Wednesday, 3 February 2016

Hijab Fashion and Tutorial with SoKlin

Assalamu'alaikum

Dua hari berturut-turut, saya diundang oleh SoKlin untuk mengisi event yang bertempat di Summarecon Bekasi. Di event kali ini ada talkshow dan juga tutorial hijab. Topik dalam talkshow-nya membahas tentang busana muslim yang semakin banyak dipakai oleh wanita Indonesia saat ini. Busana muslim yang dikenakan kini juga semakin variatif, sesuai dengan kegiatannya. Ada untuk casual, office, pesta bahkan untuk olahraga. Saat ini busana muslim memang sudah sangat tidak asing bagi kita.

KIVITZ sebagai salah satu brand busana muslim tentu juga turut andil dalam mempopulerkan busana muslim di Indonesia. Dengan segmentasi untuk Muslimah perkotaan yang feminim, modern dan dinamis, busana KIVITZ juga di-design untuk memenuhi kebutuhan Muslimah dalam berbagai aktivitas, baik untuk casual, kantor ataupun untuk pesta. Segala kegiatan muslimah modern tidak membatasi kita untuk tetap syar'i dan stylish.

Di hari pertama acara talkshow bersama SoKlin, lebih membahas mengenai seperti apa gaya hijab yang lebih formal. Walaupun menurut saya, gaya hijab saat ini sudah semakin sederhana sehingga sudah sulit dibedakan antara gaya hijab formal atau casual. Dikarenakan memang muslimah harus selalu tampil baik dan rapih dalam setiap kegiatannya.

Pada hari pertama ini juga saya memilih mengenakan outfit dengan nuansa kecoklatan. Saya memakai Basic Umbrella Dress dari KIVITZ dipadukan dengan Autumn Limited Scarf yang juga berwarna cokelat. Karena dress yang saya kenakan ini polos, saya memilih mengenakan hijab yang bermotif.


Hijab tutorial untuk acara formal





My outfit:
Autumn Limited Scarf by KIVITZ
Basic Umbrella Dress (Brown) by KIVITZ

Di hari kedua, karena bertepatan dengan weekend, audience-nya lebih banyak dari hari pertama saya mengisi acara. Masih sama seperti kemarin, sebelum hijab tutorial di mulai, ada sesi talkshow terlebih dahulu. Dan pembahasannya pun tidak begitu beda dari hari pertama. Tentang seputaran masalah berhijab dalam konteks sehari-hari.

Dan pada hari kedua ini, saya mengenakan outfit yang lebih casual dan edgy. Masih dari koleksi Gracious Portrayal, yaitu Basic A-line Dress Navy ditambahkan Tucker Outer Hitam dari KIVITZ, dan unbranded scarf bermotif, yang juga bernuansa biru.




My outfit:
Unbranded Scarf
Basic A-Line Dress (Navy) by KIVITZ
Tucker Outer (Black) by KIVITZ

Wassalamu'alaikum

Friday, 29 January 2016

Value, Satisfaction, and Loyalty

Assalamu'alaikum

Value, Satisfaction, dan Loyalty merupakan 3 hal yang menjadikan sebuah brand sangat dicintai oleh customernya. Mungkin pada post kali ini temanya sedikit lebih berat, karena saya akan cerita mengenai branding

Apa itu brand? Brand adalah salah satu bagian terpenting dari suatu produk. Brand yeng memiliki keunggulan kompetitif (value) dibandingkan dengan brand pesaingnya, dapat menjadi nilai tambah yang mempu menciptakan kepuasan dan loyalitas kepada pelanggannya. Contohnya, apabila terdapat 2 botol parfum yang diisi dengan jenis parfum yang sama baik dalam hal kualitas maupun kuantitas, maka parfum yang memiliki brand dengan value yang unik atau khas akan dianggap lebih bernilai, lebih berkarakter, dan lebih berkualitas dibandingkan dengan parfum yang tidak memiliki value apa-apa pada brand-nya





Value, satisfaction, and loyalty adalah 3 point yang saya selalu terapkan pada brand KIVITZ. Value utama kami, yaitu Syar'i and Stylish selalu saya terapkan baik pada produknya bahkan sampai pada budaya perusahaan  serta karyawannya. Dengan begitu, setiap orang yang berhubungan dengan brand ini, akan merasakan value tersebut pada busana yang dikenakannya, bahkan sampai dapat menginspirasi gaya hidupnya, untuk terus syar'i namun tetap stylish. 

