Wednesday, 17 September 2014

Night in Jogjakarta

Assalamu'alaikum

Melanjutkan petualangan saya touring naik mobil ke Jawa Tengah, Setelah tiba di Purwokerto lalu Banjarnegara, rasanya kurang lengkap kalau kami tidak melanjutkan perjalanan ini ke Jogjakarta. Akhirnya sore hari kami tiba juga di Jogjakarta, saya langsung mencari hotel, mandi dan berganti pakaian untuk jalan-jalan cari makan malam. Karena lokasi hotel tidak jauh dari Malioboro, jadi saya memilih restoran yang dekat sana. Ada yang tahu Oseng-oseng Mercon? Hmmm, ini pertama kalinya saya memakan masakan ini karena hasil top list browsing dari internet. Oseng Oseng Mercon ini adalah sejenis makanan berkuah yang isinya kikil dan cabai rawit, tapii pedassssss… Anehnya saking pedasnya perut sudah mulai panas tapi lidah tidak mau berhenti makan. Apa karena kepedasan atau kelaparan, entahlah.

Cerita tentang outfit yang saya kenakan saat itu, saya pilih Omaira Top dan Asadiyah Abaya, karena malam itu sering berjalan kaki jadi saya pilih dress yang lebar dan nyaman. Nah, karena sudeh 3 hari dalam perjalanan dan persediaan baju di koper semakin berkurang, akhirnya saya mix and match pakaian yang sudah dengan yang belum pernah saya pakai saat itu. Pas banget cuaca malam itu dingin, jadi saya double pakaiannya agar terasa hangat. Yang menyenangkan dari perjalanan malam itu adalah naik becak keliling Jogjakarta! Yeay…!!









My outfit:
Scarf by unbranded

Wassalamu'alaikum

Saturday, 13 September 2014

Mountain Hiking to Dieng

Assalamu'alaikum

Saat berjalan-jalan di sekitar kota Banjarnegara, Jawa tengah jangan lupa untuk menaiki... Apa ya namanya ini? Sejenis andong atau dokar tapi tidak ada kudanya. Ada yang bilang ini odong-odong... Yah apapun lah namanya, hehehe... Kendaraan unik ini berada dan disewakan di Alun-Alun Kota Banjarnegara. Dengan maksimal 4 penumpang, kita bisa mutar-mutar Alun-Alun dengan cara mengayuhkan seperti sepeda secara beramai-ramai. Ada lampu warna-warni di seluruh kendaraan ini yang membuatnya semakin menarik. Biayanya sekitar Rp 40.000 untuk 3 kali putaran. Tapi malam itu kami dikasih bonus 1 kali putaran. Hehehe...


Keesokan paginya, kami berencana untuk melihat sunrise dari gunung Sikunir di Dieng. Jadi kami check out dari hotel sekitar pukul 03.00 saat masih gelap. Sampai di sana tepat ketika adzan Subuh. Selesai shalat subuh, kami melanjutkan perjalanan menuju puncak Gunung Sikunir. Subhanallah... Dinginnya sampai menusuk ke tulang. Untungnya sama memakai abaya di-double dengan jaket tebal. Jadi rasanya tak begitu dingin. Tips agar tidak terasa sangat-sangat dingin adalah banyak bergerak. Nah, ternyata perjalanan dari bawah menuju puncak Gunung Dieng lumayan lama. Kira-kira Sekitar 30 menit. Jadi matahari sudah sedikit naik. Huhuu terlambaat... Tak apalah. Ini pengalaman pertama kali melihat matahari terbit langsung dari gunung.

Untuk outfitnya sendiri saya tetap bersikeras memakai dress panjang. Mungkin sebagian orang melihatnya merepotkan. Tapi tidak juga. Prinsip saya untuk berpakaian syar'i tak mengahalangi saya untuk melakukan segala aktifitas apapun, termasuk naik gunung. Kecuali apabila medan sudah tidak memungkinkan memakai dress, baru saya pakai celana. Tentunya dengan tops yang juga harus panjang hingga ke lutut. Saat memakai dress, di bagian dalam saya tambahkan dengan celana palazzo yang super lebar dibagian dalam abaya saya. Jadi ketika harus mendaki, saya angkat abaya saya untuk memudahkan melangkah. Semudah itu kok. Jangan lupa mengenakan alas kaki yang nyaman. Saat itu saya menggunakan sepatu converse - chuck taylor. Repot atau tidak repot sebenarnya ada di mind-set kita. Dan masalah kemauan untuk tetap menggunakan pakaian syar'i atau tidak.


