Thursday, 7 March 2013

My Umrah Trip: Ziarah City of Medina

Assalamu'alaikum

Masjid Quba
Dari hotel kami sudah dalam keadaan berwudhu, kemudian langsung mengunjungi Masjid Quba dan melaksanakan 2 rakaat shalat sunah sesuai hadist. Nabi Muhammad SAW bersabda: "Siapapun yang bersuci di tempat tinggalnya kemudian datang ke Quba dan shalat (shalat apa saja) di Masjid Quba, bagi dia adalah (satu kali) pahala umrah." Itulah keistimewaan dan keutamaan masjid ini. 

Masjid ini merupakan masjid yang pertama kali didirikan pada saat Rasulullah dan sahabat hijrah dari Mekah ke Madinah. Pada awal pendiriannya, dinding masjid ini terbuat dari anyaman daun kurma dan beratap daun rumbia. Namun saat ini Masjid Quba telah berubah menjadi masjid yang besar dan megah yang selalu menjadi tujuan ziarah seluruh jamaah yang datang ke Madinah.

Di depan Masjid Quba

Jabal Uhud 
Jabal Uhud adalah sekelompok gunung yang ada di kota Madinah dan tidak bersambungan dengan gunung lain karena pada umumnya gunung-gunung di Madinah adalah sambung menyambung. Karena itulah dinamai Jabal Uhud yang artinya gunung yang menyendiri.

Gunung ini disebut Rasulullah sebagai salah satu gunung yang ada di surga, sehingga kalau kita melihatnya sekarang, Insya Allah kita akan melihatnya lagi di surga nanti. Aamiin... Terletak sekitar 6 km di utara Masjid Nabawi. Tinggi gunung ini 1.050 m dan panjangnya 7 km, terdiri dari batu-batuan. Subhanallah...

Sejarah penting dari Jabal Uhud ini, pertama, Nabi Musa dan Nabi Harun pernah naik di gunung ini untuk melihat daerah yang akan menjadi tempat tinggal Nabi akhir zaman. Setelah itu Nabi Harun sakit sehingga meninggal kemudian dimakamkan di salah satu tebing yang akhirnya terkenal dengan nama tebing Nabi Harun.

Peristiwa tak kalah penting lainnya adalah terjadinya perang antara Rasulullah dan sahabat melawan orang Musyrik Mekah yang menyerbu ke Madinah yang dikenal dengan perang Uhud. Perang ini diakhiri oleh kekalahan yang memilukan bagi pasukan Muslim, dikarenakan tidak patuhnya pasukan pemanah Muslim untuk tetap berada di atas bukit. Saat itu sebagian besar pemanah turun dari bukit karena tergiur melihat musuh lari tunggang langgang meninggalkan senjata perangnya. Ternyata pasukan musyrik Quraisy Mekah bersiasat memutar balik dari gunung dan menyerang balik pasukan Muslim.  Dalam perang tersebut gugur 70 orang syuhada diantaranya paman Rasulullah, Hamzah bin Abdul Muthalib, juga Mush'ab bin Umair, yang dimakamkan di dekat Jabal Uhud ini. Kecintaan Rasulullah pada para syuhada Uhud, membuat beliau selalu menziarahinya hampir setiap tahun. Hikmah dari peperangan ini, kita sebagai umat Muslim harus senantiasa berada dalam ketaatan penuh terhadap Rasulullah Saw, dan mengimani setiap ajaran beliau hingga akhir zaman.


My Outfit:
Scarf by "Khamsa Real" Market (Medina)
Basic Velvet Dress (Black) by KIVITZ
Fath Jacket (Black) by Fitri Aulia

Wassalamu'alaikum

Tuesday, 5 March 2013

My Umrah Trip: Masjid An-Nabawi

Assalamu'alaikum

Prophet Said: "One prayer in my mosque is better than a thousand prayers in any other, except the Sacred Mosque in Mecca" (Ibnu Majah 1/450)
Disebut Masjid Nabawi karena Rasulullah selalu menyebutnya dengan kalimat 'Masjidku' pada setiap beliau menerangkan tentang sebuah masjid yang sekarang ada di pusat kota Madinah.

