikenakan untuk menghadiri acara semi formal.

Ika Setiyorini - 23 tahun - Mahasiswi - Jakarta Barat

My comment: 
Sama seperti foto sebelumnya, mix and match oufit seperti berikut ini pernah saya kenakan ketika travelling ke Singapore bulan Mei lalu. Perpaduan yang sangat harmonis dengan Cala scarf, Jamesha Cardi hitam, dan Iffat Skirt cream. Yang saya suka dari foto ini adalah pemilihan background yang sangat unik.

Indah Riyanti Putri - 23 tahun - Dokter muda - Yogyakarta

My comment:
Jamesha Cardi (cream) menjadi salah satu produk Best Seller di koleksi Claire's 50s. Maka tak heran kalau di KPC ini banyak yang mengenakan Jamesha Cardi, salah satunya Indah. Indah yang seorang dokter muda di Yogyakarta ini memadukan Jamesha Cardi cream dengan basic cotton maxi dress berwarna hitam. Karena bahan Jamesha Cardi yang agak tipis jadi memang lebih aman menggunakan inner lagi agar tidak transparan.

Linda Rachmawati - 32 tahun - Event organizer - Depok 

My comment:
Hafi Dress Pink dipadukan dengan Hajjar Cardi New Pattern-Pink. Pemilihan background foto juga sangat tepat, yaitu warna putih polos. Dikarenakan outfit ini yang sudah penuh warna dan penuh motif.

Linna Al Z - 28 - Pekerja - Hongkong 

My comment:
Merupakan ide baru untuk mix and match. Hafi Dress (Mint Turqoise) dengan Qabil Top (Red) dan juga Cala Scarf hitam sebagai penetralisir kedua warna tersebut. Kualitas foto pun sangat baik.

Maya - Jakarta Utara 

My comment:
Simple namun tetap manis. Fiza Dress (Purple) ini memang tak perlu ditambahkan item fashion yang lain. Untuk yang ingin tampil stylish tanpa harus menumpuk baju dan mix and match, memilih Fiza Dress adalah pilihan yang sangat tepat sekali untuk masuk ke dalam lemari baju kamu :)

Nanik Ratnasari - 33 tahun - Pekerja - Hongkong

My comment: 
Tak ada salahnya untuk mengikuti outfit yang terdapat di katalog KIVITZ karena tujuan foto katalog tersebut adalah memberi inspirasi bagi setiap muslimah yang ingin berpenampilan Syar'i dan Stylish. Namun outfit ini dikemas dalam bentuk yang lebih baik. Hasil foto outdoornya sangat bagus, baik latar maupun pencahayaannya.

Riyanti - 30 - Ibu rumah tangga - Cilacap 

My comment:
Simple dan tidak berlebihan. Saya sangat suka. Memadukan Basic Long Cardi hitam dengan Basic Dress Navy Blue dan juga Cala Scarf Maroon. Nice outfit!

 Ruhainah - 38 tahun - Ibu rumah tangga - Bekasi Utara

My comment:
Santai dan casual. Deans Skirt koleksi dari Claire's 50s ini sepertinya digunakan untuk berekreasi santai bersama keluarga tercinta. Jangan lupa untuk memadukan dengan flat shoes atau sneaker agar tetap nyaman ketika digunakan saat berjalan-jalan. Karena Deans Skirt sudah bermotif, jadi pilihlah atasan dan juga scarf yang polos agar tampilan tidak berlebihan.

Sri Awijada - 24 tahun - Ibu rumah tangga - Makassar  

My comment:
Basic Dress Navy Blue dengan Hajjar Cardi koleksi dari Eyedentically Op ini cocok juga dikenakan untuk holiday! Karena motif dan warnanya sangat ramai membuat outfit kita lebih cheerful! Tambahan sunglasses untuk tampilan yang lebih chic.

Sulia Haji Nawee - 50 tahun - Sekretaris - Singapore

My comment: 
Wow. Tak hanya customer dari Indonesia, tapi customer dari Singapore pun tak ketinggalan untuk mengikuti KPC 2014 ini. Dan siapa bilang KIVITZ hanya untuk kalangan yang muda saja? Produk KIVITZ juga cocok untuk wanita dewasa yang anggun. Hafi Dress Hitam dengan Raisa Jacket  yang merupakan koleksi dari Claire's 50s. Pilihan warna hijab yang berbeda dari warna dress dan jaket tak menjadi masalah. Malah membuat tampilan lebih stylish.

Vivri Putriyanti - 27 tahun - Pegawai - Jakarta Utara 

My comment:
Hafi Dress Biru dengan Hajjar Cardi new pattern. Sepertinya dikenakan ketika sedang berjalan-jalan ke sebuah mall di Jakarta. Foto yang cukup spontan namun tetap bagus.

Yanti - 32 tahun - Pekerja - Hongkong

My comment:
Jika melihat foto nominasi sebelumnya, seperti ada sedikit kesamaan kualitas foto ya. Warga Negara Indonesia yang tinggal di Hongkong ini sepertinya berjanjian untuk melakukan satu sesi foto outdoor di daerah Hongkong. Pemilihan background foto dibuat berbeda dan tak ada yang sama untuk masing-masing orang. Mereka adalah customer yang tetap memilih produk lokal dari Indonesia untuk digunakan di sana. We're so proud of it! Alhamdulillah :)

Ingin tahu siapa ketiga finalis dan pemenang KIVITZ Photo Contest 2014? Tunggu penilaian dari saya dalam blog post selanjutnya… KIVITZ, Syar'i & Stylish :)

Wassalamu'alaikum