Taraaa... Alhamdulillah. Akhirnya kami pun tiba di puncak Dieng. Setengah gelap karena matahari belum keluar dengan sempurna. Subhanallah... Begitu indah segala ciptaan-Mu ya Allah. Kalau ada yang bilang Negeri di Atas Awan, ya beginilah terlihatnya. Kita dapat melihat posisi awan yang hampir sejajar dengan kita. Bertafakur alam sudah menjadi bagian kebutuhan dari manusia untuk mengagungkan ciptaan Allah.
Dan banyak sekali tanda-tanda (Kekuasaan Allah) di langit dan di bumi yang mereka melaluinya, sedang mereka berpaling daripadanya. (QS. Yusuh (12): 105)
Seseorang yang melakukan tafakur terus menerus, maka ia akan menjadi kebiasaan yang baik. Hatinya khusyuk dan ia hanya akan merespon stimulus-stimulus positif dari lingkungannya karena adanya perasaan-perasaan yang bersumber dari tafakur tersebut.

Bagi kita yang tinggal di kota besar, tak ada salahnya liburan kita adalah mengunjungi wisata alam. Selain untuk refreshing pikiran, tafakur alam akan membuat kita semakin cinta kepada Sang Khalik. Karena yang kita lihat adalah bukti nyata dari ciptaan-Nya yang indah, yang tidak ada tandingannya.







My outfit:
Cala Scarf by KIVITZ
Eisa Crop Jacket (Purple) by KIVITZ
Qaila Abaya by KIVITZ

Wassalamu'alaikum

Thursday, 11 September 2014

New KIVITZ Abaya Series

Assalamu'alaikum

Autumn/Winter 2014 kali ini, KIVITZ mengeluarkan koleksi khusus abaya yang disebut K Abaya (KIVITZ Abaya) bertepatan dengan bulan Haji 1435 H. Ada 3 jenis abaya yang KIVITZ keluarkan, yaitu Qaila Abaya, Asadiyah Abaya Black, dan Asadiyah Black-Cream.


Asadiyah Abaya dibuat dengan dua pilihan warna yang berbeda, all black and black-cream. Model ini dapat digunakan dalam 2 cara style pemakaian, dikancing atau tidak dikancing. Ketika dikancing, bagian yang terlihat adalah hitam di bagian atas dan cream di bagian bawah. Jika tidak dikancing akan terlihat seperti memakai pakaian two pieces. Yang saya suka dari Asadiyah Abaya ini adalah terdapat hidden zipper dibagian kiri untuk memudahkan para ibu menyusui. Selain itu terdapat detail kantong dibagian kiri dan kanan.








Model kedua adalah Qaila Abaya. Dengan detail dua lipatan dibagian depan membuat abaya ini terlihat berbeda dari abaya pada umumnya. Perbedaan inilah yang membuat saya mencoba men-design abaya yang unik, lain dari yang lain. Bahan yang digunakan adalah woolpeach yang memang bahan khusus abaya. Model ini juga terdapat kancing di bagian depan, juga di-design untuk ibu-ibu yang menyusui.



The outfits:
Cala Scarf (Big size black) by KIVITZ
Asadiyah Abaya by KIVITZ
Qaila Abaya by KIVITZ

So, bagi yang ingin pergi ke tanah suci untuk umroh atau haji, abaya merupakan salah satu item wajib yang harus dibawa. Saya lebih suka menggunakan abaya dibanding pakaian putih-putih ketika ke tanah suci. Tidak transparan, mudah bergerak, dan mudah dipadukan dengan hijab model apapun, sehingga makin khusyuk ibadahnya tanpa memikirkan style yang berlebihan.

Wassalamu'alaikum

Monday, 8 September 2014

Tahira Top & Nafia Skirt

Assalamu'alaikum

Ada yang berbeda dari liburan kuliah saya kali ini. Saya memilih untuk berjalan-jalan sampai sekitar Jawa Tengah dengan mengendarai mobil. Tidak seperti biasanya dengan menaiki pesawat, ternyata menyisiri Pula Jawa dengan mobil adalah pengalaman yang baru bagi saya  dan sangat menyenangkan. Ditambah lagi, saya pergi bersama suami dan juga sahabat dekat saya yang juga pergi dengan suaminya. 

