Showing posts with label Contemplation. Show all posts
Showing posts with label Contemplation. Show all posts

Sunday, 17 December 2017

Aksi Bela Palestina 17.12.17

Assalamu'alaikum

Tidak ada satu pun agama yang membenarkan apa yang sedang dilakukan Israel saat ini. Anak-anak yang tak berdosa, orang tua-orang tua, wanita-wanita ikut menjadi korban. Bagaimana pun juga ini adalah perbuatan terkutuk, wajib untuk muslim yang beriman kepada Allah untuk menyatakan bahwa ini adalah bathil.

Yang punya kekuasaan, pakailah kekuasanaan yang dipinjamkan Allah untuk membela kemerdekaan Palestina. Yang punya kelebihan harta, tolonglah untuk hamba-hamba Allah yang ada di sana.

Saudaraku yang datang pada hari Minggu yang lalu, dalam keadaaan bersusah payah, hari libur, tapi kau manfaatkan untuk menolong saudaramu. Ini adalah bukti cinta kita kepada saudara-saudara kita yang sedang berada di sana.

Mungkin ada sebagian orang yang bertanya: Mengapa mereka tidak tinggalkan saja Palestina? Karena ada janji yang tidak mungkin diingkari.
Mereka ingin mati sebagai syahid.
Mereka tidak akan merasakan sakitnya sakaratul maut.
Mereka tidak akan merasakan azab kubur.
Mereka tidak akan dihisab masuk ke dalam surga Allah.
Bukankah itu cita-cita tertinggi dari kaum muslimin?

Kita tidak pernah kasihan terhadap apa yang mereka lakukan. Yang perlu dikasihani adalah diri kita. Kita yang kasihan melihat diri kita yang tidak pernah ada rasa peduli terhadap mereka.

Siapa yang tak peduli dengan keadaan saudaranya sesama muslim, tak layak ia berkata: 'wa ana minal muslimini". Tatk layak ia berkata: "hanifan musliman". Maka saat ini kita tunjukkan kepedulian kita kepada saudara-saudara kita. Apapun yang bisa diberikan kepada mereka, kita berikan.








Wa'alaikumsalam

Tuesday, 24 January 2017

Lampung-Bengkulu Trip Day 2

Assalamu'alaikum

Hari kedua perjalanan saya ini sebenarnya sangat melelahkan. Perjalanan yang sangat panjang dan memakan waktu yang sangat lama. Dimulai dengan berangkat dari hotel di Lampung sekitar pukul 05.30 pagi dan tiba di Hotel Santika Bengkulu pukul 00.30 dini hari. Perjalanan panjang ini membuat saya tidak banyak mengambil gambar. Sepanjang jalan banyak saya habiskan dengan tertidur di dalam mobil sambil sesekali melihat pemandangan Lintas Barat Sumatera. Hanya tersisa foto ini yang ketika itu kami berhenti di sebuah masjid untuk menjamak shalat di perjalanan Lampung-Bengkulu.

Karena tak banyak yang bisa diceritakan di perjalanan hari kedua ini, izinkan saya untuk sedikit menulis tentang makna liburan dalam sudut pandang Islam. Semoga berkenan :)

Eloise Scarf (floral yellow) by KIVITZ

Jika kita mendengar kata liburan, pasti semua orang bergembira. Karena bergembira ketika mendengar kata liburan adalah bagian dari fitranya manusia. Masa yang penuh suka cita ini bisa mengembalikan kebersamaan dan kehangatan sebuah keluarga, mempererat pertemanan, juga  mengistirahatkan otak dan membuatnya segar kembali.

