Showing posts with label Fitri Aulia Story. Show all posts
Showing posts with label Fitri Aulia Story. Show all posts

Monday, 22 October 2018

#FitriMulkyIkhtiar

Assalamu'alaikum,

Setelah sekian lama tidak menulis blog, karena kesibukan mendesain di KIVITZ, akhirnya kali ini aku mau menulis lagi. Pokoknya aku kekeuh banget, kali ini harus nulis! Hehe... Soalnya tulisanku tentang operasi lasik waktu itu booming banget, bahkan sampai sekarang masih ada yg suka DM aku ke Instagram untuk menanyakan tentang operasi lasik yang pernah aku jalani. Oleh karena itu, aku pengen banget berbagi cerita ke kamu semua tentang perihal yang satu ini.

Aku berharap ceritaku kali ini bisa menginspirasi kalian. Atau seenggaknya, memberi gambaran akan cerita lain di luar sana. Yang pastinya, bisa membuat kita lebih bersyukur akan hidup kita saat ini.

Oke, langsung aja ya...

Mungkin ini pertama kalinya aku mau ceritain pengalamanku untuk mendapatkan buah hati. Bukan karena ngerasa tabu, tapi lebih kepada, memang dari dulu aku belum serius untuk program ini. Salah satu alasannya aku pengen fokus ke bisnisku dulu, merapihkan dan pengembangannya. Tapi kalau dipikir-pikir, mau sampai kapan? Usia kita kan terbatas. Hehe. Yaa, semoga saja, kalau sudah ditulis kayak gini, aku jadi nambah semangat untuk menjalani semua programnya. Doa'in yaa...

Berawal dari memasuki tahun 2018 yang lalu, dimana tahun ini aku akan masuk ke usia 30 tahun. Akhirnya aku kepikiran untuk serius program ikhtiar memiliki keturunan. Jadi di bulan Januari, tepatnya di haid hari kedua, aku kembali lagi ke dokter yg ada di RS Bunda Margonda. Dengan dr. Mira SpOg lebih tepatnya. Pengecekan kali itu didapati bahwa aku ada kista sebesar 6 cm. Hmmm... Baru tau lho aku ada kista. Padahal aku terakhir cek dalam itu bulan September 2016, dengan dokter yang sama, dan hasilnya tidak ada sama sekali vonis tentang diriku. Pokoknya semua aman-aman aja kata dokter kala itu. Makanya pas dokter bilang ada kista 6cm di bagian sebelah kanan, aku agak kaget juga sih. Cepet banget ya dia muncul. Dalam setahun ngga ke dokter, udah ada aja kistanya. Gede pula itu 6cm.



Setelah tes darah di laboratorium, aku harus balik lagi ke dokter di hari ke-12 dengan sudah membawa hasil dari lab, hasil HSG, dan cek sperma suami. Kalau menurut dokter, Alhamdulillah ngga ada indikasi yang membahayakan kalau dilihat dari hasil laboratorium. Kalau hasil HSG, memang di HSG kali ini, di gambarkan dengan adanya saluran yang kurang lancar di bagian kanan. Jadi dari ini semua, bisa disimpulkan bahwa kista yang ada di aku ini menghambat terjadinya kehamilan.

Memang, walau dibeberapa kasus, kista ini tidak membahayakan, bahkan ada yang tetap bisa hamil dalam kondisi punya kista. Mungkin saja kista tersebut tidak menghalangi terjadinya pembuahan. Cuma kalau kasusnya di aku, yang sudah 8 tahun belum ada keturunan, mungkin saja kista ini adalah penyebabnya. Jadi di hari ke-12 ini dokter langsung menyarankan aku untuk langsung tindakan operasi laparaskopi minggu depannya.

Tapi, aku ngga seketika itu langsung daftar tindakan operasi di RS Bunda Margonda, karena aku pengen aja ngecek ke RS lainnya. Kebetulan aku punya tante yang jadi kepala bidan di RS YPK Mandiri, Menteng. Jadi di haid bulan Maret, aku mencoba peruntungan baru dengan mendaftar ke SpOg yang ada di YPK Mandiri, Menteng, pastinya dengan dibantu tanteku untuk pendaftarannya, sehingga ngga ada proses antri sama sekali. Hehe...

Ternyata, di dokter ini pun hasilnya sama. Bahwa benar ada kista di bagian kanan sebesar kurang lebih 6 cm. Oke, dari sini aku makin yakin untuk menjalani operasi laparaskopi. Tapi berhubung aku punya asuransi kesehatan, akhirnya aku konsul dulu sama agen asuransiku mengenai operasi ini. Dicover atau tidaknya dan apakah sistemnya hanya memberi kartu atau reimburse.

Setelah ditelisik, asuransi kesehatanku bisa mengcover operasi ini. Tapi masalah pembayaran dilihat juga dari RS-nya, rekanan atau bukan. Kalau rekanan, berarti sistemnya hanya memberi kartu, tapi kalau tidak rekanan, sistemnya reimburse dengan pengembalian kurang lebih 1-2 bulan dan sesuai dengan nilai manfaat yang aku ambil dari asuransi.

Nah, dengan pertimbangan ini semua, akhirnya aku memutuskan untuk program di RS Bunda Margonda saja yang jelas-jelas sudah rekanan dengan asuransiku. Dengan harapan aku ngga perl pusing lagi mengenai pembayarannya karena semua akan ditanggung oleh asuransiku. Oia, buat yang penasaran dengan asuransi kesehatanku, aku ambil di Prudential Syariah dengan premi Rp 1.000.000,-, dengan sistem unit link.

Oke, kayaknya sekian dulu cerita awal #FitriMulkyIkhtiar kali ini. Sampai ketemu lagi di postingan selanjutnya.

Wassalamu'alaikum

Love,
FitriAulia

Sunday, 17 December 2017

Aksi Bela Palestina 17.12.17

Assalamu'alaikum

Tidak ada satu pun agama yang membenarkan apa yang sedang dilakukan Israel saat ini. Anak-anak yang tak berdosa, orang tua-orang tua, wanita-wanita ikut menjadi korban. Bagaimana pun juga ini adalah perbuatan terkutuk, wajib untuk muslim yang beriman kepada Allah untuk menyatakan bahwa ini adalah bathil.

Yang punya kekuasaan, pakailah kekuasanaan yang dipinjamkan Allah untuk membela kemerdekaan Palestina. Yang punya kelebihan harta, tolonglah untuk hamba-hamba Allah yang ada di sana.

Saudaraku yang datang pada hari Minggu yang lalu, dalam keadaaan bersusah payah, hari libur, tapi kau manfaatkan untuk menolong saudaramu. Ini adalah bukti cinta kita kepada saudara-saudara kita yang sedang berada di sana.

Mungkin ada sebagian orang yang bertanya: Mengapa mereka tidak tinggalkan saja Palestina? Karena ada janji yang tidak mungkin diingkari.
Mereka ingin mati sebagai syahid.
Mereka tidak akan merasakan sakitnya sakaratul maut.
Mereka tidak akan merasakan azab kubur.
Mereka tidak akan dihisab masuk ke dalam surga Allah.
Bukankah itu cita-cita tertinggi dari kaum muslimin?

Kita tidak pernah kasihan terhadap apa yang mereka lakukan. Yang perlu dikasihani adalah diri kita. Kita yang kasihan melihat diri kita yang tidak pernah ada rasa peduli terhadap mereka.

Siapa yang tak peduli dengan keadaan saudaranya sesama muslim, tak layak ia berkata: 'wa ana minal muslimini". Tatk layak ia berkata: "hanifan musliman". Maka saat ini kita tunjukkan kepedulian kita kepada saudara-saudara kita. Apapun yang bisa diberikan kepada mereka, kita berikan.








Wa'alaikumsalam

Friday, 1 September 2017

Istri yang Butuh Me Time

Assalamu'alaikum

Akhir bulan Agustus yang lalu, saya pergi ke Malaysia dengan dua orang teman, Suci Utami dan Nalia Rifika alias Apika. Ini perdana saya pergi keluar rumah, menginap, keluar negeri, sama teman-teman, bukan sama suami. Apa rasanya? Happy-lah pastinya. Melakukan kegiatan yang belum pernah dilakuin sebelumnya.