Saat saya berkunjung ke butik KIVITZ yang berada di Bintaro sektor 1, kebetulan sekali sedang ada loyal customer yang datang berkunjung. Namanya Eva. Kalau sudah bertemu dengan customer rasanya senang sekali. Senang bisa melihat dia memakai karya saya, senang bisa mengetahui apa yang dia harapkan dari brand ini kedepannya, dan senang bisa bersilaturahim dan menambah saudara. Mba Eva saat itu bercerita tentang bagaimana awalnya dia mengenal brand KIVITZ. Dan apa yang dia suka dari brand tersebut? yaitu Syar'i and Stylish-nya. Dimana hal itu adalah yang selalu saya kampanyekan dari brand ini sejak pertama kali berdiri di tahun 2010. Alhamdulillah...



bersama Eva, salah seorang loyal customer KIVITZ

Dengan memiliki value yang unik, khas dan disukai oleh customer, maka akan timbul satisfaction atau kepuasan customer. Satisfaction tak hanya berasal dari kepuasan terhadap produknya saja, alasan lain misalnya, karena puas pada pelayanan sales-nya, karena promo serunya, karena bebas untuk memberi masukan request, atau mencoba-coba bajunya ketika di butik, dan lain sebagainya. Segala bentuk satisfaction itulah yang membuat customer loyal (loyalty) kepada brand kita. Kapanpun saat seorang loyal customer ingin kembali mencari produk busana muslimah, dia tak akan berpikir lama untuk datang kembali ke brand yang dicintainya dan  membelinya lagi.

Itulah tahapan terpenting dari sebuah brand yang saya pelajari. Bisa sangat luas eksplorasinya dan tidak hanya terbatas pada memikirkan produk yang dijual semata. Tapi ada value-value yang bisa menjadi nilai tambah dari produk yang kami jual. Semangat! Brand yang sudah dijalankan selama 5 tahun ini juga masih banyak belajar tentunya, agar mimpi untuk menjadi besar, berkah dan bermanfaat segera terwujud. Aamiin...

My outfit:
Ayla Khimar (Grey) by KIVITZ
Basic Abaya by KIVITZ

Tentang outfit yang saya pakai saat itu cukup simple, dikarenakan saat itu saya hanya berkunjung ke butik saja. Ayla Khimar abu yang dipadukan dengan Basic Abaya Hitam dari KIVITZ. Ayla Khimar ini cocok digunakan untuk kita yang sedang tidak ingin tampil repot karena Ayla Khimar merupakan produk khimar dengan design yang instan. Hanya tinggal memasukan kepala ke dalam khimar ini. Cukup mudah bukan? Biasanya saya sering mengenakan Ayla Khimar ketika sedang pengajian di Sabtu pagi. Apakah kamu tertarik dengan khimar instan? Selamat mencoba Ayla Khimar ini ;)

Wassalamu'alaikum

Saturday, 23 January 2016

Enterpreneur Talkshow at UNJ

Assalamu'alaikum

Diundang mengisi acara tentang e-commerce di Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Jakarta beberapa bulan yang lalu, membuat saya jadi ingin membaginya untuk teman-teman di luar sana, yang pastinya tidak semua dapat informasi mengenai bisnis berbasis online ini, dengan tema 'Be Creative Entrepreneur in E-commerce'.


