Tuesday, 3 May 2016

Limited Floral Basic Umbrella Dress

Assalamu'alaikum

Jumat kemarin, tim KIVITZ melakukan sesi photoshoot untuk koleksi Eid Series 1437 H di daerah Kemang. Seperti biasa, untuk photshoot saya menggunakan outfit yang senyaman mungkin. Outfit ini saya kenakan usai sesi photoshoot, karena baju yang sebelumnya sudah berkeringat karena aktivitas photoshoot. Hehe... Dan setelah dari sini, saya juga harus menuju OMDC untuk kontrol behel bersama suami.



Outfit yang saya pakai ini adalah Floral Basic Umbrella Dress dari KIVITZ. Kali ini KIVITZ mengeluarkan koleksi Basic Umbrella dengan stok yang limited dengan motif floral. Hanya 20 pcs saja lho. Kalau kalian masih ingat dulu di awal berdirinya brand KIVITZ saya pernah mengeluarkan  beberapa dress dengan motif bunga-bunga. Memang itu sebenarnya motif yang saya sangat sukai selama ini, dan baru sekarang saya mengeluarkan dress dengan motif bunga-bunga kembali. Floral Basic Umbrella dengan potongannya yang lebar menjadikan penampilan saya terlihat fresh dengan mengenakan  dress ini.

Dress ini tidak dijual secara ready stok, namun melalui sistem PO karena bahannya yang terbatas. Dress ini kini jadi favorit saya karena modelnya dan motifnya yang terkesan feminin. Karena baju ini sudah full motif, jadi pilihlah hijab yang polos. Bisa pashmina atau square hijab. Kalau pada outfit yang saya kenakan ini, saya menggunakan square hijab dari bahan crepe yang sebentar lagi juga akan ready di KIVITZ. In syaa Allah :)




With my husband at OMDC

My outfit:
Square Scarf (maroon) by KIVITZ
Limited Floral Basic Umbrella Dress by KIVITZ

Wassalamu'alaikum

Sunday, 1 May 2016

Go Glam Experience

Assalamu'alaikum

Hari Kamis yang lalu, kebetulan saya punya waktu kosong. Tidak ke kantor ataupun meeting di luar rumah. Jadi saya putuskan untuk memanjakan diri dengan merawat tubuh. Saya terpikir untuk menggunakan jasa aplikasi internet yang sedang trend, Go Glam. Penasaran juga sih dengan jasa perawatan tubuh yang ditawarkannya. 

Sekitar pukul 08.00 pagi saya memesan jasa creambath terlebih dahulu melalui aplikasi Go-Jek ini. Ada berbagai jenis creambath namun saya memilih yang paling standar, hanya cuci dan blow. Kemudian saya meminta talent untuk hadir jam 10.30 siang. Berbeda dengan jasa untuk ojek, untuk Go Glam ini kita harus memesannya minimal satu jam sebelumnya. Sebelumnya kita bisa memilih talent yang diinginkan kemudian akan dihubungi oleh pihak Go Glam, apakah talent tersebut available. Saya memberi informasi yang sangat detail untuk pemilihan talent, karena pastinya sebagai Muslimah, saya tidak mau kalau talent yang available  Adalah laki-laki. Oh ya, harga untuk creambath standard adalah Rp 80.000,-.

Setelah order untuk jasa creambath, saya lanjutkan untuk order untuk manicure and pedicure. Ternyata kita tidak bisa menggunakan satu talent untuk 2 perawatan yang berbeda. Oleh karena itu kita akan menerima 2 talent untuk 2 perawatan, karena menurut customer service yang saya hubungi, setiap talent mempunyai skill di bidang yang berbeda-beda. Jadilah untuk mani-padi saya order untuk jam 12.30 siang. Harganya adalah Rp 115.000,-.