Liburan dalam sudut pandang Islam

Islam merupakan agama yang seimbang. Islam mengajarkan kita untuk bekerja juga berlibur. Menyuruh kita untuk beribadah juga refreshing. Menggapai sukses di dunia juga di akhirat. Berlibur pada dasarnya mengalihkan waktu dengan melaksanakan kegiatan yang bertujuan rehat, atau menggunakan waktu dengan bersantai, namun tetap bernilai ibadah dan bermanfaat. Tidak ada yang sia-sia dalam setiap detik kehidupan seorang muslim.
Allah berfirman: "Berjalanlah kamu (di muka) bumi, lalu perhatikanlah bagaimana akibat orang-orang berdosa." (QS. An Naml: 96)

Rasulullah bersabda yang memperingatkan kepada kita agar bersikap seimbang dan tidak memberatkan diri: "Sesungguhnya agama ini mudah. Tiada orang yang memberatkan diri dalam urusan agama, kecuali ia akan dikalahkan. Maka mudahkanlah, mendekatlah, bergembiralah, dan gunakan sebaik mungkin waktu pagi, waktu sore, dan sebagian waktu malam kalian (untuk memperbanyak kebaikan)" (HR. Bukhari)

Tujuan Liburan

Di awal mungkin sudah disebutkan, bahwa liburan bisa menjadi memontum untuk mengembalikan kehangatan keluarga setelah disibukkan dengan aktivitas rutin. Dalam mengisi liburan, kita juga harus menentukan topik atau targetnya. Misalnya tahun ini, saya pilih jalur darat ke Bengkulu untuk memberi pengalaman baru buat saya akan perjalanan ini. Sehingga mungkin saya akan lebih bersyukur ketika saya naik pesawat. Tidak merasakan berjam-jam untuk sampai ke Bengkulu itu sebenarnya Alhamdulillah. Atau hikmah lainnya adalah bisa melihat pemandangan indah jalur barat Sumatera yang mungkin tidak akan saya dapat sama sekali kalau saya naik pesawat.

Jadi intinya adalah, kemana pun tujuan liburan kita, harus sesuai target. Tinggal kitanya saja yang harus mampu mengambil hikmah dari setiap perjalanan liburan ini. Karena bisa jadi, saat kita liburan ke luar negeri malah banyak mengeluhnya, misalnya terlalu banyak berjalan kaki, makanan yang tidak sesuai lidah, dan lain sebagainya.

Persiapan liburan

Agar liburan berjalan sesuai dengan yang kita harapkan, menyenangkan dan bernilai lebih, ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan jauh-jauh hari, di antaranya:
1. Merencakana budget untuk liburan
Kita bisa memasukkan persiapan dana liburan sebagai salah satu tujuan keuangan kita. Persiapan ini setidaknya dilakukan jauh-jauh hari, sekitar enam bulan sampai satu tahun sebelumnya. Kalau saya sendiri biasanya sudah membuat pos-pos tabungan, salah satunya, tabungan liburan.
2. Susun jadwal yang jelas
Buatlah tujuan berlibur dan susun acara yang menarik dan jelas. Usahakan tujuan dan acara itu tercapai dengan baik.
3. Tentukan objek liburan
Dalam menentukan objek liburan jangan lupa libatkan suami juga anak kita, sehingga kita dapat mengetahui tempat dan liburan seperti apa yang keluarga kita inginkan.
4. Selesaikan urusan kerja
Jangan lupa untuk menyelesaikan pekerjaan kantor sebelum kita dan keluarga berlibur. Agar selama liburan pikiran kita tidak terganggu dengan urusan pekerjaan kantor.
5. Jaga kesehatan
Jaga kesehatan kita dan keluarga sebelum liburan tiba. Agar kita semua dapat benar-benar menikmati liburan saat itu.

Wallahu'alam bishawab

Wassalamu'alaikum

Friday, 12 August 2016

Rimma Wedding Day

Assalamu'alaikum

Saat dikabari Kak Rimma akan menikah lagi saya senang sekali mendengarnya. Mungkin dari beberapa orang sudah tahu cerita Kak Rimma sebelumnya. Di usia yang masih cukup muda, dia sudah menjalani perjalanan hidup yang berlika-liku, dengan cobaan dan hikmah. Cerita lengkapnya mungkin bisa kamu baca di bukunya Kak Rimma yang berjudul 'Dancing in the Rain'. Oh ya, saya dan Kak Rimma sama-sama saling kenal karena kami juga merupakan founder Hijabers Community sejak tahun 2010 yang lalu.

