Wednesday, 27 August 2014

Flight from Senai Airport

Assalamu'alaikum

Sambil menunggu take off, saya sempat berfoto di boarding room Johor Bahru Airport. Masih dengan koleksi Claire's 50s, yang saya kenakan untuk situasi yang comfort dan casual. Saya memakai Shafir Dress yang terbuat dari bahan katun dipadukan dengan Hajjar Cardi yang terbuat dari bahan crepe. Sleeveless dress ini sangat nyaman dipadukan dengan Hajjar Cardi karena outer ini tidak tebal atau panas ketika dipakai, dan juga terlihat lebih stylish.

Untuk detail dressnya sendiri sebenarnya bisa dilihat pada link di sini. Terdapat lipatan dibagian depan dan kantung hanya di sisi sebelah kanan, sehingga memudahkan kita untuk menyimpan sesuatu. Opening system-nya adalah resleting di bagian belakang sehingga dress ini kurang sesuai jika digunakan oleh ibu menyusui.

Hajjar cardi saat ini menjadi salah satu best seller untuk koleksi Claire's 50s ini. Bahannya tidak tebal namun tidak transparant. Jadi sangat cocok dikenakan di daerah tropis seperti Jakarta atau Kuala Lumpur yang cuacanya lebih cenderung panas daripada dingin. Boleh tambahkan juga dengan belt yang terbuat dari bahan yang sama dengan Cardigannya. Bisa diikatkan di pinggang, bisa juga tidak. Tinggal disesuaikan dengan selera dan styling masing-masing.

Untuk hijabnya, pilihlah warna tambahan yang berbeda dari dress dan juga cardinya. Untuk itu saya memilih warna merah untuk kesan lebih segar. Dan saya pilih scarf yang bermotif agar tampilan tidak plain, karena setiap tampilan haruslah ada salah satu item fashion yang kuat sebagai statement atau titik berat penampilan.










My Outift:
Scarf by unbranded

Wassalamu'alaikum

Saturday, 23 August 2014

One day trip to Singapore

Assalamu'alaikum

Beberapa bulan yang lalu dan bertepatan dengan selesainya pengumpulan deadline tugas kuliah, saya diajak oleh suami saya untuk jalan-jalan. Sepertinya suami saya yang pengertian ini melihat saya terlalu sibuk dan perlu liburan. Akhirnya saya diajak suami ke daerah Johor Bahru, Malaysia untuk melihat Great Sale beberapa bulan yang lalu.  Saya belum pernah mengunjungi daerah ini sebelumnya,  karena kalau ke Malaysia biasanaya pasti hanya ke Kuala Lumpur atau paling jauh ke Genting atau Cameron Highland.

Pengalaman yang unik adalah ketika kami memutuskan untuk melakukan perjalanan Johor Bahru-Singapore dengan hanya menggunakan bus dalam waktu yang sangat singkat. Hmmm, waktu itu saya hanya punya sisa liburan 2 hari lagi, jadi kami memutuskan untuk menyebrang ke Singapore dan kembali ke Johor dalam sehari saja dan esoknya pulang ke Jakarta dengan pesawat. Semua info perjalanan Johor-Singapore kami peroleh dari internet. Awalnya agak bingung dengan sistem imigrasi di penghentian bus, tapi kalau sudah pernah coba ternyata sederhana.

Mula-mula dari hotel kami menggunakan taxi ke JB Central. JB Central merupakan area terminal bus di Johor. Setelah itu kami memilih bus untuk menuju Singapore. Tarifnya murah, hanya sekitar RM 2,2 kalau tidak salah. Baru sebentar naik bus, kira-kira hanya 3 menit kami diminta turun dari bus untuk immigrasi check untuk keluar Malaysia. Setelah itu melanjutkan perjalanan naik bus yang tadi kami naiki untuk menuju Singapore. Jangan membuang tiket yang kita beli diawal ya, karena biasanya akan diperiksa kembeli oleh petugas bus. Kalau sudah sampai terminal di Singapore siap-siaplah untuk banyak berjalan kaki dan jangan malu untuk bertanya kalau kita tidak mengerti. 

Akhirnya sampailah kita ke daerah Orchard Road yang memang kami hanya mau menghabiskan waktu di daerah ini. Jangan lupa untuk mencari makan siang yang halal di foodcourt Lucky Plaza. Entah kenapa, yang paling suka di daerah Orchard ini adalah Kinokuniya Book Store. Membeli buku-buku fashion impor yang berbeda dengan Kinokuniya Jakarta dengan harga yang jauh lebih murah dan lebih lengkap koleksinya. Jadi habislah saya berbelanja buku-buku, bukan produk fashion :)

Setelah puas berbelanja buku di Kinokuniya dan berjalan-jalan di pertokoan sepanjang jalan Orchard Road, sekitar pukul 18.00 saya kembali ke terminal bus Singapore untuk kembali menuju JB Central. Yes, petualangan baru buat saya dan suami. Berangkat pukul 12.00 dari JB dan kembali pukul 19.00 di JB. Seru!