Sebenarnya saya juga mendadak merencanakan perjalanan ini. Awalnya Suci dan Apika yang terlebih dulu janjian untuk ke Kuala Lumpur berdua. Tapi mendengar kabar mereka mau pergi ke Kuala Lumpur tanpa suami-suami kok seru ya. Akhirnya saya memberanikan diri untuk meminta izin, dan Alhamdulillah dibolehin. Ishhh, berasa jadi gadis mau jalan-jalan sama teman-temannya.

Perjalanan ini cukup singkat, hanya menginap satu malam saja. Tapi buat kami, itu pun sudah cukup untuk bisa keluar dari rutinitas kami sehari-hari.

Jum'at, 25 Agustus 2017
Perjalanan ini dimulai dari dini hari, bahkan dari sebelum Subuh. Kami berangkat dengan memakai maskapai Air Asia, Rp 1.500.000 untuk biaya pulang perginya. Saya memilih maskapai ini karena Suci dan Apika sudah booking terlebih dahulu, jadi saya ikut-ikut saja. Untuk berangkat, no bagasi dan dengan makan. Untuk pulang, dengan bagasi dan tanpa makan. Jadwal keberangkatan pukul 05.30. Dari malam kita bertiga sudah tidak sabar untuk liburan bareng. Jam 23.00 masih saja chattingan. Jam 03.00 pagi saya sudah bangun dan 03.30 sudah berangkat ke bandara dengan diantar suami tercinta.



Alhamdulillah, tidak ada adegan aneh-aneh selama perjalanan ke Kuala Lumpur ini. Semua berjalan dengan smooth. Cuma harus antri agak panjang ketika sampai di imigrasi Malaysia. Berasa mau umroh antriannya :D

Setelah urusan imigrasi selesai, kami langsung memesan taksi untuk selanjutnya menuju hotel tempat kami menginap. Untuk urusan pesan memesan taksi, saya serahin ke Suci. Jujur saja, saya tidak tahu proses order taksi dari bandara ke tempat tujuan karena selama saya ke Kuala Lumpur selalu dijemput kakak ipar atau teman dekat saya. Dapat ilmu baru deh jadinya.

Kami menginap di Wolo Hotel, yang terletak di pertigaan Jalan Bukit Bintang. Kami memang memilih hotel yang lokasinya strategis, dekat dengan mall-mall yang memang jadi incaran kami semenjak dari Jakarta. Tujuan jalan-jalan ini memang lebih kepada window shopping ke mall-mall kece di Kuala Lumpur. Setelah urusan titip koper di hotel selesai, kami langsung ke lokasi pertama, Pavilion. Oia, yang serunya lagi, Apika buka jastip untu make up dan skincare. Karena harga-harga di Kuala Lumpur memang lebih murah dibanding di Jakarta. Jadi di Pavilion ini kami ke beberapa toko kosmetik dan drugstore untuk melihat-lihat harga yang mau dibuat jastip tersebut. Haha... Sepanjang perjalanan Apika sibuk banget foto-fotoin harganya, umumin harga jastip di instagramnya dan menunggu orderan. Sementara saya dan Suci kayaknya lebih ke menemani keliling-keliling saja.



Waktunya makan siang, pilihan kami jatuh ke Nando's. Favorit kita semua ketika di Kuala Lumpur. Dan ada info baru lagi nih. Restoran yang tadinya berada di ground floornya Pavilion Mall sudah pindah ke jalan penyambung Farenheit dan Pavilion. Sudah kelaparan dan pas tahu Nando'snya udah ngga ada di situ tuh jadi hampir hilang arah. Halah... Tapi berkat nanya-nanya petugas di sana, akhirnya kita berhasil menemui lokasi baru Nando's di Pavilion ini.



Lagi-lagi, saya kurang paham urusan detail makanan. Jadi saya pilih aja mirip menu Suci tapi pakai kentang goreng. Dan seketika suasana jadi sunyi senyap ketika makanan datang karena kami sudah kayak orang kelaparan. Haha...

Selesai makan, kami balik ke hotel untuk masuk ke kamar hotel. Karena tadi pagi kami belum boleh masuk karena memang belum jamnya check in, jadi hanya titip koper saja. Sesampainya di hotel, kami pun mandi-mandi untuk selanjutnya ke mall berikutnya, yaitu KLCC, untuk anterin Apika ke toko-toko (lagi) dan foto-foto sekitaran twin tower. Dan kali ini kita semua lagi pakai #kivitzlimitedscarf dari KIVITZ.


Malamnya kami diajak Suci bernostalgia ke daerah Sunway, tempat Suci dan suaminya dulu sempat tinggal. Kali ini kita pilih naik MRT. Seru juga keliling-keliling pakai ini. Sambil nyobain transportasi massal yang juga akan dibuat di Jakarta. Untuk makan malam kita pilih Sushi Zanmai yang katanya rasanya lebih enak dari Sushi Tei. Lagi-lagi, lidah ini memang ngga peka sama makanan. Jadi menurut saya rasanya sama saja. Haha, dasar ngga doyan makan, begini nih!

Pulang-pulang sudah tengah malam, dan badan ibu-ibu ini tidak seperti dulu. Mulai pegel-pegel. Yah, langsung berasa tua hahaha.... Tapi sebelum pulang dari mall, kita beli samyang untuk challenge di hotel. Mau tau siapa pemenangnya? Yah, saya dong. (Hahaha... Ceritanya bangga) Ketika setiap makanan saya jarang banget abis, giliran makan samyang, abis duluan dan ngga kepedesan. Tepuk tangan buat sayaaa....

Sabtu, 26 Agustus 2017
Hari berikutnya, kita ngga banyak foto-foto. Karena dari mulai bangun saja sudah telat, belum beres-beres untuk check out, belum pula beli jastipnya Apika. Hahaha. Jadilah hari terkakhir kita lebih banyak jalan keliling, paling cuma instastory doang yang ngga pernah ketinggalan.

Pentingnya Me Time untuk Istri dan Ibu

Ayooo, adakah di sini yang lagi perlu me time? Menurut saya, me time itu sangat penting. Mengabaikan kebutuhan ini hanya akan menjadi bom waktu. Tidak ada salahnya kita sebagai wanita, baik menjadi istri, ibu, karyawan, memanjakan diri atau menikmati kesendirian, terbebas dari rutinitas sehari-hari mengurus suami atau anak-anak. Kalau hal ini diabaikan bisa menyebabkan stres, uring-uringan, atau pun memasang muka cemberut kepada suami. Dan paling fatal adalah mengalami depresi.

Dibanding ibu yang bekerja, yang masih keluar rumah dan bertemu teman-temannya, jalan-jalan, dan melakukan pekerjaan yang disenangi, ibu penuh waktu atau full-time mom atau stay-at-home mom, lebih membutuhkan me time. Mereka bisa dikatakan 24 jam sehari, 7 hari seminggu, menghadapi anak-anak, lengkap dengan segala problematikanya.

Butuh me time bukan berarti mengesampingkan kodrat kita sebagai seorang istri atau ibu. Ini hanya sebentuk penyeimbang agar si istri atau ibu juga terpenuhi kebutuhannya. Kebutuhan untuk beristirahat dan menyegarkan diri agar kembali bersemangat menjalani rutinitas. Orang kantoran saja butuh waktu libur, kenapa istri atau ibu rumah tangga tidak?

Istri dan ibu yang sehat secara psikologis, tidak stres, bahagia, tentu akan membuat seluruh keluarga ikut berbahagia. Hubungan suami dan istri, atau hubungan antara ibu dan anak juga akan bahagia. So, jangan takut untuk meminta me time ke suami kita. Dan me time tidak harus ke luar negeri. Bisa dengan ke salon, atau belanja ke mall seorang diri. Suami yang baik pasti paham hal ini.