Jika melihat dari beberapa research yang ada, perkembangan pengguna internet di seluruh dunia mengalami peningkatan yang cukup tajam. Dari total seluruh penduduk dunia, ada kenaikan sekitar 7,6% atau sekitar 255 juta orang yang aktif menggunakan internet. Data ini saya dapat sekitar bulan Agustus 2015 dari website wearesocial.sg. Dari jumlah tersebut, ada kenaikan sekitar 8,7% atau sekitar 176 juta orang yang aktif bersosial media. Dan ada pertambahan 366 juta orang yang aktif bersosial media via smartphone.

Lalu bagaimana dengan di Indonesia sendiri? Angka yang cukup mengejutkan dari Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) terkait jumlah pengguna internet di Indonesia. Kemenkominfo berharap di awal tahun 2016 ini jumlah pengguna internet di Indonesia mencapai angka 150 juta orang, atau sekitar 61% dari total penduduk Indonesia. Saat ini menurut Kemenkominfo mengklaim bahwa jumlah pengguna internet di Indonesia sudah mencapai 57% dari total penduduk, atau kasarnya mencapai hampir 137 juta pengguna. Dan jika dilihat dari demografisnya, 51,5% pengguna internet tersebut adalah kaum hawa.

Nah, dari informasi di atas seharusnya bisa menjadi peluang besar untuk para pebisnis bisa memanfaatkan pengguna internet yang jumlahnya tak sedikit ini. Bagaimana caranya? Yaitu dengan berbisnis via online dan mentargetkan kaum hawa sebagai calon pembeli kita.

Di awal berdirinya KIVITZ, bahkan sampai sekarang, saya sangat memanfaatkan internet sebagai penunjang membangun awareness untuk brand saya. Begitu pula untuk berjualan. Sebagai start up business, awalnya saya hanya menggunakan sosial media facebook untuk berjualan karena modal saya yang terbatas ketika awal berdirinya KIVITZ ini. Karena dengan menggunakan internet, biaya yang dikeluarkan terbilang murah bahkan gratis. Karena kita tidak perlu membayar sewa tempat untuk butik, membayar karyawan untuk menjaga toko, maintanance toko, dan lain-lain. Namun, karena KIVITZ ingin jauh lebih besar lagi dan ingin makin dikenal sebagai sebuah brand, bukan onlineshop, maka dari itu saya ber-ekspansi untuk membuka toko di beberapa tempat. Karena ternyata tidak semua orang dapat memanfaatkan internet atau pun sosial media untuk proses jual-beli. Dari sisi pembeli pun, membeli via online juga lebih menguntungkan, misalnya tidak perlu membayar bensin untuk bisa sampai ke toko, tidak membuang waktu dengan bermacet-macetan di jalan, dan lain-lain. Yang perlu dicatat adalah, sebagai produsen yang berjualan via e-commerce, kualitas produk harus menjadi prioritas utama.



Oh ya, untuk outfit kali ini karena saya harus mengisi talkshow maka pilihan yang tepat adalah berpakaian semi formal. Dengan mengguankan Basic A-line Dress berwarna abu-abu dari KIVITZ dipadukan dengan Callas Coat yang juga dari KIVITZ, yang memiliki lengan tujuh per delapan yang lebih memberi kesan formal untuk tampilan kali ini. Untuk jilbabnya saya memakai warna netral yaitu Cala Scarf hitam.

Kurang lebih begitulah isi talkshow seputar bagaimana kita bisa memanfaatkan e-commerce sebagai tempat kita berbisnis. Dengan data dari hasil research, kita akan lebih yakin untuk berbisnis online karena hampir semua penduduk Indonesia sudah banyak yang menggunakan internet. Yuk, beranikan diri untuk berbisnis dan menjadikan e-commerce sebagai pilihan tempat bisnis yang murah.