Di hari bahagia pernikahan ini, kebahagiaan dan rasa penuh suka cita bisa terlihat dari muka para pengantin, keluarga, dan tamu yang hadir. Bisa tersirat dari wajah teman-teman yang hadir pada hari itu 'Alhamdulillah, akhirnya Kak Rimma dipertemukan kembali oleh jodohnya.' Semua teman-teman, baik yang di Bandung maupun yang dari Jakarta turut hadir dalam acara ini. Banyak yang sayang dengan Kak Rimma, sampai-sampai kita semua hadir di acara ini walau kami harus datang jauh-jauh dari Jakarta.

Dear Kak Rimma, semoga ini adalah pernikahan Kak Rimma yang terakhir, dikarunai keturunan yang shalih dan shalihah, bahagia selalu, dan meraih syurga bersama suami tercinta. Aamiin...

Bagi saya, datang ke sebuah pesta pernikahan merupakan tempat untuk kembali me-refresh tentang makna pernikahan dalam pandangan Islam. Diusia pernikahan saya dan suami yang sudah masuk di tahun yang ke-6 ini, pasti banyak sekali suka duka yang sudah kami lalui bersama. Saya paham betul sejak awal saya menikah, bahwa pernikahan itu selalu saja ada perbedaan pendapat dengan suami kita. Karena sampai kapanpun, kita tidak akan pernah menemui pasangan yang benar-benar cocok 100% dengan kita. Maka dari itu, yang kita butuhkan dalam pernikahan adalah saling toleransi, mengurangi ego, dan diluaskan kesabarnya.

Islam memandang pernikahan sebagai sesuatu yang mulia dan menilai mereka yang menikah sebagai sebuah ibadah. Bahkan dalam sebuah hadits disebutkan bahwa menikah itu adalah (menjalankan) setengah agama. Namun, apa sebenarnya urgensi dan makna pernikahan dalam Islam?

Islam memandang pentingnya pernikahan dari beberapa aspek. Pertama adalah aspek sosiologi. Pernikahan merupakan sarana pembentukan masyarakat. Yang kita tahu, fondasi masyarakat adalah keluarga, dan keluarga dibangun dari pernikahan. Kedua, keluarga yang lahir dari pernikahan diperlukan untuk media meneruskan dan melestarikan budaya, nilai-nilai luhur. Dengan nilai-nilai luhur inilah diharapkan setiap anggota keluarga dapat memberikan kontribusi positif kepada masyarakat. Dan ketiga, yang terpenting adalah bahwa pernikahan merupakan manifestasi Allah yang memiliki sifat Jalil dan Jamil, yaitu Maha Kuasa dan Maha Lembut. Dua sifat yang berada pada kutub yang berbeda inilah yang juga terwujud dalam pernikahan. Pernikahan adalah penyatuan dua kutub yang berbeda. Laki-laki dan perempuan (bukan laki-laki dengan laki-laki, dan bukan perempuan dengan perempuan), kuat dan lembut. Karena seolah merefleksikan kesempurnaan Allah inilah, Al Quran menyebut pernikahan atau kasih sayang suami istri juga sebagai tanda-tanda (ayat) kekuasanNya.

Pernikahan juga tidak hanya dilihat dari aspek praktis hak dan kewajiban suami atau istri saja, pernikahan adalah ibadah untuk mengagungkan Allah subhanahu wa ta'ala. Dan menggolongkan janji suci pernikahan sebagai "mitsaqun ghalizh" atau janji yang berat karena tidak boleh dianggap main-main. Dan menurut saya, kita harus siap dengan apa yang akan terjadi kelak. Karena semua yang menurut kita baik, belum tentu baik di mata Allah. Jadi berperanlah sebaik mungkin akan skenario yang telah Allah takdirkan untuk kita.

Oh ya terakhir, berbicara tentang outfit yang saya kenakan pada hari itu (karena sudah banyak juga yang minta review baju yang saya kenakan via instagram), saya kembali mengenakan Areca Dress, namun kali ini dengan detail beading di bagian ujung lengan. Karena Kak Rimma bilang tema dresscode kali ini adalah cream putih, maka saya memilih Areca dress yang berwarna cream dengan dipadukan satin scarf warna broken white. Karena ini temanya outdoor, jadi saya memakai wedges untuk memudahkan berjalan di taman seperti ini.