Sebelum pukul 10.30, sang talent SMS saya kalau dia datang agak telat karena ban motor yang mengantarnya mengalami kebocoran. Oleh karena itu dia tidak bisa datang on time. Sepertinya setiap talent Go Glam ini diharuskan datang on time dan kalau tidak bisa datang on time harus mengabari yang memesan. Keren kan! Pasti banyak yang penasaran ya, gimana caranya creambath di rumah? Awalnya kita akan dikasih kemben. Selanjutnya, kita hanya membutuhkan tempat duduk yang nyaman untuk duduk, tidak dikasih alas duduk pun tidak apa-apa. Karena saat creambath tidak ada air yang jatuh-jatuh juga ke tempat duduk. Setelah proses creambath selesai, kita harus menyiapkan air hangat  (bisa dari dispenser ataupun masak air dulu) untuk handuk panas di kepala kita. Sambil menunggu rambut selesai dihangatkan, kita juga di-massage di bagian bahu juga punggung. Setelah itu rambut kita dibilas di kamar mandi kita. Kebetulan, talent saya ini belum kebagian wash basin (sejenis tempat untuk cuci rambut), jadi saya dan talent harus ke kamar mandi untuk membilas rambut dan shampo-an. Kemudian ditutup dengan pengeringan rambut tanpa blow. Kurang lebih untuk proses creambath ini memakan waktu 1,5 jam.

Selesai creambath, pas sekali azhan zuhur. Kemudian saat mengambil wudhu untuk shalat, ternyata talent untuk mani-pedi sudah datang. Wow! Sebelum jam yang dijanjikan, dia sudah tiba di rumah saya. Sambil menunggu saya shalat, dia mempersiapkan dulu segala peralatannya. Jangan lupa untuk menyiapkan air hangat untuk merendam kaki dan tangan kita. Proses awalnya adalah pedicure terlebih dahulu. Kaki kita direndam di tempat yang sudah dia bawa, bentuknya seperti baskom besar. Seperti pada meni-pedi umumnya, kuku kita dipotong terlebih dahulu, dikikir kemudian di-buffer. Kurang lebih proses ini memakan waktu 2 jam.

Alhamdulillah, menurut saya jasa Go Glam ini bagus dan bermanfaat sekali. Keuntungannya adalah kita tidak perlu ke luar rumah untuk menuju salon. Hanya tinggal duduk manis depan ruang santai (bisa sambil nonton tv) lalu tubuh kita sudah selesai dirawat.

Thank you Go Glam, see you on the next treatment ;)






My outfit:
Michelia Dress (Maroon) by KIVITZ

Wassalamu'alaikum

Saturday, 30 April 2016

KIVITZ Black and Red Statement

Assalamu'alaikum

Selalu senang rasanya kalau mendapat undangan gathering dari teman-teman satu profesi. Kali ini undangan datang dari teman-teman di Bandung. Saya bela-belain pergi ke Bandung hanya untuk acara gathering ini karena pasti akan banyak teman yang hadir dan saya bisa silaturahim dengan mereka. Alhamdulillah saat itu tidak di waktu weekend jadi jalanan tidak begitu macet. Saya dan suami jalan dari pagi untuk bisa sampai Bandung sekitar pukul 10.00 pagi. Urusan kantor saya serahkan kepada tim saya di Depok.




Outfit yang saya kenakan siang itu adalah dress warna maroon dengan potongan loose and flare yang sudah menjadi signature desain saya dari awal berdirinya KIVITZ di tahun 2010 yang lalu. Walau sekarang sudah banyak yang menggunakan potongan ini, namun saya sangat menjaga kualitas produk. Tidak boleh pelit bahan demi menghemat biaya produksi, arah serat bahan juga harus searah, dan kualitas jahitan juga tidak asal-asalan. Karena saya sangat ketat untuk proses quality control. In syaa Allah semuanya demi menjaga kepuasan pelanggan yang menggunakan produk KIVITZ. Jadi teringat beberapa customer yang curhat langsung ke saya mengenai perasaan mereka menggunakan dress KIVITZ. Kebanyakan dari mereka mengatakan merasa seperti princess karena jatuh di badannya itu sangat enak. Alhamdulillah...