My outfit:
Cala Scarf (Big Scarf) by KIVITZ
Callas Coat by KIVITZ
Basic A-Line Dress by KIVITZ

Wassalamu'alaikum

Tuesday, 19 January 2016

The 3 Colors Abaya

Assalamu'alaikum

Kalau dulu abaya identik dengan warna hitam saja, kini banyak designer dunia yang membuat abaya dengan berbagai jenis yang unik dan semakin fashionable. Abaya juga dulu identik dengan baju luaran, karena di daerah Arab kebanyakan mereka menggunakan abaya sebagai baju luar, dan untuk dalamnya menggunakan pakaian biasa, seperti misalnya atasan yang dipadu dengan celana jeans. Tapi untuk keluar rumah, mereka hanya tinggal menambahkan abaya saja.

Abaya memang must have items buat kita para muslimah. Dan di koleksi Gracious Portrayal, saya juga men-design beberapa abaya. Kali ini tema abayanya adalah color blocking. Dimana dalam satu abaya terdapat beberapa warna. Serunya, kita tinggal menggunakan hijab dengan banyak pilihan warna yang terdapat pada abayanya. Seperti misalnya tiga warna pada Mona Abaya dari KIVITZ ini, yang terdiri dari hitam, navy, abu-abu, dengan sedikit garis putih. Saat itu saya memilih hijab berwarna hitam yang netral saja. Sebenarnya selain hitam, kita bisa pakai warna lain yang ada di abaya ini, misalnya putih atau abu-abu.

Mona Abaya ini biasa saya pakai untuk busana sehari-hari. Modelnya yang hanya satu lapis sangat saya sukai karena simple, dan bagus untuk kamu yang tidak ingin repot-repot ber-mix and match namun tetap stylish.




My outfit:
Cala Scarf (Big Size) by KIVITZ
Mona Abaya by KIVITZ

Wassalamu'alaikum

Thursday, 14 January 2016

How I Hangout with My Favourite Brand

Assalamu'alaikum

Apakah kamu punya brand fashion favorit? Apa yang kamu lakukan kalau sedang berada di butik tersebut? Walaupun di era digital sekarang memang ada sedikit pergeseran dalam membeli sebuah produk. Jika dahulu kita harus datang dulu ke butik untuk melihat koleksinya, namun kali ini kita bisa  melihatnya melalui laptop atau smartphone kita. 

Namun, berkunjung ke butik masih menjadi hal yang sangat menyenangkan lho. Karena sensasi belanjanya berbeda dengan kalau sudah melihat langsung produknya. Kadang keseruan saya sama halnya seperti sedang mendatangi tempat wisata, hehehe... Biasanya kalau saya ke butik, saya memilih sekitar 2 sampai 3 look yang menjadi 'incaran' saya ketika sebelumnya sudah melihat di media sosial. Selanjutnya saya bawa baju-baju pilihan saya tadi ke fiiting room untuk dicoba satu per satu. Jangan lupa untuk memilih juga hijab yang kira-kira cocok dengan bajunya. 

Outfit pertama yang saya pilih adalah Kelly Dress dan Autumn Limited Scarf, persis seperti yang saya pakai pada post sebelumnya. Untuk outfit ini kita bisa memadukannya dengan hijab bermotif  agar tidak terkesan polos saja pada tampilannya. Outfit ini bisa dikenakan untuk menghadiri acara semi formal atau bisa juga dipakai ke kantor. 



 My outfit:
Autumn Limited Scarf by KIVITZ
Kelly Dress (Brown-Maroon) by KIVITZ

Outfit kedua adalah Carinata Dress dan Floral Chiffon Scarf. Outfit ini cocok untuk menghadiri acara yang bersifat resmi, seperti dikenakan untuk menghadiri pesta pernikahan atau menghadiri acara-acara keluarga. Karena memang modelnya yang begitu anggun dan feminim. Tinggal kita pilih hijab bermotif dengan warna senada, yaitu dusty pink.