Sampai ketemu di me time selanjutnya Suci dan Apika :*

Wassalamu'alaikum

Saturday, 19 August 2017

Enjoy Jakarta!

Assalamu'alaikum

Hari ini saya lagi 'random' sekali pikirannya. Dan saya mau sharing tentang tinggal dan menjalani hidup di Ibukota Negara Republik Indonesia. Anw, Dirgahayu Republik Indonesia ke-72!

Menjalani hidup di Jakarta, buat saya susah susah gampang. Jakarta yang bisa dibilang menjadi pusat kehidupan di Indonesia, menjadi daya tarik setiap orang untuk bisa tinggal dan mencari pekerjaan di sini. Beruntungnya, orang tua saya sudah lama hijrah ke Jakarta. Hal ini semakin mempermudah saya dalam mengembangkan segala potensi yang saya miliki.

Sebelum akhirnya saya memutuskan untuk berbisnis setelah lulus dari Administrasi Niaga FISIP UI 2010 yang lalu, saya pernah mengalami namanya bermacet-macetan di Ibukota Jakarta tercinta ini.

Waktu itu saya sedang menyelesaikan program magang di salah satu bank syariah di daerah Sudirman. Jadi mau tidak saya harus bolak balik Depok - Sudirman setiap hari. Hal ini makin meyakinkan saya kalau profesi saya nanti tidak berada dalam rutinitas ke kantor, apalagi yang lokasinya nan jauh di sana. Oh No... Bisa dibayangkan? Saya harus berangkat pukul 05.30 dan sampai rumah 19.30 setiap harinya. Padahal waktu itu masih tahun 2009, tapi macetnya Jakarta sudah bikin pusing. Apalagi saat ini, ya kan? Saya merasa waktu saya habis di jalan dan saya tidak bisa mengerjakan pekerjaan yang lainnya. Kurang lebih bisa menghabiskan waktu 3 jam untuk sekali perjalanan. Hufffttt...

Tapi sekarang kondisinya jauh berbeda dan saya sangat mengsyukuri pekerjaan saya sekarang ini, sebagai fashion designer dan business owner dari salah satu brand busana muslim. Buat saya, kita bebas memilih profesi kita, kita bebas menentukan masa depan kita, tanpa terpaku kalau mau jadi orang sukses harus jadi pekerja di Sudirman.. Haha... Itu mind set saya dan teman-teman kuliah saya pada jamannya. Mungkin bisa dibilang kita harus bisa menjadi Hidup Tanpa Batas. Tidak ada halangan yang berarti untuk mengembangkan potensi yang kita milki untuk bisa bermanfaat buat orang banyak. Itulah salah satu alasan mengapa saya memutuskan untuk menjadi business owner saja.



Akhir-akhir ini, saya sangat tertolong sekali dengan adanya aplikasi GO-JEK. Sejak tahun 2015 saya menjadi user dan menjadi pelanggan setia aplikasi ini. Selalu ada yang baru dan semuanya itu sangat terasa sekali manfaatnya buat saya, di tengah padatnya mobilitas saya sehari-hari. Kayanya tiada hari tanpa buka aplikasi GO-JEK. Kamu gitu juga ga sih?


Di sini saya mau sharing mengenai servis apa yang biasa saya pakai di aplikasi GO-JEK ini. Servis yang sering saya pakai adalah:
  1. GO-RIDE. Kalau cuma ke kantor KIVITZ saja sih saya biasanya pakai ini karena jaraknya yang hanya sekitar 4 km dari rumah tinggal saya. Itu pun kalau suami saya lagi ada urusan lain, jadi saya harus ke kantor sendiri.
  2. GO-CAR. Kalau sudah harus pergi-pergi jauh ke Jakarta untuk meeting atau cuma sekedar hang out dengan teman di mall, saya pasti langsung order GO-CAR. Bahkan sampai sekarang saya belum merekrut driver pribadi. Karena buat saya, toh sudah ada GO-CAR yang sangat helpful, jadi buat apa hire tenaga baru lagi.
  3. GO-FOOD. Siapa sih yang ngga suka jajan? Kayaknya hampir setiap minggu saya order makanan via GO-FOOD karena kita tidka perlu antri. Tinggal menunggu di rumah dan orderan kita sampai.
  4. GO-SEND. Biasanya saya pakai ini untuk kirim dokumen penting yang harus sampai hari itu juga, kirim barang ke butik saya yang ada di Bintaro, sampai kirim barang yang suka ketinggalan di rumah.
  5. GO-MART. Karena rumah saya berada di dalam townhouse dan kalau mau belanja dengan jalan kaki agak jauh, jadi mengandalkan GO-MART untuk belanja-belanja kebutuhan rumah tangga atau jajan minuman segar di minimart.
  6. GO-BOX. Lumayan sering juga saya pakai GO-BOX ini. Misalnya untuk keperluan pameran atau bazar KIVITZ. Bahkan pernah sekali pakai GO-BOX untuk membawa barang belanjaan dari IKEA.
  7. GO-CLEAN. Untuk GO-CLEAN saya juga pernah tulis pengalaman saya menggunakan jasa membersihkan rumah ini di sini. Kadang kalu lagi capai dan tidak sempat bersih-bersih rumah, saya tinggal order GO-CLEAN saja.
  8. GO-GLAM. Jasa kecantikan ini pun juga pernah. Saya pakai beberapa kali dan sempat juga menuliskan pengalaman saya memakai jasa GO-GLAM untuk creambath, manicure, dan padicure. Klik link ini untuk artikel lengkapnya.

Habis dijabarkan seperti ini, ternyata banyak juga ya hidup saya bergantung di aplikasi GO-JEK ini. Hihihi... Lebih dari setengah service yang GO-JEK tawarkan saya pakai semua untuk membantu aktivitas saya sehari-hari. Kamu gitu juga ngga sih?? Yuk, boleh banget ceritakan apa yang kamu rasain setelah datangnya aplikasi ini di tengah-tengah kita :)

Alhamdulillah, kalau saya, setelah pakai aplikasi GO-JEK, waktu yang tadinya digunakan untuk mengerjakan banyak pekerjaan, sekarang bisa dimanfaatkan untuk melakukan hal yang lebih urgent lainnya, dan bisa fokus pada hal pengembangan bisnis busana muslim saya, KIVITZ. Dengan GO-JEK saya bisa melakukan banyak hal sekaligus tanpa harus beranjak dari tempatnya. Nikmati Hidup Tanpa Batas, dengan satu aplikasi untuk berbagai macam kebutuhan. Thank you, GO-JEK Indonesia! Inovasi yang luar biasa dari anak negeri :)

Terima kasih juga buat teman-teman yang sudah baca blog saya. Semoga bisa diambil manfaatnya. See you on my next posting!

Wassalamu'alaikum

Thursday, 17 August 2017

Kenapa harus Iphone?

Assalamu'alaikum

Pagi ini saya sedikit ngga mood, dan berujung pada mood seharian yang ngga baik. Hufftt... Jadi ceritanya, dini hari tadi alarm HP saya bunyi. Dan tidak seperti biasanya, HP saya malam itu ngga di samping lemari kecil samping tempat tidur, tapi ada di lemari di depan tempat tidur saya. Begitu alarmnya bunyi, saya bangun, mematikannya, dan meletakkannya di lemari kecil itu. Tapi entah kenapa apa, HP-nya jatuh dengan bagian layar yang menghadap ke bawah. Karena saya masih mengantuk jadi saya tidur lagi.

Paginya sehabis mandi, saya lihat bagian depan HP saya udah retak. Oh, oke. Saya masih positive thinking dengan berkata dalam hati: 'Cuma anti goresnya saja'. Terus saat saya mau pakai HP-nya ternyata bukan anti goresnya, melainkan layar Iphone-nya. Huaaaa... Kok bisa? Katanya Iphone 7 tahan banting? Ini cuma jatuh yang mungkin ketinggiannya cuma sekitar 55 cm. Dan seketika saya jadi bad mood seharian.