Kembali lagi tentang outfit yang saya kenakan ini. Untuk paduan basic A-line dress ini, saya gunakan long outer selutut berwarna hitam untuk memberi kesan semi formal. Hal ini sebagai ungkapan rasa  formalitas saya terhadap acara yang sedang diselenggarakan ini. Menariknya, kalau kita selesai dari acara ini, long outer bisa dilepas agar lebih santai. Perpaduan warna merah dan hitam jika dikenakan bersamaan memang selalu bisa menjadi statement dalam penampilan kita.



My outfit:
Unbranded Scarf
Basic A-Line Dress (Maroon) by KIVITZ
New Halia Outer (Black) by KIVITZ



Wassalamu'alaikum

Friday, 29 April 2016

Elegance in Simplicity

Assalamu'alaikum


Simplicity is the keynote of all true elegance - Coco Chanel


Teringat akan sebuah quote dari Coco Chanel di atas. Quote ini memang sesuai sekali dengan kepribadian saya yang suka tampil simple namun tetap anggun. Kesan anggun di sini bukanlah sesuatu yang dibuat-buat, Mungkin tanpa disadari pemilihan item fashion saya membawa kepada kesan anggun, dikarenakan saya suka memakai dress yang megar dan menggunakan heels dengan tinggi 5cm untuk keseharian. Selain itu saya juga suka dengan hijab style yang terkesan old school, dan tas yang classic.

Waktu itu saya sedang ada photoshoot di daerah Cawang untuk koleksi Fitri Aulia. Karena saya sedang tidak ingin terlalu mix & match yang terlihat layering (menumpuk-numpuk baju), maka saya memilih dress yang walaupun simple namun ada sedikit detail di bagian pinggangnya. Saya cukup nyaman dengan penampilan yang hanya sehelai dress saja. Tips untuk membuat tampilan yang menarik walau hanya dengan mengenakan dress saja adalah memilih hijab bermotif untuk mengimbangi dress-nya yang polos (plain). Ada kalanya kita memang akan bosan dengan mix and match. Maka tidak ada salahnya juga kalau tampilan kita biasa-biasa saja. Karena yang biasa-biasa saja itulah yang membuat kita elegant :)



My outfit:
unbranded scarf
BAsic A-line Dress (grey) by KIVITZ

Wassalamu'alaikum

Thursday, 28 April 2016

Fitri Aulia 'Nighttide Alteration' for Noor Magazine

Assalamu'alaikum

Terkait dengan majalah Noor edisi Muslim Lifestyle Issue (Fashion Trend) 2016 pada edisi Maret 2016 lalu, isu yang dibahas adalah empat poin hidup muslimah yang juga terkait dengan fashion yang termasuk di dalamnya adalah busana muslim, aksesori, make up, dan warna di tahun 2016. Konsep di edisi Muslim Lifestyle Issue ini terinspirasi dari realita gaya hidup muslimah kebanyakan. Salah satunya adalah bagaimana muslimah dapat menghargai diri sendiri atas jerih payah yang sudah dilakukan. 

Self Esteem atau memberi hadiah istimewa untuk diri sendiri adalah tema pemotretan kali ini. Gaya hidup muslimah di kota besar seringkali menginginkan penghargaan untuk diri sendiri, dengan sesekali membeli barang-barang yang mewah untuk kepuasan pribadi. Hal ini biasanya dilakukan setelah seseorang melakukan heavy rotation dalam pekerjannya. Namun, sebaiknya gaya hidup semacam ini dilakukan secara bijak.