Sekali lagi, baarakallaahu laka wa baaroka 'alaika wa jama'a bainakumaa fii khair untuk Kak Rimma dan Mas Taufik...










My outfit:
Satin Pashmina (broken white) by KIVITZ
Areca Dress (with beads) by KIVITZ


Wassalamu'alaikum

Saturday, 9 April 2016

Sadranan Beach Day 2

Assalamu'alaikum

Kalau melihat kembali perjalanan saya dan suami ke Pantai Sadranan ini, banyak sekali hikmah yang bisa saya petik. Perjalanan yang penuh petualangan ini membuat kami semakin dekat dan saling bersyukur. Saya dan suami seumpama sebuah 'team work' yang harus selalu bersama-sama menyelesaikan setiap tantangan dan lika-liku kehidupan. Begitu juga halnya sebuah pernikahan, yang harus senantiasa dilalui dengan baik, dengan siap menjalani kenikmatan dan ujian demi mengejar tujuan yang mulia, yaitu menuju ridha Ilahi.






Romantisnya suami saya, dia selalu punya keinginan untuk membawa saya ke tempat-tempat yang indah. Tujuannya untuk mengajak melihat pemandangan indah ini bersama dengan saya. Awalnya saya agak malas untuk diajak berjalan-jalan ke tempat yang belum saya lihat sebelumnya, Tapi ternyata saya jadi berubah pikiran setelah sampai di tujuan. Hati ini terasa puas dan bahagia setelah melihat langsung pemandangan indah, hanya berdua saja dengan suami. Bagi saya pada dasarnya, setiap liburan tidak perlu mewah dan mahal. Intinya adalah menjaga moment kebersamaan dengan suami tercinta. Karena dengan liburan bersama suami, saya bisa semakin dekat dengan suami, sekaligus menjadi semakin dekat dengan Allah Swt, Yang menciptakan alam indah ini. Dengan bertasbih memuja kekuasaan Allah hingga merasa diri ini begitu kecil. Inilah inti dari bertafakkur alam.

Terima kasih suamiku tercinta... Semoga saya bisa menjadi wanita shalihah, yang selalu mencintaimu dan mematuhimu, yang selalu siap menjadi istri dan ibu yang baik buat anak-anakmu kelak. Aamiin...

"Wahai orang-orang yang beriman, jagalah diri kalian dan keluarga kalian dari api neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu." (QS. At Tahrim: 6)




Wassalamu'alaikum

Friday, 23 October 2015

KIVITZ 5th Anniversary

Assalamu'alaikum


Alhamdulillah, tahun 2015 ini KIVITZ memasuki usia yang ke-5. Bisnis yang saya rintis mulai dari nol bersama suami saya ini, banyak sekali memberi saya pelajaran dalam banyak hal. Bisnis yang tidak hanya sekedar mencari profit semata, namun bagaimana bisnis ini bisa bermanfaat bagi orang lain, bagaimana KIVITZ bisa membuka lapangan pekerjaan buat orang lain, dan bagaimana KIVITZ bisa menginspirasi muslimah lain untuk berhijab sesuai syari'at.

LIMA. Saya melihatnya bukan hanya sekedar angka, namun merupakan bilangan tahun yang berisi pengalaman, pembelajaran, ujian dan hikmah. Masih muda, jika dibandingkan dengan perjalanan yang sudah menempuh usia puluhan tahun. Namun dari usia dini inilah, awal pencapaian sebuah kesuksesan itu dibentuk. 

Alhamdulillah, saat ini KIVITZ sudah memasuki tahun ke 5 dalam bisnis fashion muslimah di Indonesia. Saya sangat berharap bahwa KIVITZ mendapatkan keberkahan dari Allah SWT dan itulah tujuan terbesar dari kami. Kesempatan menjadi terkenal, penjualan tinggi, dan bisa show dimana-mana itu hanyalah bonus yang Allah berikan untuk kami. Harapan utama kami adalah semoga Allah SWT meridhai setiap aktivitas kami menjadi bernilai pahala. Semoga kami dapat menjadi bagian dari umat yang senantiasa saling mengingatkan dan menunjukan kepada kebaikan. Selalu bersandar pada syari'at Islam sesuai dengan kapasitas kami sebagai pebisnis untuk brand fashion muslimah.