Kenapa Harus Punya Iphone?
'Yaudah sih, cuma HP doang. Dunia banget!' Mungkin akan banyak yang bilang begitu. Tapi buat saya HP ini berguna banget buat kerja. As a designer, mau itu fashion designer, graphic designer, interior designer, dan designer-designer lainnya, punya HP brand Iphone itu keharusan. Karena dengan jeniusnya Steve Jobs membuat formula agar layar HP itu benar-benar mengeluarkan warna yang sama dengan aslinya. Mungkin kalau pekerjaan saya bukan as a designer saya akan pilih brand lain, karena brand lain memang lebih unggul di RAM, kamera, dan juga baterai.

Hmm, saya itu termasuk orang yang membeli karena fungsi, bukan beli karena pengen biar kelihatan keren. HP saja cuma satu. Terus rusak. Kan sedih. Huhuhu... Iphone ini biasanya menemani saya untuk mencari-cari inspirasi via dunia maya, melihat colors trend, melihat warna bahan yang dikirim dari asisten saya, dan masih banyak lagi yang berhubungan dengan kerjaan. Intinya, sebagai designer, melihat warna dengan benar itu penting!

Misalnya gini, di luar sana lagi trend warna kuning mustard. Tapi karena layar HP kamu salah, kamu jadi lihat warna itu seperti kuning lemon. Bahkan sampai saat membeli bahan jadinya kamu pilih warna lemon. Nah, paham kan ya maksud saya?

Gimana sih cara biar ngecek warna itu benar? Caranya mudah! Kamu tinggal lihat warna putih di layar tersebut, terus lihat warna putih asli, misalnya tembok atau kertas. Karena biasanya warna layar HP lainnya itu akan lebih mengarah ke bluish atau yellowish

Jadi sekarang saya sedih deh layar HP-nya pecah. Dan ini ganggu banget. Huhu... Please, kalau ada info dimana tempat saya bisa ganti layar HP ini dengan aman. Karena saya ngga mau setelah ganti layar, warnanya tidak akan sama seperti semula. Walaupun ada yang merekomendasi dibawa ke ITC, tapi saya ngga berani karena ya itu tadi, takut warnanya tidak sesuai seperti warna aslinya. Atau ada yang sudah pernah ganti layar di toko resmi Apple? Biayanya berapa kira-kira?

Please share your experience here... Thank you everyone...

Wassalamu'alaikum

Thursday, 11 May 2017

Absolute Hypoallergenic - Pencegah Kanker Serviks

Assalamu'alaikum

Beberapa belakangan terakhir ini saya dan teman-teman dari geng TTC atau try to convince ini lagi banyak banget membahas seputar masalah penyakit wanita. Eia, tapi kamu sudah tahu kan ya apa itu geng TTC? Saya memang belum pernah membahasnya di postingan blog. Tapi kalau kamu follow instagram saya, kamu pasti sudah tahu ada siapa saja di dalam geng TTC tersebut.

Ya, kita bersepuluh merupakan geng kumpulan ibu-ibu yang masih harus terus berjuang untuk bisa mendapat buah hati. Walau dari beberapa anggotanya sudah berhasil melakukan bayi tabung sih, namun kami tetap saling menyemangati dan memberi info-info mengenai program bayi tabung dan juga program lainnya.


Nah, kita itu lagi membahas penyakit yang sering dialami wanita, salah satunya kanker serviks. Langsung dong saya penasaran apa itu kanker serviks? Kedengarannya seperti penyakit yang menakutkan, mengerikan, dan mematikan. Ya ngga sih?

Dari beberapa artikel yang saya baca (salah satunya http://absolute.kapanlagi.com/) kalau kanker serviks itu merupakan pembunuh wanita nomor satu di Indonesia. Kanker serviks adalah kanker yang muncul pada leher rahim wanita. Dan leher rahim wanita itu sendiri berfungsi sebagai pintu masuk menuju rahim dari vagina. Semua wanita dari berbagai usia berisiko menderita kanker serviks. Tapi penyakit ini cenderung mempengaruhi wanita yang aktif.


Kalian tahu ngga sih gejala awal dari kanker serviks? Dari artikel yang saya baca itu, salah satu gejala awal kanker serviks ini adalah masalah keputihan. Hayooo, siapa yang suka menganggap remeh keputihan? Kanker serviks bisa muncul akibat kebiasaan menyepelekan keputihan sehingga berlarut-larut tanpa berusaha untuk mengobati atau mencegahnya.

Maka dari itu, pencegahan awal kanker serviks ini perlu banget buat wanita aktif seperti saya dan juga kamu, yaitu dengan menjaga kebersihan area kewanitaan karena menjaga kebersihan area kewanitaan adalah langkah yang paling mudah bagi kita untuk pencegahan kanker serviks.


Tapi saya bisa berlega hati karena telah menemukan produk yang pas untuk masalah ini. Sudah beberapa bulan ini saya memakai Absolute Women Indonesia yang ternyata sedang mengeluarkan produk terbarunya, yaitu Absolute HypoallergenicAbsolute Hypoallergenic ini adalah produk yang pertama dan satu-satunya dengan formula Hypoallergenic (anti-alergi) dan telah teruji secara dermatologis sehingga aman untuk dipakai setiap hari di jenis kulit paling sensitif sekali pun.

Membahas soal Absolute Hypoallergenic sebenarnya produk ini tak asing bagi saya. Saya sudah tahu sejak saya masih duduk di bangku SMA. Cairannya tidak kenal, seperti air biasa saja, namun dengan bau antiseptik khas Absolute.


Manfaat luar biasa dari Absolute Hypoallergenic:
1. Kandungan Hypoallergenic dan telah lulus dermatologically tested membuat aman untuk digunakan setiap hari untuk segala jenis kulit, termasuk kulit sensitif sekalipun.
2. Adanya kandungan BiolactoActive yang menjaga pH alami 3,5 untuk menjaga keseimbangan bakteri baik di daerah kewanitaan.
3. Ekstrak collagen yang merawat kelembutan dan kekencangan kulit (untuk produk yang berwarna pink - Youth Revitalize).
4. Ekstrak aloe vera untuk mengurangi iritasi ringan (untuk produk yang berwarna hijau - Naturally Shooting). 

Aman banget kan?


Cara Penggunaan:
1. Tuangkan sedikit Absolute (1,5 - 2 mL) ke telapak tangan,
2. Tambahkan air secukupnya dan busakan,
3. Basuh ke daerah kewanitaan,
4. Diamkan beberapa saat,
5. Lalu bilas dengan air hingga bersih.

Untuk yang sedang mengalami keputihan, harus mulai hati-hati. Pastikan kebersihan dan kesehatan area kewanitaan kamu selalu terjaga. Coba yuk menggunakan Absolute Hypoallergenic secara rutin 2x sehari pada saat mandi, bahkan bisa lebih sering frekuensi pemakaiannya ketika sedang menstruasi.

Untuk masalah pembelian dan info produk yang lebih lengkap lagi mengenai Absolute Hypoallergenic kamu bisa membelinya secara online dengan cara klik di sini dengan kisaran harga sekitar Rp 46.000,- untuk yang berisi 150 ml. Saya sendiri sudah membuktikan Absolute Hypoallergenic, bagaimana dengan kalian? Harus dicoba ya...

Oia, ada info menarik lagi nih. Ikuti Quiz Confidence #AbsoluteShare dan jangan lupa untuk follow social media Absolute Women Indonesia sebagai berikut:
Instagram (@absolute_women),
Twitter (@absolute_women),
Facebook klik di sini, dan 
Microsite klik di sini

Sharing yuk, ada yang pernah bermasalah mengenai keputihan? Atau ada yang mau berbagi mengenai cek kanker serviks? Jangan sungkan-sungkan untuk sharing pengalaman kamu di sini. Siapa tahu bisa bermanfaat untuk saya juga pembaca blog ini :)

#AbsolutelyWomen #AbsolutelyConfidence #AbsoluteHypoallergenic

Wassaalamu'alaikum

Tuesday, 13 December 2016

Pengalaman Operasi LASIK

Assalamu'alaikum

Meneruskan postingan saya yang lalu mengenai Pemeriksaan Pra-Lasik, kali ini tulisan saya lebih kepada tindakan LASIK saat hari H.