My outfit:
Floral Chiffon Scarf (Big Flowers) by KIVITZ
Carinata Dress (Dusty Pink) by KIVITZ

Outfit terakhir yang saya pilih adalah Malika Sleeveless Dress, Salena Jacket, dan Floral Chiffon Scarf. Outfit ini tepat sekali digunakan untuk acara semi formal atau ke kantor. Dress tanpa lengan ini dipadukan dengan blazer dengan bahan satin yang memberi kesan lebih formal dan rapih. Agar tampilan lebih menarik, pilihkan hijab bermotif yang ada nuansa hijaunya juga, sesuai dengan  warna blazernya.

Di butik favorit kamu, kadang kita bisa menemukan spot-spot favorit untuk berfoto. Bisa didepan cermin, poster atau manequin. Kalau sedang di butik KIVITZ Bintaro saya suka berfoto dengan latar belakang logonya, apalagi beberapa waktu yang lalu sedang ada event dan ada beberapa properti yang bisa digunakan untuk foto.




My outfit:
Floral Chiffon Scarf (Small Flowers) by KIVITZ
Salena Jacket (Darkteal) by KIVITZ
Malika Sleeveless Dress (Black) by KIVITZ

Ke butik makin seru dengan coba-coba dulu bajunya. Satu persatu saya mencoba outfit yang saya suka sebelum akhirnya membeli. Dengan langsung mendatangi butik, sudah tidak perlu khawatir dan ragu lagi untuk beli baju yang kamu suka. Karena dengan dengan mencobanya terlebih dahulu, kita makin yakin untuk membelinya. 

Semoga bermanfaat! ;)

Wassalamu'alaikum

Tuesday, 12 January 2016

Syar'i and Stylish as a Career Woman

Assalamu'alaikum

Beberapa bulan yang lalu, saya diundang salah satu kantor di daerah Jalan TB. Simatupang, Jakarta untuk menghadiri acara mingguan yang rutin dilakukan oleh muslimah-muslimah di kantor tersebut. Outfit yang saya pilih untuk hadir ke acara ini pastilah outfit yang sesuai dengan suasana perkantoran, maka dari itu saya memilih Kelly Dress.

Berbicara mengenai Office Look, sejak awal saya mendesign baju-baju KIVITZ, saya memang mendesign khusus beberapa item yang bisa dipakai untuk ke kantor. Misalnya dari koleksi Gracious Portarayal ini, beberapa contoh pakaian yang sesuai untuk dipakai ke kantor adalah Kelly Dress, Gracy Dress, Basic A-Line Dress, Basic Umbrella Dress, Rainer Dress, Callas Coat dan juga Jane Cape. Mengapa item tersebut bisa dipakai untuk ke kantor? Pertama, adalah karena bahan dari semua itu bukan dari bahan kaos atau jersey, sehingga terlihat lebih formal. Dan bahan yang dipilih mayoritas berbahan katun, sehingga mudah menyerap keringat. Kedua, karena modelnya yang simple dan juga terlihat anggun. Karena apabila muslimah bekerja, pasti ingin untuk tetap terlihat anggun. Ketiga, item di atas mudah di-mix and match, sehingga kita bisa berganti-gantian memadukannya dengan item yang lain.

Di beberapa perkantoran ada yang membebaskan karyawannya dalam berbusana, yang penting tetap formal. Tapi di beberapa perkantoran yang saya tahu, hanya boleh berpakaian bebas namun tetap sopan hanya di hari Jumat. Ada juga sih beberapa kantor lain yang mengharuskan karyawannya menggunakan pakaian batik untuk hari Jumat. Apapun itu, bagi muslimah yang bekerja di luar rumah yuk sama-sama memadukan busana kerja yang tetap Syar'i & Stylish. 





My outfit:
Autumn Limited Scarf by KIVITZ
Kelly Dress (Maroon-Brown) by KIVITZ

Wassalamu'alaikum