Kalau dilihat, tanggal 10 Oktober kemarin jatuh di hari Sabtu, namun kami tetap merayakannya secara sederhana. Senin siang itu, saya dan suami dikejutkan dengan sudah dirangkainya ruangan kantor dengan sangat cantik oleh para karyawan saya. Pantas saja sebelumnya kami berdua tidak boleh masuk ke ruangan itu, karena ternyata mereka sudah menyiapkan surprise kecil untuk acara anniversary KIVITZ yang ke-5. Hehehe... Setelah saya dan suami tiba di kantor sore hari (karena saya dan suami punya keperluan yang berbeda hari itu) akhirnya kita disuruh masuk ke ruangan  kerja yang sudah dihias-hias dengan tulisan Happy Anniversary KIVITZ lengkap dengan cake dan juga cake yang terbuat dari semangka, melon, dan jeruk. Hahaha... Kreatif sekali mereka. Terharu dan tidak menyangka mereka mau membuatkan acara ulang tahun KIVITZ yang sederhana untuk saya dan suami. Sepertinya perayaan sederhana seperti ini ditujukan untuk kami berdua, padahal ini adalah perayaan untuk kita semua, KIVITZ team :) Terima kasih untuk seluruh karyawan saya yang mau repot-repot membuat acara ini. Kita harus tetap berjuang bersama untuk keberlangsungan KIVITZ ke depannya. Bukan hanya untuk mensukseskan perusahaan semata, namun juga untuk mensejahterakan semua yang ada di dalam KIVITZ. Aamiin... InsyaAllah :)



Fitri Aulia,

10 Oktober 2015

Wassalamu'alaikum

Tuesday, 29 September 2015

Syar'i Lifestyle: The Background

Assalamu'alaikum

Apakah kamu sudah pernah mendengar tentang Syar'i Lifestyle? Beberapa waktu yang lalu saya sempat berkampanye atau upload foto-foto tentang Syar'i Lifestyle di Instagram (@syarilifestyle) dan Fanpage KIVITZ. Syar'i Lifestyle adalah sebuah komunitas Muslimah yang bertujuan mengkampanyekan gaya hidup Muslimah sesuai syar'iat. Komunitas ini digagas oleh Fitri Aulia dan Dian Marina, dan merupakan sebuah komunitas non-komersil yang bertujuan untuk dakwah. Sebenarnya event perdana Syar'i Lifestyle sendiri sudah dilangsungkan akhir bulan lalu di Pondok Indah Golf, mengambil waktu sebelum preview collection dari KIVITZ dan Missmarina. Namun pada blog post kali ini saya ingin sedikit sharing mengenai latar belakangnya diadakannya komunitas ini.

Sekitar akhir tahun lalu, saya mulai intens bertemu dengan Kak Dian pemilik brand Missmarina. Sepertinya atas dasar kesamaan passion dan juga kesamaan visi inilah saya mulai 'tertarik' untuk berteman lebih dekat lagi dengan Kak Dian. Di tengah obrolan kita, terbesitlah sebuah keinginan untuk membuat sesuatu yang bermanfaat untuk para muslimah di luar sana. Sampai akhirnya kita kepikiran untuk membuat sebuah komunitas. Hanya saja kita harus lebih jelas lagi konsep, arah dan tujuan dari komunitas ini, termasuk siapa target dari komunitas ini.

Setelah melalui proses pemikiran yang panjang, karena kita ingin total di komunitas ini jadi diperlukan sebuah pemikiran yang matang. Sampailah kita kepada tujuan utama dari adanya Syar'i Lifestyle, bahwa kami ingin menggagas sebuah komunitas Muslimah yang peduli terhadap gaya hidup bersyari'at Islam.