Rasulullah bersabda: "Barang siapa shalat di masjidku 40 kali tanpa terputus, maka ia selamat dari neraka dan segala siksa dan selamat dari sifat munafik" 
Masjid ini dibangun oleh Rasulullah dan para sahabatnya pada tahun pertama hijriah (622 M) seluas 1.050 m2, persis di sebelah barat rumah Rasulullah yang kemudian rumah itu menjadi makamnya dan masuk dalam bangunan masjid.


Seluruh payung di Masjid Nabawi akan terbuka di siang hari dan tertutup di malam hari

With my husband

Allahumma Shalli Ala Sayyidina Muhammad Wa Ala Ali Sayyidina Muhammad
Persis di bawah Kubah Hijau inilah jasad Rasulullah SAW dimakamkan

Raudhah
Dalam bahasa melayu, raudhah berarti taman diatas tanah terbuka yang penuh pohon dan bunga indah, dan menyenangkan. Atau orang banyak menyebutkan dengan taman surga. 
Rasulullah bersabda: "Antara rumahku dan mimbarku adalah taman diantara taman-taman yang ada di surga."
Luasnya 144 m2. Ditandai dengan pilar berwarna putih dengan ornament yg khas dan permadani (karpet) berwarna hijau. Inilah tempat yang paling mulia di masjid ini. Saat di dalam raudhah, lakukanlah shalat 2 rakaat (shalat apa saja) dan perbanyak doa saat sujud. Khusus bagi wanita, ada waktu-waktu tertentu memasuki raudhah ini. Dari pengalaman saya, banyak sekali muslimah yang ingin masuk ke dalam raudhah ini. Saran saya saat mengantri masuk, perbanyak shalawat kepada Rasulullah Saw, perbanyak tilawah, atau shalat sunnah kalau memungkinkan. Suasana yang sangat ramai membuat kita ingin melihat-lihat muslimah dari berbagai negara atau bahkan komentar yang tidak seharusnya ketika di dalam masjid. Jadi pesan saya, tundukkan pandangan dan lebih banyak ibadah.

Memang agak sulit untuk bisa melakukan shalat di raudhah karena keadaan yang sangat penuh sesak. Shalat dan sujud juga sulit untuk dilakukan, karena banyak orang lalu lalang mencari tempat untuk shalat. Saat itu saya berdoa berkali-kali di dalam hati "Yaa Allah izinkan hamba shalat dan bisa sujud di raudhah ini". Subhanallah... Usai saya berdoa, ada seorang muslimah, entah dari negara mana, yang menawari saya shalat dan dia menjaga ketika saya sujud. Alhamdulillah saya bisa shalat dan bersujud di raudhah.

Makam Rasulullah SAW
Kalau kita sedang berada di raudhah dan menghadap  kiblat, berarti di sebelah kiri kita adalah bangunan persegi empat berwarna hijau tua yang sangat anggun. Bangunan itu awalnya merupakan dua rumah, yaitu rumah Rasulullah dengan Aisyah dan rumah Ali dengan Fatimah. Sejak Rasulullah wafat, tahun 11 H (632 M), rumah Rasulullah terbagi dua, yaitu bagian arah kiblat (bagian selatan) untuk makam Rasulullah dan bagian utara untuk tempat tinggal Aisyah.

Sedikit muhasabah, saat kita shalat di Masjid Nabawi, bayangkanlah, betapa indahnya kita sedang menghadap Rasulullah SAW. Walaupun Rasulullah telah wafat, tapi jasadnya Allah janjikan masih utuh, tidak berubah menjadi tanah seperti yang lain. Bayangkan betapa berterimakasihnya kita telah memegang ajaran Islam, yang Allah SWT turunkan melalui beliau. Allahumma Shalli Ala Sayyidina Muhammad Wa Ala Ali Sayyina Muhammad. Semoga kita mendapat syafaatnya kelak. Aamiin...