Sabtu, 3 September 2016
H-2 operasi lasik, ada telepon dari rumah sakit yang mengingatkan saya bahwa hari Senin jam 13.00 saya akan menjalani operasi LASIK. Saya diminta hadir 30 menit lebih awal. Pelayanan yang sangat baik dari rumah sakit ini namun membuat saya jadi semakin deg-degan.

Senin, 5 September 2016 (Hari tindakan operasi LASIK)
Sudah ditentukan pada saat hari pemeriksaan pra-LASIK, kalau waktu operasi LASIK adalah hari Senin, 5 September 2016 pukul 13.00. Pukul 11.00 saya sudah berangkat ke rumah sakit dengan ditemani oleh suami saya. Diperjalanan saya menelepon ornag tua saya untuk minta didoakan agar proses operasi LASIK ini berjalan dengan lancar.

Sesampainya di rumah sakit, kami menjalankan shalat Zuhur terlebih dahulu di mushalla rumah sakit. Selesai shalat, pihak rumah sakit menelepon dan menanyakan posisi saya berada karena saat itu waktu sudah menunjukkan 12.50. Seselesainya saya shalat, saya langsung menuju LASIK Suite di lantai 1. Dan saya segera melaporkan diri di meja suster di dalam LASIK Suite tersebut. Ruang operasi LASIK-nya sendiri berada di dalam LASIK Suite ini. Karena ruangan LASIK merupakan ruangan berkaca, jadi kita bisa melihat proses LASIK pasien lain yang tengah dikerjakan dokter. Ruangan ini sangat nyaman. Ada kopi dan teh, yang bisa dibuat ketika menunggu giliran.

Sekitar pukul 13.15 saya kembali dipanggil suster untuk diminta mengenakan baju operasi. Hanya ditambahkan baju operasi saja, tidak sampai mengganti pakaian. Setelah mengenakan pakaian operasi, mata saya diberi obat tetes dan disekitar mata dioleskan Betadine. Proses ini sekitar 30 menit sebelum tindakan operasi LASIK dilakukan. Sejak diteteskan obat itu, saya sudah say good bye ke kacamata karena kita tidak boleh lagi mengenakannya sampai proses LASIK.

Pukul 14.00 saya masuk ke ruang operasi. Suami saya pun terus memberi semangat dan terus mendokumentasikan kejadian penting dalam hidup saya ini. Setelah membaringkan diri di tempat tidur, saya sudah tidak diperbolehkan menaikkan tangan ke atas apalagi memegang mata. Sedikit menunggu karena baju operasi si dokter ada sedikit trouble.

Pukul 14.15 tindakan LASIK pun dimulai. Dengan membacakan nama pasien, tempat tanggal lahir, sampai informasi mengenai sisa kornea setelah operasi. Kedengarannya saat itu adalah 330 mikron. Dokter bilang: "Alhamdulillah, masih bagus ya fit korneanya..." Sedikit ada briefing dari tim dokter juga perawat, kemudian dilanjutkan dengan doa bersama.

Selama tindakan operasi LASIK, hal yang harus dilakukan adalah:
1. Konsentrasi untuk selalu melihat titik lampu warna hijau dan jangan sampai melepaskan pandangan dari titik hijau tersebut.
2. Konsentrasi untuk tidak menggerakan bola mata.
3. Konsentrasi untuk tidak berkedip, sekalipun mata sudah ditahan oleh alat tumpul yang berfungsi untuk membuka mata kita.

Mata yang di-LASIK terlebih dahulu adalah mata kanan. Mata kiri sementara ditutup dengan sejenis kapas. Sebelumnya mata kita akan ditetesi cairan dalam jumlah yang agak banyak. Rasanya seperti mata kita terkena air hujan. Setelah itu, mata kanan dimasukan alat pembuka sehingga mata akan selalu terbuka. Walau mata kiri sementara bebas berkedip, tetaplah usahakan berkedip sejarang mungkin. 

Proses awal adalah laser membuat flap. Yang saya rasakan adalah mata kanan saya seperti sedang ditekan dengan gelas dengan sangat kuat sehingga mata terasa pegal. Perawat akan menghitung mundur proses pembuatan flap ini selama 17 detik. Ketika proses ini kita dianjurkan rileks, jangan tegang, tetap fokus melihat titip hijau di atas, dan jangan berkedip. Karena kalau kita tegang, sang dokter akan segera mengetahui dan khawatirnya proses pembuatan flap ini tidak akan sempurna. Sepanjang pembuatan flap ini saya terus berzikir, pasrah pada Allah, dan berharap semua akan baik-baik saja. 

Proses selanjutnya yaitu penyinaran laser yang diketahui untuk mengubah permukaan kornea. Pada proses ini warna lampu berubah menjadi merah. Yang terasa dari proses ini adalah seperti disedot. Tidak berlangsung lama, hanya sekitar 15 detik saja. Setelah proses ini selesia akan tercium seperti bau gosong

Setelah proses ini selesai, saya merasa bekas flap tersebut ditutup dan beri sejenis lem yang fungsinya untuk menutup bekas flap tersebut. Yang lucunya, karena operasi ini mata kita selalu terbuka, kita akan melihat alat-alat apa saja yang dipakai untuk proses operasi ini. Karena saat itu saya melihat seperti alat penempel lem kertas. Wahhh... Rada mengerikan ya. Tapi saya tetap berusaha rileks saja dengan proses ini semua. Selesai mata kanan 'dilem', alat pembuka dilepas, dan sekarang saatnya mata kiri saya di-LASIK. 

Prosesnya sama dengan mata kanan saya. Kurang lebih tiap mata itu menghabiskan waktu 10 menit. Enaknya dengan dokter X ini adalah saat kita menjalani operasi kita seperti mengobrol saja. Ucapan-ucapan seperti 'Kita mulai ya, Fit", "Tenang aja ya, Fit. Jangan tegang", "Dikit lagi selesai kok, Fit", dan masih banyak kata-kata penenang lainnya yang dokter X keluarkan ketika operasi. Hal ini membuat saya sangat rileks dan melupakan segala ketakutan yang menghantui saya.

Pukul 14.35 Alhamdulillah proses operasi selesai. Saya sudah bisa keluar dari ruang operasi dengan dituntun oleh seorang suster sampai saya benar-benar duduk di sofa. Setelah itu saya beristirahat sebentar di sofa dan diberikan snack oleh suster yang berisi sebuah roti dan teh kotak, juga air mineral, dan satu buah postan kalau tiba-tiba saya merasa kesakitan.

Setelah sekitar 10 menit, suster kembali kepada saya untuk memberi obat tetes dan memberikan penjelasan mengenai apa yang harus, boleh, dan tidak boleh saya lakukan pasca LASIK ini. Setelah suami saya mengurus pembayaran di kasir lantai 2, saya diperbolehkan pulang ke rumah dengan menggunakan sunglasses (kalau bawa) atau kacamata yang diberikan rumah sakit (kalau tidak bawa), dan juga oleh-oleh.

Nah, untuk oleh-oleh yang saya bawa pulang adalah:
1. Kacamata pelindung. Kacamata ini dikenakan saat tidur siang atau tidur malam dan juga saat mandi untuk menghindari air masuk ke mata dan mata terkucek secara tidak sengaja.
2. Satu strip obat tetes Cendo LHX (warna merah), ditetes 4 kali sehari.
3. Satu strip obat tetes Cendo Tobroson (warna kuning), ditetes 4 kali sehari.
4. Satu strip obat tetes Cendo Vernacel (warna biru), ditetes 6 kali sehari
5. Buku panduan pemeriksaan pasca LASIK, berisikan jadwal kontrol setelah operasi dan check list obat tetes. 