Di tengah pengaruh barat dan sekularisme yang saat ini sedang marak, sedikit banyak mempengaruhi muslimah berhijab dalam hal gaya hidup. Media cetak dan elektronik di era sekarang cenderung memberikan gagasan gaya hidup wanita yang mengagungkan modernisme dan feminisme semata, sehingga melepaskan diri dari nilai-nilai Al-Qur'an dan As Sunnah. Banyak juga sering kita jumpai muslimah berhijab, namun berperilaku yang tidak terkesan Islami. Sebagian Muslimah berhijab kadang juga kurang memperhatikan kehalalan praktek berbisnis, perbankan, makanan/restoran, dan lain sebagainya. Gaya hidup kini sangat dipengaruhi oleh pola pikir, kebudayaan, pergaulan, serta hiburan. Selain itu, perkembangan teknologi juga berperan dalam mempengaruhi pola hidup Muslimah, yang bisa memberikan dampak negatif bagi diri dan keluarganya.

Hakikatnya, seorang Muslimah yang juga adalah kaum ibu, adalah pendidik yang mengajarkan nilai-nilai Islami kepada anak-anak dan lingkungan keluarganya. Tentu nilai tersebut tak lepas dari gaya hidup yang dicerminkan olehnya dalam aktivitas sehari-hari. Dan kini tugas kitalah sebagai Muslimah untuk memperbaiki dan memberikan pengaruh yang baik, serta memberikan inspirasi yang Islami bagi keluarga dan lingkungan kita. Semoga dengan adanya komunitas Syar'i Lifestyle ini, kita dapat meluruskan dan mengedukasi muslimah di Indonesia pada khususnya untuk bergaya hidup sesuai syari'at Islam. Fastabiqul khairat, marilah bersama berlomba-lomba dalam kebaikan.

Berbicara tentang gerakan Syar'i Lifestyle, event perdananya sebenarnya sudah diadakan pada hari Jumat, 28 Agustus 2015 lalu, di Ballroom Pondok Indah Golf. Perkenalan komunitas ini berbarengan dengan preview collection atau peluncuran koleksi terbaru dari KIVITZ dan Missmarina. Dengan berakhirnya perkenalan ini apakah komunitas ini akan berhenti sampai sini saja? Hmmm, jangan salah... Saat ini para pejuang dakwah di balik layar Syar'i Lifestyle sedang mempersiapkan acara-acara berikutnya lho. Jadi jangan lupa untuk terus selalu stay tune di instagram @syarilifestyle. Karena kita akan update segala event yang akan dilaksanakan melalui instagram.

Oh ya, sebelum event Syar'i Lifestyle yang lalu, saya dan Kak Dian sedang melakukan photoshoot di kantor Hijup.com dibilangan Pejaten, Jakarta Selatan. Ditemani oleh suami-suami kita yang selalu setia menemani. Thank you, my hubby dan Bang Rony!










Wassalamu'alaikum

Tuesday, 28 July 2015

Muslimah Talkshow by Universitas Islam Bandung (UNISBA)

Assalamu'alaikum

Sebelum memasuki bulan Ramadhan yang lalu, saya berkesempatan mengisi talkshow di salah satu kampus di Bandung, Universitas Islam Bandung atau Unisba. Topik yang diangkat kali ini adalah mengenai Perindah Hati dengan Hijab Syar'i.

Tidak dipungkiri, hijab syar'i menjadi salah satu cara kita untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah. Mengapa demikian? 

1. Karena menggunakan hijab syar'i merupakan salah satu jihad fi sabilillah, khususnya pada zaman seperti sekarang, dimana musuh-musuh Islam berusaha untuk memerangi hijab muslimah agar mereka menguasai umat ini.

2. Karena menggunakan hijab syar'i dapat menjaga seorang muslimah dari berbagai kejahatan: pandangan hasad, kejahatan jin dan manusia. Allah berfirman: "Karena (dengan hijab syar'i itu) mereka akan lebih dikenal maka mereka tidak dianiaya." Dikenal sebagai wanita yang menjaga kehormatannya, wanita terhormat yang jauh dari keraguan. Sehingga orang-orang yang sakit hatinya tidak berusaha menggodanya.

3. Karena menggunakan hijab syar'i sebagai tanda kehormatan seorang wanita, dan kekuatan agama dan akalnya serta menandakan jauhnya dari berbagai keraguan. Dan inilah sifat terpenting yang diinginkan oleh seorang pria yang mencari pendamping hidup.