Makam Rasulullah Saw, makam Abu Bakar, dan makam Umar bin Khattab

Makam Abu Bakar & Umar
Sayyidina Abu Bakar wafat tahun 634 M, 2 tahun setelah Rasulullah wafat. Atas kesepakatan pemuka Islam pada waktu itu dimakamkanlah jasadnya di dekat makan Rasulullah yaitu di arah panggung dengan jarak kira-kira setengah meter dan letak kepalanya lurus dengan arah pundak Rasulullah. Aisyah masih tetap menempati rumah itu tanpa pemisah antara kamarnya dengan 2 makam, karena Aisyah merasa bahwa yang ada di tempat itu adalah suaminya dan bapaknya.

Pada tahun 644 M, 12 tahun setelah Rasulullah wafat, wafatlah Sayyidina Umar karena ditusuk pisau oleh seorang bernama Abu Lu'luah pada saat menjadi imam shalat subuh di Masjid Nabawi. Kemudian beliau dimakamkan di dekat Rasulullah dan Abu Bakar.

Rasulullah bersabda: "Pada hari kebangkitan, orang pertama yang bangkit dari kubur adalah AKU dan ABU BAKAR kemudian UMAR kemudian ahli BAQI (orang-orang yang dimakamkan di Baqi) kemudian ahli Mekah dan seterusnya yang lain." 

Kubah dalam Masjid Nabawi dapat bergeser sampai terlihat langit

Ornamen emas bertuliskan Muhammad Rasulullah pada tiap pintu Masjid Nabawi

Ziarah ke makam Rasulullah dan kedua sahabatnya ini hukumnya sunah dan sebaiknya memakai tata cara yang baik, yaitu membersihkan tubuh (mandi dan wudhu), berpakaian bersih dan sopan, khusus muslimah harus menutup auratnya dengan sempurna. Untuk laki-laki, jika ingin ke raudhah tidak ada waktu khusus, kecuali waktu shalat. Dan untuk wanita, 07.00 - 11.00 (pagi), 13.30 - 15.00 (siang), dan 19.00 - 21.00 (malam).

My Outfit:
Scarf by "Khamsa Real" Market (Medina)
Basic Velvet Dress by KIVITZ
Khalida Long Shirt (Black) by KIVITZ

Wassalamu'alaikum

Friday, 1 March 2013

My Umrah Trip: Ziarah City of Mecca

Assalamu'alaikum

Setelah melaksanakan prosesi umrah dan beristirahat satu hari di hotel, perjalanan kami dilanjutkan dengan berziarah ke tempat-tempat bersejarah di sekitar kota Mekah. Ziarah adalah amalan yang bertujuan untuk melihat dari dekat tempat-tempat penting bersejarah dalam pertumbuhan dan perkembangan agama Islam, agar semakin memperkuat iman. Ziarah ke tempat bersejarah ini tidak termasuk rangkaian ibadah umrah, namun ziarah ini umumnya diadakan oleh travel yang kita ikuti.

Hukum berziarah ke tempat-tempat bersejarah adalah boleh (mubah). Bila dilakukan dengan niat yang baik, untuk menambah iman dan keyakinan terhadap kebenaran ajaran Islam, hukumnya menjadi sunah. Tetapi apabila dilaksanakan dengan cara yang berlebihan, misalnya dengan mengeramatkan tempat-tempat tersebut sehingga menimbulkan kemusyrikan, hukumnya menjadi haram.

with our parents

Jabal Tsur
Jabal Tsur kurang lebih 6 km di sebelah selatan Masjidil Haram. Untuk mencapai Gua Tsur memerlukan perjalanan mendaki selama 1,5 jam. Di Gua Tsur inilah Rasulullah Saw dan Abu Bakar As-Siddiq bersembunyi dari kejaran orang-orang Quraisy ketika hendak hijrah ke Madinah.

Peristiwa yang patut untuk dikenang ketika melihat gunung ini adalah perjuangan dan kuatnya tali persaudaraan antara Rasulullah dan Abu Bakar. Rasulullah sangat mempercayai Abu Bakar untuk menempuh perjalanan hijrah yang cukup berbahaya ini berdua saja. Bukan karena kekuatan fisik Abu Bakar yang membuat Rasulullah menjadi merasa aman, namun karena kuatnya keimanan beliau (Abu Bakar) sebagai sahabat utama yang paling dicintai Rasulullah. Perjuangan Hijrah ini akhirnya berhasil membawa Rasulullah Saw ke Madinah dengan selamat karena berkah dan pertolongan Allah Swt.

