Wednesday, 13 June 2012

Return to Aceh: Memory of Sorrow

Assalamu'alaikum

Masih ada di ingatan kita kejadian Gempa dan Tsunami yang melanda Aceh dan sekitarnya pada tahun 2004 yang lalu. Kejadian ini masih menyisakan kenangan tersendiri bagi warga Aceh. Kenangan akan kuasa dari Sang Pencipta ini hadir di Museum Tsunami Aceh yang terletak di Jl. Sultan Iskandar Muda, Kampung Sukaramai, Baitturahman, Banda Aceh.

Pembangunan dan desain pada museum ini luar biasa bagusnya. Museum yang didirikan tahun 2007 ini didesain oleh oleh M. Ridwan Kamil, seorang arsitek dari ITB Bandung. Kita bisa melihat arsitektur bergaya modern ketika memasuki bangunan berwarna abu-abu dan berbentuk lingkaran.

Saat pertama memasuki museum ini, saya merasakan suasana dramatis dengan melewati sebuah lorong sempit tak bercahaya dengan ketinggian sekitar 10 meter diiringi suara gemericik air yang mengalir di kiri dan kanan dinding lorong. Suasana itu pun sejenak mengiringi benak saya tentang betapa kecilnya manusia dibandingkan dengan tsunami yang merenggut ratusan ribu korban jiwa.



Bangunan ini sendiri dibuat dengan menggunakan berbagai sumber dana, baik dari pemerintah pusat maupun dari negara donatur. Bangunan tersebut memiliki 4 lantai yang masing-masing berisi ruangan pameran, maupun instalasi. Dari pertama dibangun, pengunjung dapat menikmati segala fasilitas secara gratis. Perlu diketahui, di lantai 4 museum, diperuntukan sebagai tempat evakuasi bencana alam bagi para warga.


Ruang selanjutnya yang saya kunjungi adalah Ruang Doa. Sebuah ruangan bercahaya redup berbentuk bundar setinggi 30 meter ke atas dengan atap berhias kaca patri berlafal "Allah". Di sekeliling dindingnya, ditempelkan nama ribuan korban jiwa akibat tsunami. Kesan yang saya rasakan dari ruangan ini, lafaz Allah di langit-langit seperti bersinar menaungi ribuan korban tsunami.  Subhanallah.....






My Outfit:
Color Bricks Scarf by KIVITZ
Basic Cotton Maxi Dress (Grey) by KIVITZ
Nida Cardi (Pink) by KIVITZ

Setelah mengunjungi Museum Tsunami Aceh ini, banyak sekali hikmah yang dapat saya petik. Pertama, saya dapat mengetahui tentang informasi tsunami di Aceh dan yang paling utama adalah sebuah pengalaman kerohanian bahwa manusia tak akan tahu ajal, manusia memang milik Allah Yang Maha Kaya, dan manusia tidak ada yang mampu menghindar dari kuasa-Nya.

Wassalamu'alaikum

Sunday, 10 June 2012

Return to Aceh: The Arrival

Assalamu'alaikum

Nanggroe Aceh Darussalam merupakan kampung halaman papa saya. Terakhir saya ke kota Banda Aceh pada tahun 2005. 6 bulan setelah bencana Tsunami. Dan kali ini saya ke Aceh bersama suami dan papa. Setelah Tsunami itu Banda Aceh sepi, tampak seperti kota mati. Bangunan banyak yang rata dengan tanah dan pepohonan masih banyak yang tumbang. Tapi sekarang... Subhanallah... Sudah banyak yang berubah sejak tahun 2005 lalu. Banda Aceh makin berkembang, makin banyak pembangunan, makin rapih kotanya. Kedatangan saya kali ini untuk mencari inspirasi dari budaya Aceh yang terkenal dengan nuansa Islami. Selain itu peninggalan budaya sperti senjata rencong (simbol keberanian rakyat aceh) ataupun songket khas aceh bisa kita temui.

Kami tiba di kota Serambi Mekkah ini pukul 15.00.  Sesampainya di rumah saudara di daerah Pagar Air, kami diajak keliling di sekitar Masjid Raya Baiturrahman. Di sekitar Masjid terdapat beberapa toko souvenir. Mata saya tertuju pada motif Pintu Aceh yang sering menghiasi produk tas, dompet, atau kain khas aceh.



Souvenir dengan bentuk dan motif Pintu Aceh.

Tak lupa kami shalat Maghrib di Masjid kebanggaan masyarakat Aceh, Masjid Raya Baiturrahman. Saat itu langit mulai senja dan bangunan tersebut seperti berwarna kebiruan. Lampu di bagian dalam membuat masjid bercahaya. 