Memakan waktu yang cukup lama dengan mengendarai mobil, hampir sekitar 12 jam. Kota pertama yang kami singgahi adalah Purwokerto. Di sana beristirahat semalam, kemudian keesokan harinya saya berjalan-jalan di sekitar kaki Gunung Slamet. Wow! Padahal gunung ini sedang 'awas' karena ada tanda-tanda ledakan gunung meletus. Tapi Alhamdulillah, tak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan selama saya ada di sana. Tempat rekreasi yang saya datangi adalah Curug Gede Baturaden. Bermain air terjun dan harus jalan di bebatuan dengan outfit seperti ini? Siapa takut. Yang penting outfitnya memudahkan kita untuk bergerak, tidak sempit, dan menyerap keringat. Dan yang terpenting lagi adalah alas kaki harus nyaman, dan saya mengganti wedges ini dengan sepatu Converse Chuck Taylor untuk memudahkan melalui jalan yang berbatu. Haishhh....

Paginya ketika masih di hotel di Purwokerto, saya memakai Tahira Top berwarna hitam. Karena tertutup hijab, top yang saya kenakan tidak begitu jelas terlihat. Tahira top ini saya pergunakan sebagai atasan dasar atau yang biasa dikenal dengan Basic Top. Basic Top hitam memang paling mudah dipadupadankan dengan apapun. Maka untuk bawahannya, saya pilih Nafia Skirt berwarna merah yang berperan sebagai emphasis (fokus) pada tampilan kali ini. Tambahkan hijab bermotif agar tampilan tidak terkesan plain atau biasa-biasa saja. Scarf ini saya beli ketika berada di Malaysia. Karena tipis, jadi saya menambah Cala Scarf warna biru di dalamnya.







 My outfit:
Scarf by unbranded
Tahira Top by KIVITZ
Nafia Skirt by KIVITZ

Wassalamu'alaikum

Friday, 5 September 2014

My Favourite Glorious Moors

Assalamu'alaikum

Minggu lalu saya dan suami datang ke sebuah resepsi pernikahan di daerah Jakarta Timur. Pada kesempatan kali itu saya memakai padanan outift dari koleksi premium, Glorious Moors by Fitri Aulia, yang mana adalah koleksi yang saya tampilkan saat Jakarta Fashion Week tahun lalu. Dress tanpa lengan, Athira Dress yang terbuat dari bahan cerruti dengan teknik drapping ini dipadukan dengan Najwa Blazer yang terbuat dari songket Aceh dengan detail beading di ujung lengan. Untuk hijabnya sendiri saya selalui suka yang simple dan syar'i seperti ini. Selain untuk gaya casual, hijab style seperti ini juga bisa untuk formal. Menurut saya, karena outfit untuk special occasion sudah pasti ramai dan  penuh detail, jadi untuk menyeimbangkan penampilannya hijabnya pun dibuat sederhana. 

Outfit premium ini memang tidak ready stock. Koleksi Glorious Moors ini dibuat sesuai pesanan dan juga bisa disesuaikan dengan ukuran tubuh customer. Untuk yang ingin order, silahkan menghubungi salah satu Customer Care KIVITZ di sini.





My outfit:
Cala Scarf by KIVITZ
Najwa Songket Blazer by KIVITZ
Athira Dress by KIVITZ

Wassalamu'alaikum

Saturday, 30 August 2014

"Hijab Surgaku Hijab Syar'i Pilihanku" by Astra Gema Islami

Assalamu'alaikum

Hari Sabtu yang lalu, tanggal 23 Agustus 2014, saya diundang oleh para muslimah dari Astra Gema Islami (AGI) untuk mengisi talkshow dengan tema 'Hijabku Surgaku, Hijab Syar'i Pilihanku'. AGI adalah kegiatan keIslaman untuk para karyawan-karyawati Astra. Acara talkshow ini berlangsung di PT. Astra International Head Office di daerah Sunter, Jakarta Utara. Saya tiba di sana sekitar pukul 08.00 dengan ditemani oleh suami saya. Alhamdulillah, memiliki suami yang selalu senang menemanti dan mendokumentasi aktivitas saya, membuat saya semakin bersemangat :) Alhamdulillah juga, karena perjalanan pagi itu sangat lancar, yang biasanya kalau Depok yang bisa menghabiskan waktu yang lama karena jarak yang jauh. Tapi karena waktu itu weekend dan masih pagi, jadi belum banyak mobil keluar rumah, hehe...