Me in front of Jabal Tsur.

My Outfit:
Crepe Scarf by KIVITZ
Basic Velvet Dress by KIVITZ
Fath Jacket (Black) by Fitri Aulia

Sambil mempelajari sejarah Rasulullah dan selalu bershalawat padanya. 

Jabal Rahmah
Jabal Rahmah adalah tempat bertemunya Nabi Adam As dan Siti Hawa setelah keduanya terpisah saat turun dari surga. Menurut cerita, terusirnya Adam dan Hawa dari surga ke bumi memisahkan mereka berdua dalam jarak yang cukup jauh. Nabi Adam diturunkan di sebuah gunung di Sri Lanka, sedangkan Siti Hawa diturunkan di Arab (Jeddah). Jabal Rahmah lah yang menjadi tempat pertemuan mereka selama pencarian 40 tahun lamanya. Terlepas dari hikmah yang tersirat dalam Al-Qur'an, menurut saya kisah ini juga sangat romantis. Bayangkan saja, saat itu hanya mereka berdua lah manusia di bumi ini, tak ada yang lain. Rasakan betapa sepinya dunia ini, dan tentu bumi ini sangat luas untuk saling mencari satu sama lain. Tanpa ada handphone maupun GPS.. hehee :D Namun karena berkah dari Allah Swt mereka dipertemukan kembali.


Yeay! Berhasil mendaki Jabal Rahmah! Berada di lokasi cerita sejarah pertemuan manusia yang paling romantis ;p

Wassalamu'alaikum

Tuesday, 26 February 2013

My Umrah Trip: Masjid Al-Haram

Assalamu'alaikum

Janganlah bersengaja melakukan perjalanan dengan sengaja (dalam rangka ibadah) kecuali ke tiga masjid: masjidku (Masjid Nabawi), masjidil Haram, dan Masjidil Aqsa. (HR. Bukhari no. 1189 dan Muslim no. 1397)
Shalat di dalamnya (Masjid Nabawi) lebih baik dari 1000 kali shalat di masjid lainnya, kecuali Masjidil Haram. Sedangkan satu kali shalat di Masjidil Haram itu lebih utama 100.000 kali daripada di tempat lain. (HR. Ibnu Majah No. 1/450)

Alhamdulillah... Akhirnya saya bisa diberi kesempatan oleh Allah Swt untuk bisa melihat, mengunjungi, dan shalat langsung menghadap Ka'bah. Pertama kali saya menginjakan kaki di Masjidil Haram adalah ketika prosesi Umrah. Setibanya di bandara Jeddah pukul 11 malam dan kami harus melewati antrian imigrasi yang sangat melelahkan, hampir 2 jam. Subhanallah, baru saja sampai kami sudah diuji kesabarannya :) Setelah itu, rombongan langsung menuju hotel di Mekah dengan memakan waktu satu jam perjalanan. Tak bisa beristirahat lama-lama di hotel, karena kami sudah dalam keadaan berihram sejak miqat di atas pesawat, kami langsung menuju Masjidil Haram di malam menjelang subuh itu. Namun kami tetap semangat karena inilah saatnya kita menunaikan ibadah umrah. Kalau di Jakarta kita lihat jam segitu akan sangat sepi, tapi tidak untuk di Mekah, Masjidil Haram tetap penuh dengan umat Rasulullah. Subhanallah... Merinding melihat segala kebesaranNya yang disaksikan dengan mata kepala sendiri. Bangunan Ka'bah yang biasa hanya dilihat di televisi atau foto, kini ada langsung di depan mata. Rasa haru tak terbentung sambil bibir ini mengucap istighfar. Semoga saya memang pantas masuk ke dalam rumah Allah yang megah ini (Masjidil Haram).