Dua evening gown dari koleksi brand Fitri Aulia ini adalah representasi dari bentuk pemuas kebutuhan muslimah untuk tampil secara sophisticated. Valdivian Dress dan Monteverade Dress ini adalah koleksi yang ditampilkan saat Jakarta Fashion Week 2016 di bulan Oktober yang lalu. Dari tahun 2012, koleksi Fitri Aulia sudah mengangkat songket Aceh sebagai salah satu ciri khas dari koleksinya. Tidak hanya songket Aceh, pada setiap piece-nya juga ada sentuhan detail payet (beads) dengan dominiasi warna gold. Dengan cutting-an yang tetap loose tidak ketat dan tidak membentuk lekuk tubuh, diharapkan setiap muslimah bisa tampil mewah namun tetap syar'i.




 The outfit:
Valdivian Dress by Fitri Aulia


The outfit:
 Monteverade Dress by Fitri Aulia

Wassalamu'alaikum

Wednesday, 27 April 2016

Hijab Dept. Launching Event

Assalamu'alaikum

Bisnis fashion hijab di tanah air semakin tumbuh dan berkembang di tengah pasang surutnya perekonomian nasional. Hingga di tahun 2016 ini, fashion hijab terus melahirkan desainer-desainer baru yang siap bertarung di kancah industri mode. Hal ini bisa dilihat dari panggung Jakarta Fashion Week 2016 lalu yang hampir 70 persennya adalah desainer muslim atau yang lebih dikenal dengan istilah modest wear.

Melihat peluang ini, teman saya Dian Permata selaku inisiator mengajak saya dan beberapa teman sebagai manajemen, sepakat untuk menggabungkan beberapa desainer yang mempunyai orisinalitas ke dalam sebuah butik busana muslim yang diberi nama Hijab Dept. Butik yang bertempat di lantai 4 fX Mall ini terdiri dari 35 label baik pakaian maupun aksesoris asli Indonesia. Tak hanya berorientasi pada bisnis semata, Hijab Dept. juga kompak sebagai ruang kreatif dalam mengembangkan kemampuan para anggota. Mungkin ini adalah salah satu pembeda Hijab Dept. dengan muslim store yang lainnya. Dimana ada komunitas juga di dalamnya (red: Komunitas Perancang Mode Muslim Muda Indonesia (KRAMMI)). Melalui KRAMMI, kami akan mengadakan banyak kegiatan positif dimana skill anggota akan terus dibina.





Jangan salah, untuk masuk ke dalam Hijab Dept. ini bukan hal yang mudah. Sebelum bergabung, Hijab Dept. mengadakan kurasi yang dimulai akhir tahun 2015 lalu. Sedangkan untuk pemilihan warna, model dan keseluruhan konsep rancangan diserahkan pada masing-masing brand untuk membuat suatu koleksi, yang pastinya harus sesuai dengan DNA brand tersebut.

Untuk dekorasi butik, Hijab Dept. lebih didominasi warna-warna terang. Nuansa hangat akan langsung menyambut para pengunjung sehingga membuat nyaman untuk berbelanja. Ditambah dengan cermin-cermin besar yang ditempel di berbagai sudut ruangan, yang semakin mempermudah calon membeli untuk memadu-padankan pakaian.

Alhamdulillah, KIVITZ  mempunyai stockist terbarunya di Jakarta. Walau masih di mall yang sama, namun butik ini memiliki perbedaan dengan yang sebelumnya. Hampir keseluruhan brand di sini menjual pakaian ready to wear, cocok sekali dengan koleksi dari KIVITZ. Kala itu, Hijab Dept. mengadakan soft opening dengan mengadakan tenant gathering di sesi pertama untuk berdoa bersama, kemudian media gathering di sesi kedua. Kebetulan saya ditunjuk sebagai host untuk acara soft opening ini. Pengalaman baru buat saya.

Sekian postingan saya kali ini. Silahkan berkunjung ke stockist terbaru dari KIVITZ. Semoga bisa merasakan atmosfir berbelanja yang berbeda dari yang sebelumnya :)





My outfit:
Square Scarf by KIVITZ
Mona Abaya by KIVITZ

Wassalamu'alaikum