Outfit yang saya pakai saat itu adalah Rashida Dress dipadu dengan Seva Blazer. Untuk mengisi talkshow seperti ini memang saya lebih suka dress up formal. Salah satu alasannya untuk menghormati acara tersebut. Kecuali apabila panitianya yang meminta saya menggunakan pakaian casual karena ada beberapa acara yang santai dan tidak terlalu serius. Nah, untuk event kali ini, saya memilih dress tanpa lengan di-mix dengan blazer yang saya sangat suka. Kedua item ini merupakan koleksi Eid Series 1435H yang lalu. Warnanya yang netral, membuat kita bisa menggunakannya selain Hari Raya. Jadi salah satu tips membeli baju lebaran adalah masih bisa digunakan di luar Hari Raya. Itulah yang menjadi konsep saya ketika men-design Eid Series :)

Sedikit mengulas mengenai Seva Blazer. Dari sisi depan, blazer ini nampak sederhana. Sedikit kelihatan lux karena ada beading (payet) dibagian ujung lengan. Tetapi ada surprise jika kita lihat bagian belakangnya, terdapat beberapa untaian peals yang menghiasi blazer ini. Untuk lihat detailnya silahkan dilihat pada link ini





Acara ini dimulai dengan menanyakan kegiatan saya sehari-hari. Alhamdulillah, saat ini saya hampir menyelesaikan kuliah fashion saya di Lasalle College, Jakarta. Jadi keseharian saya saat ini umumnya adalah mengurus rumah tangga, mengelola KIVITZ, mengikuti pengajian mingguan dan berolahraga. Beberapa kegiatan ini umumnya saya lakukan bersama suami. 

Setelah itu host nya, kak Elen mulai bertanya tentang konsep brand dan konsep rancangan saya di KIVITZ. Pertanyaan ini merupakan pertanyaan favorit yang paling suka dan sering saya jelaskan. KIVITZ sejak awal dibangun berdua bersama suami saya tepatnya setelah menikah, pada 10 Oktober 2010. Konsep brand KIVITZ adalah, "Syar'i & Stylish". 
Bermakna pada dua kata tersebut, Syar'i, bisa didefenisikan dalam 5 hal:

  • Tidak ketat
  • Melabuhkan hijab hingga menutup dada (karena itu KIVITZ memproduksi scarf 200cm X 75cm dan scarf 200cm X 150cm)
  • Tidak menyerupai lelaki (karena itu KIVITZ tidak memproduksi celana)
  • Tidak transparan
  • dan selalu memakai kaos kaki

Sedangkan Stylish dalam filosofi KIVITZ adalah, rancangan yang memberikan gambaran Muslimah Shalehah yang feminin, kuat, elegan dan mandiri. Oleh karena itu koleksi KIVITZ umumnya: 

  • Menggunakan warna-warni "bold", menyiratkan Muslimah yang kuat dan mandiri
  • Didesain dengan cutting yang kuat dan elegan, namun tetap feminin. 
Untuk brand Fitri Aulia yang merupakan brand premium saya, tetap memakai konsep yang sama yaitu Syar'i & Stylish, namun lebih dikhususkan kepada baju-baju pesta yang premium. Dengan tetap memakai warna-warni bold, namun dengan penambahan aplikasi Songket Aceh sebagai signature saya, yang juga adalah seorang wanita Aceh.  





Talkshow menjadi semakin menarik ketika beberapa audiens menanyakan bagaimana berpakaian yang Syar'i & Stylish ketika kita sedang berolahraga. Sebenarnya saya sendiri bersama suami adalah pasangan yang rutin berolahraga. Saya menyukai lari treadmill dan berlatih Zumba, di salah satu tempat olahraga di Depok. Ketika berolahraga ini biasanya saya memakai atasan kaos yang panjang hingga ke lutut. Lalu ditambah dengan celana panjang palazzo ataupun sejenis hareem pants di bawahnya. Lalu kenapa ada perkecualian dengan saya memakai celana ketika berolahraga? Karena ada beberapa olahraga yang pasti tidak memungkinkan untuk tetap menggunakan skirt. Seperti bersepeda, panjat gunung, dan lain-lain. Untuk itu bisa disiasati dengan memakai top (atasan) panjang hingga lutut. In Shaa Allah di lain waktu saya akan menampilkan blog post kegiatan saya berolahraga :)


Acara ini dilanjutkan dengan tutorial hijab Syar'i & Stylish dari KIVITZ



Bersama panitia Muslimah AGI (Astra Gema Insani)

Terima kasih banyak rekan-rekan Muslimah AGI, yang telah mengundang saya untuk menghadiri talkshow ini. Saya sangat terkesan dengan keramah-tamahan sahabat-sahabat baru saya ini. Semoga acara-acara semacam ini semakin memberi ilmu yang bermanfaat, dan mempererat ukhuwah kita antara sesama muslimah.

My outfit:
Cala Scarf Cream (Double) by KIVITZ
Seva Blazer (Eid Series 1435H) by KIVITZ


Wassalamu'alaikum