Nah, yang ini penting nih. Untuk biayanya sendiri kurang lebih Rp 25.000.000 sudah untuk operasi 2 mata, jasa dokter, biaya administrasi rumah sakit, dan juga obat tetesnya. Untuk RS-nya sendiri sengaja tidak saya kasih tahu, karena kami memang tidak ada kerja sama apapun. Tulisan ini murni untuk sharing pengalaman operasi lasik yang mungkin kalian butuhnya juga.

Penasaran bagaimana kondisi mata saya pasca LASIK ini? Tunggu postingan saya selanjutnya ya. Untuk artikel mengenai LASIK ini sengaja saya bagi menjadi beberapa bagian agar kalian juga tidak bosan dan tidak terlalu panjang membacanya. Hehe.. See you on the next posting! And thank you for reading!



Wassalamu'alaikum

Tuesday, 6 December 2016

Pemeriksaan Pra Lasik Part 1

Assalamu'alaikum

Tulisan ini akan bercerita mengenai proses dari awalnya saya memulai lasik. Semoga dengan tulisan ini, pembaca blog saya yang juga ingin menjalani operasi LASIK, dapat memperoleh informasi sebanyak-banyaknya karena ketika saya mencari informasi secara detail di dunia maya, saya merasa kurang mendapat informasi tentang operasi LASIK ini. So, happy reading!

Juli 2016 (Mencari informasi)
Sebelum saya datang ke rumah sakit ini, saya banyak mencari informasi sebanyak-banyaknya mengenai lasik ini di dunia maya. Saya punya tiga orang teman yang sudah pernah menjalani lasik sebelumnya, maka dari itu saya mencoba bertanya kepada tiga orang teman saya ini. Dua diantaranya adalah adik kakak, jadi rumah sakit yang mereka pilih pun sama, sebut saja rumah sakit A. Satunya lagi menjalani operasi di rumah sakit B. Ternyata bertanya pada mereka via chatting saja tidaklah cukup. Oleh karena itu, PR saya masih panjang, yaitu dengan berselancar di dunia maya dan mengunjungi kedua rumah sakit tersebut.

Setelah Idul Fitri yang lalu, papa mertua saya sedang ke Jakarta dan ingin memeriksakan kondisi retina matanya pasca operasi di tahun 2012 yang lalu. Ikutlah saya dengan diantar suami, sekaligus bertanya-tanya kepada front office rumah sakit tersebut mengenai proses LASIK.

Informasi yang saya dapat hari itu adalah:
1. Penjelasan mengenai apa itu LASIK
2. Syarat bagi pasien
3. Bagaimana prosedur tindakan, dan 
4. Perkiraan biaya

Mungkin kamu masih kurang paham mengenai apa saja syarat LASIK? Syarat LASIK itu diantaranya:
1. Tidak sedang hamil atau menyusui
2. Tidak menggunakan softlens selama dua minggu berturut-turut untuk dilakukan pemeriksaan pra-LASIK

Sebenarnya, di hari itu juga saya disarankan pihak rumah sakit untuk langsung mendaftarkan diri pemeriksaan pra-LASIK ke resepsionis dan memilih dokter yang akan menangani saya ke depannya. Karena saya harus mencari jadwal dimana saya tidak harus menggunakan softlens selama dua minggu sambil mencari informasi mengenai dokter yang akan dipilih, karena kalau tidak salah dokter yang menangani LASIK di rumah sakit itu berjumlah 60 orang. Hmm, jumlah yang sangat banyak dan saya harus dapat informasi mengenai dokter yang akan mengoperasi mata saya.

Karena belum ada keputusan mengenai siapa dokter yang saya pilih, akhirnya salah satu karyawan dari pihak rumah sakit dengan senang hati memberikan no. handphone agar saya bisa mendaftar via Whatsapp. Salah satu pelayanan yang baik sekali dari rumah sakit ini.

Jumat, 26 Agustus 2016 (Mendaftarkan diri via telepon)
Setelah saya mencari informasi dan membaca pengalam lasik serta review mengenai dokter-dokter yang menangani LASIK di internet, ternyata saya tidak banyak mendapat informasi yang saya harapkan. Akhirnya dokter yang saya pilih adalah dokter X dengan pertimbangan sebagai berikut:
1. Melihat jadwal yang saat itu kosong (pastinya sudah dengan persyaratan tidak memakai softlens selama dua minggu).
2. Mencari waktu weekday karena saya bukan pekerja kantoran dan menginginkan tidak terlalu lama mengantri.
3. Memiliki jam terbang yang tinggi
4. Memiliki kepribadian yang asik, tidak kaku, dan friendly. Karena saya khawatir pasca operasi saya akan banyak pertanyaan yang mungkin saat itu diperlukan,, oleh karena itu saya ingin dokter tersebut masih mau melayani pasca operasi.

Atas pertimbangan itulah, akhirnya saya mendaftarkan diri saya lewat telepon dan waktunya adalah hari Kamis, 1 September 2016 dengan dokter X. 

Kamis, 1 September 2016 (Pemerikasaan Pra-LASIK)
Saya dan suami tiba di rumah sakit A kurang lebih pukul 09.00. Dengan dibantu tim dari rumah sakit tersebut di bagian pintu utama, saya diminta untuk mengisi sebagai pasien baru terlebih dahulu. Kemudian menunggu sebentar untuk selanjutnya dipanggil kembali oleh resepsionis kemudian menjelaskan mengenai proses pra-LASIK ini. Pertama saya harus ke lantai 3 untuk pemeriksaaan di Ruang BDR, kemudian naik ke lantai 4 untuk pemeriksaan di Ruang CDC , dan kembali lagi ke lantai 3 untuk dibacakan hasil oleh dokter yang bersangkutan di R3E.

Ruang Basic Diagnostic Room (BDR) di lantai 3
Di dalam ruangan ini saya melakukan 3 macam pemeriksaan:
1. Tonometri (memeriksa tekanan bola mata)
2. Pengecekan ulang minus, dengan hasil:
Mata kiri: minus (-) 8,00 dan silinder 2,00
Mata kanan: minus (-) 7.00 dan silinder 1,00
3. Tensi darah

Hasil pemeriksaan minus mata

Ruang Comprehensive Diagnostic Center (CDC) di lantai 4
Di ruangan ini merupakan tempat pemeriksaan bagi pasien yang akan menjalani tindakan, seperti LASIK, operasi katarak, dan tindakan lainnya. Di ruangan ini kalau tidak salah saya kembali menjalani 3 (tiga) macam pemeriksaan.
1. Pengecekan ketebalan kornea
2. Huhuhu... Lupa nama tindakannya. Maafkan :(
3. Topografi mata

Setelah menunggu sekitar 15 menit, seluruh hasil pengecekan mata hari ini sudah siap, dan pemeriksaan ini dilanjutkan ke lantai 3 untuk pembacaan hasil oleh dokter. Sebagai informasi tambahan dan penting, tidak semua mata minus bisa dilakukan tindakan LASIK. Cara yang paling mudah adalah mengetahui ketebalan kornea si pasien. Batas minumun ketebalan kornea adalah sekitar 500 mikron.

Dengan membawa hasil pemeriksaan barusan, saya mengantri di R3E, dimana ruang sang dokter berada. Kalau menurut antrian saya berada di no.3. Namun entah kenapa saya merasa banyak dilewati beberapa orang yang juga sedang mengantri. Padahal saya datang lebih dulu di antrian ini. Hal ini yang agak aneh dari proses pelayanan rumah sakit ini. Tapi masih bisa sedikit ditolerir waktu menunggunya.



Lihatlah betapa ngantuknya suami saya mengantar saya pagi-pagi ke Rumah Sakit? Hihihi...

Tibalah saatnya nama saya dipanggil oleh suster. Mulai deg-degan. Takut hasilnya saya tidak bisa melanjutkan proses tindakan LASIK ini. Salah satu cita-cita saya. Huhu... Setelah dokter membaca seluruh hasil pemeriksaan saat itu, saya diberikan lampu hijau untuk bisa menjalankan operasi LASIK. Alhamdulillah... Dokter bilang kornea saya sekitar 530 mikron. Jadi saya dapat melanjutkan tindakan LASIK ini. Yeay... I'm so happy! Happy yang sebenarnya ada rasa takut juga. Namanya juga tindakan operasi. Hehe... 