4. Pahala orang yang mengikuti jejak langkah saudari dalam berhijab dari wanita-wanita lain yang sebelumnya meremehkan urusan hijab. Rasulullah bersabda: "Barang siapa yang menunjukkan kepada suatu kebaikan maka baginya pahala orang yang mengamalkannya." (HR. Muslim). "Barang siapa yang menyeru kepada petunjuk, pahalanya seperti pahala orang yang mengikutinya tanpa mengurangi pahala mereka sedikitpun juga." (HR. Muslim)

5. Menggunakan hijab muslimah adalah sebab bersihnya hati. Allah berfirman: "Hal itu lebih bersih bagi hati kalian dan hati mereka."

Insyaa Allah, kedepannya kita sama-sama meniatkan diri untuk menjadi muslimah yang mampu menjaga perkataan, perbuatan, dan termasuk dalam berbusana. Segala ilmu yang didapatkan hari ini adalah proses untuk menjadi muslimah yang lebih baik di kemudian hari.

Terima kasih kepada seluruh panitia yang sudah mengundang saya ke kampus ini. Semoga talkshow yang diberikan dapat bermanfaat dan sampai ketemu lagi di lain kesempatan.







My outfit:
Mysha Khimar (Brown) by KIVITZ
Malika Dress (Black) by KIVITZ

Wassalamu'alaikum

Wednesday, 22 July 2015

Happy Eid Mubarak From Our House

Assalamu'alaikum

Tidak terasa kita sudah menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan yang penuh dengan berkah dan pengampunan, dan kemudian ditutup dengan kesucian hati menuju Hari yang Fitri ini. Perayaan Idul Fitri bagi saya tahun ini sedikit berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Jika pada tahun lalu saya merayakan Idul Fitri di Sumatera Barat, di rumah keluarga mertua saya, tahun ini saya merayakan Idul Fitri di rumah baru yang kami tempati di pertengahan bulan Desember lalu. Alhamdulillah. Saya ingin merasakan bagaimana suasana shalat Eid di masjid dekat rumah kami, merasakan bagaimana bersilaturahim dengan tetangga sekitar, dan lain-lain. Seusai shalat Eid, saya dan suami langsung menuju rumah orang tua saya untuk merayakan Idul Fitri bersama keluarga besar.

Semoga setelah bulan Ramadhan ini berlalu, kita tetap menjadi pribadi yang selalu bersemangat seperti berada di bulan Ramadhan, baik dalam hal ibadah maupun perbuatan. Aamiin...


Saya dan suami mengucapkan:

Selamat Idul Fitri 1436 H.
Taqabbalallahu minna wa minkum. Shiyamana wa shiyamakum wa Ahalahullahu 'alaik.
Semoga Allah menerima amalan dari kami dan darimu, juga diterima-Nya puasaku dan puasamu sekalian, serta semoga Allah menyempurnakannya.
Aamiin...

My outfit:
Me:
Tulip Limited Scarf (Cream) by KIVITZ
Dubia Dress by KIVITZ

Hubby:
Omar Shirt (Cream) by KIVITZ Man

Wassalamu'alaikum

Sunday, 5 July 2015

Romantic Birthday Surprise

Assalamu'alaikum

Jadi ceritanya, tanggal 10 Mei siang hari, saya diajak suami saya untuk pergi ke rumah kakak ipar saya yang berada di daerah Tambun, Bekasi. Jadi seperti biasa kami melewati toll JORR. Ketika sudah dekat keluar tol, saya mengingatkan suami saya untuk ambil jalur kiri karena kita sudah akan keluar tol. Anehnya ternyata dia tidak keluar tol tapi malah lurus saja. Saya terkejut karena kami salah jalan tapi saya lihat ekspresinya kok malah senyum-senyum saja. Dia betul-betul mengendarai lurus dan saya tidak tahu akan dibawa kemana saat itu. Saya tahu suami saya pasti sedang ngerjain saya... karena sebelumnya bilang mau ke rumah kakak ipar. Ya sudahlah daripada penasaran jadi saya tidur saja sepanjang perjalanan, biar langsung menunggu surprise-nya saja, hihihi...