Prosesi umroh sendiri sebenarnya hanya memakan waktu sekitar 4 jam saja. Dimulai dengan thawaf (mengelilingi Ka'bah) 7 kali putaran, dilanjutkan dengan shalat dua rakaat di belakang Maqam Ibrahim, Sa'i (Sofa-Marwa) 7 kali, dan diakhiri dengan tahalul. Selanjutnya saya masih akan berada di Mekah selama 7 hari ke depan untuk ibadah harian. Waktu yang singkat ini saya habiskan dengan berdiam diri di Masjid, tilawah dan mentadaburi Al Qur'an, shalat taubat, shalat hajat, sampai shalat mutlak. Biasanya pembagian waktu saya selama di Mekah adalah tahajud sampai Dhuha ke masjid, thawaf, sarapan ke hotel, istirahat atau biasanya ada kajian dari travel, shalat dzuhur, makan siang ke hotel, shalat ashar, thawaf, shalat maghrib, shalat isya, lalu baru kembali lagi ke hotel untuk makan malam dan istirahat. Begitu saja setiap harinya. Dan saya sangat menikmati hari-hari saya hanya diisi dengan beribadah tanpa memikirkan pekerjaan dan masalah duniawi yang lainnya. Apalagi saya sengaja tidak membawa laptop atau membeli kartu telepon selular di sana untuk mengaktifkan handphone. Alhamdulillah, benar-benar terasa sekali ibadahnya.
Setiap hari Allah menurunkan 120 rahmat di Masjidil Haram, 60 rahmat diberikan bagi yang thawaf, 40 rahmat diberikan bagi yang shalat, dan 20 rahmat bagi mereka yang menyaksikan (HR. Baihaqi dari Ibnu Abbas ra)
Suasana Thawaf yang penuh khidmat dan kekhusyu'an. Tiap lisan manusia berdzikir memuji Asma Allah.

Bangunan Masjidil Haram juga sangat besar dan megah. Diperkirakan bisa menampung 1.000.000 orang jamaah. Subhanallah... Namun, saat saya ke sana seperempat bagiannya sedang direnovasi, didekat Ka'bah menuju tempat Sa'i. Bisa terlihat dari foto-foto kami yang hanya menggunakan kamera handphone. 

Ibadah bersama suami, sehari setelah umroh (rambutnya sudah dicukur (tahalul))

Thawaf sambil berpegangan dengan mama supaya ga hilang :p

Satu hal lagi yang membuat saya terkesan adalah melihat muslimah-muslimah dari berbagai negara. Mereka saling menghargai perbedaan tiap muslimah di sana. Pakaian yang mereka gunakan sangat jelas berbeda, sesuai dengan kondisi culture negara masing-masing. Menjadi pemandangan yang biasa  melihat banyak wanita bercadar, bahkan sampai matanya pun ada yang tertutup. Muslimah Turki yang biasa dengan coat-coat panjangnya karena di negara mereka iklimnya sangat dingin. Muslimah Melayu yang terbiasa dengan menggunakan mukena berwarna putih jika shalat. Keragaman ini membuat saya semakin yakin, kalau busana muslimah tidak ada yang mutlak harus begini dan begitu. Yang jelas, busana muslimah itu harus longgar, hijab menutupi dada, tidak transparan, dan tidak ketat, tidak menyerupai lelaki dan menutup aurat dengan sempurna, persis seperti panduan dalam Al-Qur'an. Selanjutnya untuk masalah warna, motif, dan lain sebagainya disesuaikan dengan culture negaranya masing-masing. Sebenarnya menggunakan celana pun, tak jadi masalah. Namun, harus longgar, dan bajunya pun harus panjang, minimal selutut. Busana ini banyak dijumpai di kalangan muslimah India dan Pakistan.



Sekian mengenai prosesi umrah dan Masjidil Haram. Berikutnya adalah tour mengelilingi sekitar kota Mekah. See you on the next posting!