Ketebalan kornea ini merupakan faktor genetik yang tidak dapat dibuat-buat, misalnya minum vitamin agar kornea kita tebal, itu tidak mungkin. Dan mengapa ketebalan kornea harus dicek terlebih dahulu? Karena proses LASIK ini akan mengikis kornea mata kita sehingga kornea yang diharapkan pasca operasi LASIK ini adalah sekitar 300 mikron. Jadi kalau kornea kita kurang dari 500 mikron, kornea kita tidak akan mampu untuk mencapai angka minimal tersebut.

Kagetnya lagi, setelah oke akan melaksanakan operasi LASIK, dokter langsung menentukan tanggal operasi. Percakapannya kurang lebih begini:
Dokter: "Bagaimana kalau Sabtu besok?" 
Saya: "Wow... Lusa? Tidak bisa, dok. Hari Minggu saya sudah ada jadwal photoshoot."
Dokter: "Oke, kalau begitu Senin bagaimana?"
Saya: "Kalau Senin operasi, H-1 nya boleh capek-capek tidak, dok?"
Dokter: "Yang penting mata tidak lelah. Dan yang terpenting itu pasca operasinya kamu harus bedrest sekitar 2-3 hari."
Saya: "Baiklah, dok. Kalau begitu Senin saja ya kita tindakan LASIK-nya."
Dokter: "Oke, sip!"
Terasa proses LASIK impian saya ini berjalan sangat cepat. Excited dan tidak sabar untuk bisa bebas dari kacamata. Semoga proses operasi berjalan lancar dan tidak kurang suatu apapun. Aamiin...

Untuk informasi biaya pra-Lasik ini hampir Rp 3.000.000,- untuk administrasi pasien baru, konsultasi dokter, pemeriksaan awal, pemeriksaan biometri, dan foto fundus.

Oke, sekian sharing saya mengenai proses Pra-Lasik ini. Semoga bermanfaat dan sampai ketemu di postingan saya selanjutnya yang akan menceritakan proses LASIK-nya.

Jangan sungkan-sungkan untuk bertanya di komen ya... Untuk lebih lengkap proses pemeriksaan ini silahkan klik Youtube Channel saya di sini: FA Vlog | Lasik Part 1


Wassalamu'alaikum

Tuesday, 8 November 2016

Bye Bye Anyang-Anyangan!

Assalamu'alaikum

Setelah sekian lama, saya tidka posting blog, kali ini saya kembali menulis blog untuk sharing mengenai apa yang sedang saya alami belakangan ini. Berharap cerita saya ini bisa bermanfaat bagi yang mengalami cerita serupa.

Jadi ceritanya, sekitar sebulan yang lalu, saya sedang mengalami anyang-anyangan. Pada tahu kan ya apa itu anyang-anyangan? Yup, anyang-anyangan itu bisa dibilang buang air kecil dalam jumlah yang sedikit sehingga kita jadi bolak balik ke kamar mandi. Awalnya saya cuek dengan kondisi ini dan beraktivitas seperti biasa. Tapi lama kelamaan kok semakin mengganggu ya. Badan pun jadi terasa lemas, lemah, dan tidak bersemangat. Apalagi kalau rasa ini muncul ketika malam hari. Tidur malam pun jadi terganggu dan kualitas tidur pun jadi kurang baik.

Akhirnya, saya menceritakan hal ini kepada beberapa teman saya yang dokter karena saya sudah tidak tahan lagi mengalami bolak balik ke toilet terus. Ternyata anyang-anyangan ini merupakan salah satu gejala Infeksi Saluran Kemih (ISK). Hal ini mengakibatkan meningkatnya frekuensi buang air kecil, namun dalam jumlah yang justru sedikit, bahkan kadang disertai dengan sakit saat buang air kecil.

Menurut dokter, fakta yang terjadi adalah 5 dari 10 perempuan pernah mengalami anyang-anyangan. Penyebabnya adalah bakteri E-coli yang menempel pada dinding sel epitel saluran kemih. Nah lho! Kenapa bisa menempel ya? Ternyata ada beberapa penyebab seperti sering menahan buang air kecil, cara membasuh setelah buang air kecil yang tidak benar (harusnya dari depan ke belakang), air yang digunakan untuk membasuh tercemar bakteri, dan pemakaian toilet yang kurang bersih (biasanya terjadi kalau di toilet umum).

Di Amerika sendiri, buah Cranberry telah lama diteliti dan digunakan dan ternyata efektif mencegah infeksi saluran kemih karena kaya akan Proantocyanidin (PAC) yang dapat mencegah penempelan bakteri E-coli pada dinding saluran kemih. Namun tidak semudah itu. Buah Cranberry sulit dicari di pasaran, harga buah Cranberry yang cukup tinggi, rasanya yang agak pahit/asam, dan tidak praktis karena harus dijus terlebih dahulu.

Setelah cari-cari ke sana ke sini, ternyata ada cara yang simple. Tidak sengaja waktu jalan ke mall dan mampir ke Century, saya menemukan Prive Uri-Carn yang merupakan suplemen ekstrak Cranberry yang secara alami efektif untuk mengatasi anyang-anyangan. Yeay...! Lega rasanya bisa menemukan obat untuk anyang-anyangan saya ini. Tidak perlu ribet cari buah Cranberry lagi plus PR ngejusnya.


Prive Uri-Cran ini terdiri dari dua jenis, dalam bentuk kapsul dan dalam bentuk powder dalam kemasan sachet (Uri-Cran Plus). Sukaaa sekali! Rasanya segar banget! Sedikit tambahan informasi, untuk Prive Uri-Cran Plus, selain mengandung ekstrak Cranberry, juga mengandung probiotik dan Vitamin C. Saya bisa membelinya di apotik Century.



Untuk kapsul, komposisi Prive Uri-Cran per kapsulnya adalah 250 mg ekstrak Cranberry. Bisa kita konsumsi 1-2 kapsul sehari. Sedangkan untuk Prive Uri-Cran Plus, komposisinya adalah 375 mg ekstrak Cranberry dan bisa diminum sebanyak 1-2 sachet per hari. Tinggal pilih saja lebih suka yang mana. Kalau saya sih suka dua-duanya.


Alhamdulillah setelah mengomsumsi Prive Uri-Cran, anyang-anyangan saya menghilang. Bye bye anyang-anyangan! Aktivitas saya kembali normal dan bisa tidur nyenyak.

Kadang kita suka cuek ya sama kesehatan kita sendiri. Kalau sudah sakit baru deh repot sana sini. Semoga ke depannya kita sebagai muslimah (saya lebih tepatnya hehe) semakin menjaga kesehatan kita sebagai bentuk rasa syukur kita atas nikmat yang telah Allah SWT berikan.

Sekian dulu sharing saya kali ini. Semoga bermanfaat dan sampai ketemu lagi di postingan berikutnya.

Wassalamu'alaikum

Wednesday, 5 October 2016

Alasan Menjalani Operasi Lasik

Assalamu'alaikum

Mungkin diantara kamu semua banyak yang tidak mengetahui kalau saya punya minus yang agak tinggi. Untuk keperluan yang sifatnya penting, saya biasanya memakai softlens. Dan untuk keperluan yang santai, saya tetap memakai kacamata namun kalau ada sesi foto-foto, biasanya saya membuka kacamata tersebut. Hehe...


Apa alasan saya memakai softlens ketika menghadiri acara-acara? Alasan pertama dan menurut saya sangat penting adalah karena saya merasa tidak percaya diri dengan menggunakan kacamata karena bentuk lensanya yang terlalu tebal. Namun, pemakaian softlens yang terlalu sering dapat mengakibatkan mata kita mengalami gangguan seperti iritasi dan parahnya lagi retina kita akan mengalami bolong-bolong, menurut dokter yang saya temui. Jadi, karena saya ingin bebas kacamata namun memiliki mata normal, jalan satu-satunya hanyalah operasi lasik.