My outfit:
Cala Scarf (double) by KIVITZ
Cardigan by unbranded
Hafi Dress (Blue) by KIVITZ

Wassalamu'alaikum

Thursday, 21 August 2014

Jade Dress

Assalamu'alaikum

Siapa yang kini suka dengan gaya simple? Siapa yang sudah malas mix and match beberapa item? Memang saat ini muslimah di Indonesia saya perhatikan sedang banyak yang menggunakan 1 helai pakaian untuk kesehariannya. Selain dilihat lebih modest dan simple, gaya seperti ini memang menghemat waktu berdandan. Lalu bagaimana tipsnya agar tetap tampil modis walau tidak mix and match pakaian? Berikut tipsnya.

  1. Pilih warna netral untuk salah satu item fashion. Bisa hijab, baju/abaya, atau tas.
  2. Padukan dengan item bermotif  untuk dipasangkan dengan item fashion sebelumnya. Jika baju sudah polos, pilihlah hijab yang bermotif.
  3. Tambahkan satu warna lagi misalnya pada aksesoris seperti tas atau sepatu untuk memberi kesan fresh dan tidak terlihat tua.

Nah, foto-foto berikut bisa menjadi gambaran simple style namun tetap fashionable. Saya memilih Jade Dress warna biru dipadukan dengan Cala Scarf polos warna hitam. Untungnya Jade Dress ini sudah ada motif di bagian atasnya, jadi hanya tinggal memilih scarf yang polos saja. Saya memilih outfit seperti ini karena saat itu saya hanya sedang berkumpul dengan teman-teman di salah satu mall.

Oia, Alhamdulillah sekarang saya sedang libur kuliah. In shaa Allah hanya tinggal satu semester lagi dan kemudian saya akan lulus dari sekolah fashion design ini. Pada umumnya, kalau punya teman atau keluarga yang sedang sekolah design, tugasnya pasti sangat berat dan memakan waktu yang lama, bahkan kita jadi susah punya waktu tidur. Belum lagi saya harus mengurus KIVITZ dan pastinya mengurus suami tercinta. Karena itu, doakan ya teman-teman. Semoga lancar sampai graduation nanti. Aamiin... 







My outfit:
Cala Scarf (Big Size) by KIVITZ
Jade Dress (Blue) by KIVITZ

Wassalamu'alaikum

Monday, 11 August 2014

Urban Chic

Assalamu'alaikum

Urban chic adalah istilah yang banyak dipakai beberapa pakar fashion. Namun, apa arti urban chic sebenarnya?

Urban chic adalah gaya berbusana yang elegan, stylish, dan mempunyai tempat tersendiri. Urban chic lebih banyak menampilkan gaya-gaya casual masyarakat perkotaan pada umumnya. Saat mix and match pakaian tidak perlu styling yang begitu rumit dan hindari menggunakan lebih dari 3 item fashion. 

Saya mengenakan outfit ini ketika sedang menghadiri suatu event di KL beberapa bulan yang lalu. Hanya tinggal memadukan dress tanpa lengan dari KIVITZ, yaitu Shafir Dress berwarna hitam ditambah dengan outer KIVITZ yang terkesan sedikit formal, yaitu Dania Jacket. Untuk pemilihan hijab, pilih scarf yang bermotif dengan warna yang masih dalam satu tone dengan outer atau dressnya. Kali ini saya memilih scarf viscose bermotif yang saya beli di Bugis Street, Singapore, beberapa waktu yang lalu. Untuk melengkapi penampilan, tambahkan kacamata hitam untuk menghindari sinar matahari langsung.








Bersama kak Lieta, sahabat saya di KL

My outfit:
Scarf by Bugis Street Market
Dania Jacket (Cream) by KIVITZ
Shafir Dress (Black) by KIVITZ

Wassalamu'alaikum

Sunday, 10 August 2014

Road to Solok: Beautiful Rice fields

Assalamu'alaikum

Sehari setelah merayakan Idul Fitri di kampung halaman, saya dan keluarga memutuskan berwisata ke daerah-daerah menarik di Sumatera Barat yang belum pernah kami kunjungi sebelumnya. Berhubung saat itu saya sedang di Sumatera Barat dan belum pernah ke daerah lain selain Kota Padang, Kota Bukittinggi, dan Kabupaten Pasaman, maka kami memutuskan untuk travelling ke daerah di selatan Sumatera Barat yang hampir berdekatan dengan Provinsi Jambi, yaitu Kabupaten Solok. Walau masih dalam satu provinsi, ternyata perjalanan dari Pasaman menuju Solok memakan waktu sekitar 7-8 jam. Ditambah saat itu sedang hari libur nasional. Akibatnya perjalanan agak terhambat lantaran kami terkena macet dibeberapa titik.