Wassalamu'alaikum

Sunday, 24 February 2013

My Umrah Trip: Preparation

Assalamu'alaikum

Ibadah Haji dan Umrah pada hakikatnya adalah perjalanan menghampiri Allah SWT dengan mendatangi rumahNya, Baitullah, yaitu Ka'bah di Mekah. Sebagai perjalanan mendekati Allah SWT, haji dan umrah harus dilakukan secara tulus, terlepas dari motif-motif yang bersifat duniawi, seperti mencari perhatian dari orang lain, status sosial, atau berbangga diri. Ketulusan hati itu tampak jelas dalam ayat Al Qur'an yang memerintahkan berhaji dan umrah:

Dan diantara kewajiban manusia terhadap Allah adalah melaksanakan ibadah haji ke Baitullah, yaitu bagi orang-orang yang mampu mengadakan perjalanan ke sana. (QS. Al Imran: 97)

Dan sempurnakanlah ibadah haji haji dan umrah karena Allah. (QS. Al Baqarah: 196)

Perintah haji dan umrah dalam dua ayat di atas, ditekankan harus lillah, tulus karena Allah SWT. Hal demikian tidak ditemukan di ayat lain yang isinya perintah untuk beribadah, seperti shalat, zakat, dan puasa. Meskipun pada dasarnya semua ibadah harus lillah, terlebih haji dan umrah yang menuntut perjuangan dan kerja keras, lahir dan batin dalam waktu yang cukup lama. Haji dan umrah dipandang sebagai gerakan menuju kesempurnaan. Dengan sendirinya dibutuhkan bekal dan energi. Dan bekal yang terbaik adalah TAKWA.

Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baiknya bekal adalah takwa. Dan bertakwalah kepada-Ku, hai orang-orang yang berakal. (QS. Al Baqarah: 197)

Bekal takwa itu mengandung beberapa makna yang perlu diperhatikan oleh para calon jamaah haji atau umrah.

  1. Semua biaya yang digunakan berasal dari harta HALAL, bukan hasil curian atau korupsi. Sebab, harta yang halal akan mencerahkan hati dan melapangkan perjalanan.
  2. Tidak membawa dagangan agar hati mereka tidak bercabang dan dapat berkonsentrasi untuk ibadah.
  3. Dianjurkan banyak melakukan amal kebajikan dalam perjalanan dan selama di tanah suci.
  4. Menjunjung tinggi moralitas dan berbudi pekerti luhur dengan tidak berkata kotor, tidak melanggar hukum-hukum Allah, dan tidak bertengkar dengan orang lain.
Dan salah satu bekal yang harus diperhatikan yaitu sikap sabar dan tahan uji. Semua kesulitan akan mampu dihadapi dengan penuh kesabaran sebagai bagian dari tanda-tanda kemabruran. Dengan berbekal energi takwa, insya Allah kita akan meraih kemabruran.

Memilih Travel
Menurut saya, memilih travel sangatlah penting untuk mendukung perjalanan ibadah kita. Apalagi bagi yang baru pertama kali mengadakan perjalanan umrah. Sebelumnya saya sudah memilih-milih travel umrah, membandingkan, dan memilih tanggal yang pas. Alhamdulillah, saya pun mendapat travel yang jadwal berangkatnya lebih cepat, yaitu awal Februari. Jarak antara mendaftar umroh, mengikuti manasik, dan pergi umroh berlangsung cepat. Saya pergi bersama suami, papa dan mama.

Alhamdulillah kemarin saya mendapat travel yang lebih baik dari sisi komunikasi dan taushiyah dari para pembinanya. Memperhatikan faktor ini jauh lebih penting daripada fasilitas umroh yang sifatnya jalan-jalan, atau senang-senang, karena tujuan umroh selayaknya adalah untuk beribadah.

Beberapa saat sebelum berangkat umroh bersama rombongan travel.
(Bahan seragam dari travel saya design sendiri dengan menyambungkan bahan velvet dress :p)

Persiapan Mental, Spiritual, dan Material
Persiapkanlah mental dan spiritual dengan keikhlasan dan kepasrahan yang tinggi kepada Allah SWT, serta bertaubatlah kepada-Nya dengan memperbanyak zikir memohon petunjuk dan bimbingan-Nya. Sebelum keberangkatan, selesaikan masalah-masalah yang berkenaan dengan  tanggung jawab dengan keluarga dan pekerjaan, bahkan hutang piutang. Banyaklah bersilaturahmi dengan saudara, teman, dan tetangga dengan memohon maaf dan meminta doa restu agar dilancarkan selama dalam perjalanan dan pelaksanaan ibadah umrah nanti.