Setelah saya bangun, ternyata saya sudah berada di tol Pasteur. Hmmm... Dibawa ke Bandung rupanya. Dan perjalanan masih dilanjutkan menuju tempat tujuan yang hanya suami saya dan Allah yang tahu. Sampai akhirnya tibalah kita di sebuah hotel di daerah Setiabudi, Bandung.

Jarang sekali suami saya mengajak jalan tanpa rencana seperti ini. Setelah chack-in, malamnya dia mengajak saya untuk pergi ke rooftop restaurant untuk dinner berdua di hotel. Suasananya romantis, lampunya remang-remang dan ada candle light. Kami senang-senang, ngobrol berdua, dan makan bersama. Alhamdulillah, bersyukur sekali punya suami yang romantis begini. Terima kasih untuk makan malam indahnya, suamiku :)








Selesai makan, kami melihat pemandangan di luar pada malam hari. Pada bagian dalam ekterior hotel banyak lampu-lampu memancarkan cahaya yang indah dan pada bagian luar hotel nampak view kota bandung yang bercahaya dengan lampu-lampu. Cantiknyaa.. Kami melihat ada beberapa lampu sorot yang terpasang pada rooftop ini, dan suami saya memiliki ide untuk foto outfit dengan pencahayaan minim yang berkesan gelap.



My outfit:
Royal Scarf by KIVITZ
Zalfa Dress (Cream) by KIVITZ

Esok paginya di saat saya masih tidur, suami saya membangunkan saya dan membawakan 'Birthday Pizza' yang sudah diberikan lilin di atasnya. Surprise...! Hari itu memang adalah hari ulang tahun saya. Suami saya mengucapkan selamat disertai do'a. Suami saya biasanya kurang bisa memberikan kejutan tanpa ketahuan, hehee :D Namun kali ini dia mau repot-repot membawa pizza ulang tahun *umumnya kue* untuk menyenangkan istrinya. Setelah baca Instagram-nya, saya baca caption tentang perjuangannya menyalakan lilin yang terus mati tertiup angin. Rupanya sebelum saya bangun, dia keluar kamar diam-diam untuk mempersiapkan pizza dan piring dari restaurant. Hehehe... Thank you for the pizza, you're the sweetest husband :*





Setiap orang punya pemaknaan yang berbeda dalam mengartikan hari ulang tahun. Ada yang memaknainya dengan merayakan ulang tahun dengan pesta atau berkumpul dan mentraktir teman-teman, ada yang berbagi suka cita dengan mengajak makan atau mengadakan acara dengan anak yatim, ada yang hanya bertafakur kepada Sang Rabb sambil mengingat-ingat apa saja amal perbuatan yang telah dikerjakan selama di dunia ini sebagai hamba Allah, dan ada juga yang tak memaknai hari ulang tahun bak tak terjadi apa-apa. Setiap orang dipersilahkan saja merayakan datangnya hari pergantian umur dengan caranya masing-masing.

Bagi saya, yang dilahirkan 27 tahun yang lalu, dengan bobot 4,1 kg oleh mama tercinta (pasti tidak ada yang menyangka saya lahir dengan ukuran besar), bertambahnya umur merupakan tanda untuk bermuhasabah tentang semakin dekatnya kita kembali kepada keharibaan illahi. Ucapan selamat dari keluarga, kakak-kakak (karena saya anak bungsu), dan sahabat, merupakan anugerah tersendiri. Alhamdulillah dan terima kasih atas doa-doa yang diberikan. Semoga Allah Yang Maha Baik mengijabah doa yang dipanjatkan untuk saya.

Alhamdulillah, saya masih diberi kesempatan hidup di usia 27 tahun ini. Banyak hal yang masih harus diperbaiki, tingkah laku dan perbuatan, terutama ketaqwaan kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala yang telah memberikan waktu kepada saya untuk dapat menghirup udara dengan bebas setiap waktu. Serta dapat menikmati kehidupan duniawi yang telah diberikan oleh Sang Khaliq yang tiada tara banyaknya. Fabiayyialaairobbikumatukadziban :)

My outfit:
Scarf by KIVITZ
Omaira Top (Black) by KIVITZ
Deans Skirt by KIVITZ

Wassalamu'alaikum