Saat memasuki Kabupaten Solok, kami melihat keindahan hamparan sawah yang begitu mempesona. Kami langsung berhenti sejenak dan turun dari mobil untuk mengambil foto. Tempat ini memperlihatkan landscape yang luar biasa indahnya. Ladang sawah yang luas dikelilingi oleh perbukitan dan gunung-gunung. Sejauh mata memandang tak hentinya saya mengagungkan kekuasaan Allah, Subhanallah. Oh iya, daerah ini merupakan asal dari lagu terkenal di Sumatera Barat yaitu 'Bareh Solok' yang berarti Beras Solok. Lirik lagunya mengenai betapa enak dan terkenalnya beras dari daerah ini. Ada yang tahu lagu itu? Bagi yang berasal dari Sumatera Barat pasti tahu lagu tersebut...








My outfit:
Cala Scarf (Double) by KIVITZ
Jalyla Dress (Black) by KIVITZ

Wassalamu'alaikum

Friday, 8 August 2014

Happy Eid Mubarak from Koto Tuo Village

Assalamu'alaikum

Eid Mubarak! Taqaballahu wa minna wa minkum.
Sebenarnya melalui blog post ini saya ingin sedikit berbagi mengenai makna ucapan saat Idul Fitri. Kalau yang kita semua tahu adalah 'Selamat Idul Fitri Minal Aidin Walfaidzin Mohon Maaf Lahir dan Batin'. Entah sudah berapa lama ucapan ini sangat umum di Indonesia. Namun ternyata ucapan ini kurang tepat.

Lalu, apa ucapan yang menjadi ajaran Rasulullah Saw. semasa hidup? Rasulullah Saw. ternyata telah memberi tuntunan agar ketika tiba bulan Syawal kita mengucapkan 'Taqabbalallahu minna wa minkum', yang artinya 'Semoga Allah menerima amalan aku dan kamu'. Dan menurut riwayat ucapan ini diberikan tambahan oleh para sahabat Rasulullah dengan kata-kata 'Shiyamana wa shiyamakum', yang artinya 'Puasaku dan puasamu'. Sehingga secara lengkap kalimat tersebut menjadi "Taqabbalallahu minna wa minkum, shiyamana wa shiyamakum"

Jadi sekali lagi ya, Taqabbalallahu minna wa minkum, shiyamana wa shiyamakum. Semoga Allah menerima amalan saya dan kamu, amalan puasa saya dan kamu :)





With my mother

Berbeda dengan Idul Fitri yang tahun-tahun sebelumnya, kali ini saya dan suami memutuskan untuk merayakan Idul Fitri di kampung halaman suami saya di desa Koto Tuo, Pasaman, Sumatera Barat. Lokasinya berada di ujung utara sumatera Barat, jadi cukup terpencil. Kebetulan mama dan papa mertua saya kali ini ingin berhari raya di sini, karena biasanya mereka merayakan Idul Fitri di Jakarta. Pengalaman yang baru bagi saya untuk berhari raya di sini. Tapi Alhamdulillah, di mana pun hari Idul Fitri pasti terasa menyenangkan. 

Ada perasaan ketika memandang sawah, gunung dan banyak pepohonan yang hijau terasa begitu nyaman, tenang, dan damai. Maklum, untuk yang tinggal di kota besar pasti kita kesulitan melihat pemandangan indah seperti ini. Karena yang biasa kita lihat adalah gedung-gedung tinggi, kemacetan jalan, dan asap polusi. Bersyukur juga memiliki kampung di sini dan bisa melihat pemandangan semacam ini.

Selain itu, tinggal di kampung membuat saya tak berambisi terlalu tinggi dalam menjalani hidup. Memang, punya ambisi untuk menjadi sukses itu sebenarnya wajar saja. Tapi ketika ambisi itu berubah menjadi rasa tamak dan egoisme, rasanya saya hanya ingin hidup apa adanya. Melihat anak-anak bahagia walau hanya bermain air di sungai, melihat ibu-ibu yang tertawa lepas tanpa beban walau rumahnya terbuat dari kayu, dan masih banyak lagi. Pemandangan yang jarang kita temui di ibu kota. Terlalu banyak pemandangan-pemandangan ketidakpuasan akan hidup padahal sepertinya semuanya telah dimiliki. Satu kesimpulan dari menjalani hidup bahagia adalah bersyukur kepada Allah swt atas semua yang telah diberikan-Nya. Alhamdulillah…

Pagi itu sebelum berangkat Shalat Eid, kami bersalaman dan saling memaafkan dengan seluruh anggota keluarga. Saya lalu berjalan menuju masjid terdekat sekitar pukul 07.00 bersama keluarga. Melewati sawah, rumah-rumah tetangga para sanak saudara. Shalat Eid-nya sendiri dimulai pukul 08.00. Usai shalat, kami kembali ke rumah dan menyantap sarapan pagi yang dibuat oleh mama. 

Welcome to Rumah Gadang Datuak Bagindo! ^.^







Surau Batu Mosque

Together with my husband

With my cousins

Rumah Gadang Dt. Bagindo



My outfit:
Cala Scarf (Double) by KIVITZ
Sarila Dress (KIVITZ Eid Series) by KIVITZ

Wassalamu'alaikum