Pelajarilah sejarah Islam, terlebih yang berhubungan dengan ibadah umrah, agar dalam melaksanakannya kita akan dapat memahami, menghayati, dan menjalankannya dengan lebih ikhlas, insya Allah. Selain itu, kita juga harus memperlajari tata cara shalat jenazah, karena hampir setiap saat kita menghabiskan waktu shalat di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, dan diiringi shalat jenazah di  akhir tiap shalat wajib. Jadi, bagi yang belum mengetahui dan hafal tata cara shalat jenazah, dianjurkan mempelajari dan menghafalkannya sebelum berangkat ke Tanah Suci.

Untuk persiapan material, siapkan bekal secukupnya selama dalam perjalanan. Bawalah mata uang Real yang sudah ditukar di Indonesia untuk biaya sehari-hari di Tanah Suci atau untuk membeli oleh-oleh.

Persiapan Perlengkapan Umroh
Untuk ini saya membawa 1 koper besar untuk di bagasi dan 1 koper kecil untuk dibawa dalam kabin. Pada umumnya peralatan yang dibawa biasa-biasa saja, Al-Qur'an, Al-ma'tsurat, sajadah, perlengkapan kecantikan (foundation, sun block, lipgloss), pakaian dalam, kacamata hitam dan baju-baju harian selama berada di Makkah dan Madinah. Khusus baju harian yang akan dipakai untuk ibadah dan shalat di Masjid, saya mempersiapkan 5 Pcs dress berwarna hitam dan putih yang saya desain sendiri. Dari dulu saya sangat terinspirasi dan mengagumi gamis dan scarf berwarna hitam khas Muslimah Arab yang menurut saya sangat anggun dan elegan. Jadi saya mendesign pakaian dengan gaya serupa.   

Semua pakaian khusus ini saya buat dari bahan satin velvet. Nyaman, longgar dan anggun. Sama sekali tidak membentuk lekukan tubuh, dan tidak transparan. Jangan lupa untuk mengenakan celana panjang sebagai dalaman agar lebih aman. Dan untuk ke masjid hanya perlu ditambah scarf lebar yang TIDAK TRANSPARAN agar bisa digunakan untuk Shalat. Oleh karena itu saya memakai scarf bahan crepe, bukan cerruti yang juga diproduksi KIVITZ. Saya juga tidak biasa menggunakan bergo panjang atau mukena untuk pergi dan melakukan shalat di masjid. Saya lebih suka seperti pakaian Muslimah Arab, That's my style :)

Persiapan perlengkapan umrah diatas merupakan kebutuhan standar untuk perjalanan umrah. Jika memang membawa barang di luar yang disarankan tidak jadi menjadi masalah, hanya saja sebaiknya dipikirkan lagi apakah nantinya merepotkan atau tidak. Semoga perjalanan umrah kita selalu diniatkan hanya semata-mata ibadah kepada Allah SWT.

Alhamdulillah dalam 9 jam berikutnya di perjalanan pesawat ditambah perjalanan bus, Saya sampai di Makkah Al- Mukaramah :)  

Wassalamu'alaikum

Friday, 22 February 2013

Grand Opening: Muslimah Clothing Boutique

Assalamu'alaikum

Hallo Malaysia... Insya Allah saya akan hadir di Shah Alam, Malaysia 3 Maret besok dalam acara talkshow, peluncuran buku, dan peresmian butik Muslimah Clothing. Butik Muslimah Clothing juga adalah butik reseller resmi KIVITZ di Malaysia. Insya Allah, acaranya akan berlangsung di Butik Muslimah Clothing Couture, Seksyen 7, Shah Alam. Info terakhir yang saya terima, pendaftaran untuk acara ini sudah full jadi sudah ditutup.

So bagi yang sudah daftar, let's meet up there!



Wassalamu'alaikum