Operasi lasik ini sudah menjadi cita-cita saya dari sejak dulu. Awal mula saya mengenakan kacamata adalah ketika duduk di bangku kelas 4 SD, dan ketika itu saya -1,5. Ketahuannya agak lucu sih. Saya yang suka dengan pelajaran matematika, ketika itu mendapat angka 5. Rupanya setelah dicek oleh guru, antara soal yang ditulis di papan tulis dengan yang saya tulis di buku tidak sama. Alhasil jawabannya pun salah. Oleh karena itu, guru saya langsung melaporkan hal ini kepada orang tua saya. Dan ketika itu juga, saya langsung dibawa ke dokter mata dan ternyata saya sudah -1,5.

Karena melihat teman-teman saya tidak ada yang mengenakan kacamata, jadi saya hanya mengenakannya ketika di dalam kelas saja, ketika melihat tulisan di papan tulis saja. Tapi ternyata hal ini tidak baik, karena minus kita akan terus bertambah. Sampai akhirnya ketika SMP, minus saya sudah naik menjadi -4,75. Wew...! 

Oia, dari informasi yang saya baca, rabun jauh ini banyak diakibatkan oleh faktor genetik. Jadi kemungkinan kalau orang tua kita memiliki rabun jauh, anak tersebut juga akan mengalami hal yang sama. Apalagi kalau tidak dirawat kesehatan matanya, minusnya akan jauh lebih cepat bertambah ketimbang yang sebenarnya tidak ada keturunan rabun jauh. Kedua kakak perempuan saya juga berkacamata, namun tidak separah saya. Hehehe...

Klimaksnya adalah ketika di bangku kuliah, ternyata minus saya bertambah menjadi -6 kurang lebih untuk mata kanan dan kiri. Sejak itu, saya semakin meggantungkan cita-cita untuk bisa lasik di masa depan, tapi belum tahu kapan waktunya. Setelah saya menikah dan telah mempunyai penghasilan sendiri, akhirnya satu-satu impian saya dan suami terwujud. Mulai dari membeli kendaraan roda empat, membeli rumah, dan juga membeli rumah untuk operasional KIVITZ. Setelah hal itu semua sudah selesai dipenuhi, barulah tabungan saya dan suami, dikhususkan untuk operasi lasik ini. Karena suami saya juga melihat, ketika saya lagi banyak undangan acara dan sering memakai softlens, mata saya sering mengalami iritasi. Jadi uang tabungan kami selanjutnya, dia arahkan untuk proses lasik ini.

Pelajaran yang mungkin bisa diambil dari hal di atas adalah ketika kita sudah menikah, visi dan misi hidup kita dengan pasangan harusnya sejalan. Termasuk apa saja yang mau dibeli atau dilakukan kelak yang membutuhkan biaya besar. Saya dan suami memiliki satu tabungan bersama juga tabungan pribadi. Tabungan pribadi ini sebenarnya untuk memudahkan saat pentransferan gaji saja sih. Untuk pengeluaran tetap dibagi dari tabungan saya dan juga suami. Duh, ceritanya jadi kemana-mana nih ya. Pokoknya intinya adalah untuk operasi lasik ini suami saya juga bantu untuk menabungi biar tidak terasa terlalu berat ketika saatnya saya mau operasi lasik. 

Kayaknya segitu dulu ya latar belakang cerita mengenakan kacamata dan alasan kenapa akhirnya saya ambil tindakan untuk operasi lasik. Ada yang punya pengalaman berminus tinggi seperti saya juga? Please comment down below!

Untuk proses lasiknya sendiri, saya akan ceritakan di postingan berikutnya agar postingan ini tidak terlalu panjang. Stay tune! ;)

Wassalamu'alaikum

Tuesday, 27 September 2016

Between Blog and Vlog

Assalamu'alaikum



Halo Halo... Apa kabar semuanya? Semoga yang sedang membaca post ini dalam keadaan sehat, tanpa kekurangan suatu apapun. Kalau kamu perhatikan, mungkin belakangan ini saya sedang kurang aktif menulis blog. Iya, memang. Hal ini dikarenakan saya sedang asik menekuni dunia baru yang kelihatannya seru banget, yaitu vlog. Nah, apa itu vlog? Menurut wikipedia, vlog itu adalah video blogging atau disingkat vlogging, bukan vidblogging. Vlog merupakan suatu bentuk kegiatan blogging dengan menggunakan medium video di atas penggunaan teks atau audio sebagai sumber media utama.

Jadi sejak bulan Agustus yang lalu, saya lagi jarang sekali foto untuk keperluan blog ini. Waktu saya banyak dihabiskan untuk proses vlog ini. Dimulai dari menonton review-review kamera yang paling baik untuk vlog, menonton vlog-vlog orang, sampai memilih gaya vlog yang akan saya usung nantinya. Yah, begitulah saya (dan juga suami tentunya hehe). Kalau mau memutuskan sesuatu itu harus dengan pemikiran yang betul-betul matang. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari penyesalan di masa yang akan datang. Setuju?

Ketika kita sudah memutuskan membeli kamera untuk keperluan vlogging, akhirnya kita sudah mulai merekam-rekam kegiatan kita sehari-hari. Namun yang harus diperhatikan adalah tidak semua kegiatan kita bisa dibuat vlog. Mengapa? Karena kita ingin setiap pengambilan video yang kita ambil itu benar-benar artistik, penuh cinematografi, dan yang terpenting adalah memiliki inti cerita, ada hikmah yang bisa diambil para viewers-nya. Saya tidak ingin para viewers channel Youtube saya menonton hal-hal yang tidak bermanfaat buat dirinya. Itu sih yang saya pelajari dari suami saya, yaitu tentang kesempurnaan pengambilan gambar dan value dari setiap video yang dibuat.

Hingga di penghujung bulan September ini, sebenarnya vlog kami belum berjalan sesuai harapan. Harapan di sini maksudnya, saya bisa upload maksimal 2 hari dari proses pengambilan gambar berlangsung. Intinya belum bisa up-to-date vlognya. Karena suami saya yang berperan sebagai editor video ini sedang mengerjakan video-video yang tertunda sebelumnya untuk semuanya diupload ke channel Youtube saya. Seperti Behind The Scene Photoshoot KIVITZ di awal tahun lalu, photoshoot koleksi Lebaran, dan masih banyak yang lainnya. Kita selalu ingin channel Youtube ini berfungsi sebagai album perjalanan hidup kami juga. Oia, selain vlog, channel Youtube saya berisi tentang aktivitas saya sebagai fashion designer, liputan interview saya di beberapa media, dan lain-lain.

So guys, untuk yang belum subscribe channel Youtube saya, jangan lupa subscribe sekarang juga ya. Ini dia link-nya: KIVITZ by Fitri Aulia. Subscribe in berfungsi untuk memberi notifikasi via email saat saya mengunggah video terbaru di channel Youtube ini. Jadi kalau kamu semua sudah subscribe, kamu tidak akan ketinggalan update terbaru dari channel Youtube saya ini. 

Berhubung saya juga masih belajar di dunia vlog ini, jadi saya  juga harus pintar membagi-bagi waktu saya untuk bisa terus meng-update blog ini, juga meng-update vlog itu. Harap dimaklumi ya... Hehe... Semoga setelah ini saya bisa aktif di blog dan juga vlog. Untuk kamu yang juga suka lihat vlog para Youtuber, siapa favorit vlogger kamu dan apa alasannya? Please kasih tau saya dengan komen di bawah ini. Siapa tau info dari kamu bisa menambah wawasan saya mengenai dunia vlogging ini.

Thank you for reading, everyone! InsyaAllah setelah postingan blog ini, saya akan flash back beberapa aktivitas yang saya kerjakan di bulan yang lalu dan juga September ini. See you on the next post!

Wassalamu'alaikum