My Outfit:
(New) Butterfly Scarf by KIVITZ
Cardigan: unbranded
Raqia Skirt (Tosca) by KIVITZ

Wassalamu'alaikum

Saturday, 9 June 2012

I am Sorry for The Book

Assalamu'alaikum,


Mungkin di antara kamu sudah ada yang tahu kalau KIVITZ mau menerbitkan buku fashion. Kami pernah mengumumkan kalau bukunya akan terbit sekitar bulan Juni 2012. Melalui blog ini saya ingin mengumumkan kalau buku tersebut tidak jadi diterbitkan di bulan Juni 2012. Saya meminta maaf bagi teman-teman yang sudah menantikan kehadiran buku ini. Alasan mengapa buku yang sudah digarap hampir 90% ini tidak jadi diterbitkan adalah tidak adanya titik temu antara saya sebagai penulis dengan pihak penerbit. Permasalahannya ada pada perbedaan cara pandang konsep antara saya dan pihak penerbit. Tapi tak mengapa. Kita harus tetap huznudzon kepada-Nya. Apapun yang terjadi, pasti DIA punya rencana lain yang jauh lebih baik. Yang Insya Allah akan membawa kita ke arah yang lebih baik pula. Aamiin... Tak lupa kami menyampaikan terima kasih kepada pihak penerbit yang sudah memberi kami kesempatan untuk belajar dalam proses pembuatan buku. 

KIVITZ merupakan salah satu jalur dakwah untuk hidup saya. Setiap orang punya passion masing-masing, dan fashion muslimah adalah bidang yang sangat saya sukai. Tempat dimana saya mencoba untuk menebarkan manfaat bagi sesama muslimah, dengan tetap berusaha menyampaikan prinsip syariat dalam berbusana. Syar'i dan stylish sudah menjadi fokus utamaku dalam berkarya. Saya menilai, seindah apapun sebuah estetika harus tetap sejalan dengan prinsip muslimah. Dan hal ini tidak akan pernah membatasi kreativitas bagi siapapun yang mentaatiNya.

Semoga Allah mencatat segala niat dan manfaat yang bisa saya hasilkan bersama suami tercinta di KIVITZ sebagai amal shalih untuk bekal akhirat kelak. Saya sebagai designer serta suami saya sebagai brand strategist dan marketing. Insya Allah KIVITZ akan tetap meluncurkan buku dengan penerbit yang berbeda. See you :)

Wassalamu'alaikum

Friday, 8 June 2012

Trois Moda on Hijab Fest 2012

Assalamu'alaikum

Hallo Bandung...
Meisje, KIVITZ, dan Aluyya akan berkolaborasi dalam satu booth di Hijab Fest 2012 No. 7C.
Selasa-Jumat, 12-15 Juni 2012, di Sabuga.
Dapatkan koleksi KIVITZ: Urban Fruity di event ini (Amira Dress, Fatin Skirt, Syahira Top, Khalida Long Shirt, Zafir Top, and many more).
Let's meet up and Silaturahim!


Model : Tantri Havid, Fitri Aulia, Lulu Elhasbu, Dian Ayu and Ayya
Photographer : Mulky Aulia
Graphic Designer: Mulky Aulia

Wassalamu'alaikum

Wednesday, 6 June 2012

Uniquely Singapore Day 4

Assalamu'alaikum 

Rasanya belum lengkap kalau ke Singapore sebelum menjumpai tempat wisata yang satu ini. Yes, Universal Studio! Di tempat ini kita benar-benar dibawa untuk bersenang-senang dengan berbagai wahana yang disajikan. Ada lima macam lokasi dengan tema yang berbeda. Dari semua wahana yang ada, wahana favorit saya di Universal Studio adalah Water World karena atraksinya yang sangat spektakuler. Jangan lupa untuk menggunakan pakaian casual dan senyaman mungkin bila mengunjungi tempat ini :)







Karena suasana Universal Studio yang seperti setting film, kami berfoto dengan berbagai tema. Merasa seperti sedang membuat foto post wedd ;p. Segala perlengkapan foto seperti tripod memang sudah disiapkan, hehee...




Outfit:
Najna Scarf by KIVITZ
Batwing Top by KIVITZ
Fatin Skirt by KIVITZ (New)

Stay tune on my next travelling post: Return to Aceh :) 

Wassalamu'alaikum

Friday, 1 June 2012

Uniquely Singapore Day 3

Assalamu'alaikum

Hari ketiga, menemani suamiku. Dia sangat suka sejarah, budaya, seni, aristektur. Dan pergilah kami ke Asian Civilisation Museum. Salah satu museum yang terbilang baru di Singapore yang menekankan pada akulturasi budaya Melayu, cina dan India.

Berfoto di depan gedung bergaya kolonial inggris, mengingatkan gaya kolonial Hindia Belanda pada Museum fatahillah, di Kota (Jakarta).




My Outfit: 
(New) Amira Dress (Dark Grey) by KIVITZ
Choco Floral Scarf by KIVITZ

Wassalamu'alaikum