Saturday, 6 December 2014

"Multitalent Muslimah" by Insani UNDIP

Assalamu'alaikum

Setelah tiba di Semarang sehari sebelumnya, akhirnya pagi ini adalah waktunya saya untuk mengisi acara di Auditorium FISIP, UNDIP. Panitia meminta saya untuk menyampaikan materi dengan slide. Karena kegiatan yang begitu padat, akhirnya saya baru bisa mengerjakannya pagi hari, tepatnya ketika sarapan di hotel.

Materi talkshow kali ini adalah Multitalent Muslimah. Materi yang cukup berat, karena sebenarnya saya tidak merasa memiliki kualifikasi sebagai muslimah multitalent. Tapi saya mencoba menyampaikan materi kali ini sesuai kapasitas saya seorang muslim fashion designer ataupun sebagai seorang ibu rumah tangga.



Islam sebagai pedoman hidup yang Allah swt turunkan kepada segenap manusia, mengatur etika hidup yang telah digariskan dalam takdir-Nya. Islam memberikan beberapa keistimewaan kepada kaum wanita. Karena kaum wanita adalah ibu yang melahirkan generasi bangsa dan orang yang menjadi madrasah pertama bagi anak-anaknya. Sehingga benar apa yang disabdakan Rasulullah SAW dalam suatu hadist yang berbunyi:

"Wanita adalah tiang negara. Jika akhlaknya rusak, maka hancurlah negara."

Agar muslimah bisa menjalankan semua peran mereka dengan baik, perlu upaya pengembangan diri  yang disesuaikan dengan minat, karakter, bakat, keahlian dan apapun yang mereka miliki. Apabila disalurkan pada hal yang positif, in syaa Allah bisa memberikan kontribusi yang signifikan kepada agama, bangsa, dan negara tercinta ini.




Tapi sebenarnya apa yang dimaksud dengan muslimah multitalent? Muslimah multitalent adalah seorang muslimah yang memiliki potensi berupa kelebihan-kelebihan. Muslimah bisa mengaktualkan dirinya dengan kepintaran berbicara, spesifikasi ilmu, dan prestasi-prestasi ilmiah. Di dunia ini, ada tiga jenis golongan manusia dalam menyikapi dunia. Pertama, menjadi sejarah. Kedua, menjadi saksi sejarah, dan Ketiga menjadi pencetak sejarah.

"Manusia memiliki akal dan bentuk. Barang siapa yang akalnya tidak berfungsi, maka bentuknya pun menjadi tidak sempurna seperti orang yang tak memiliki ruh." (Ali bin Abi Thalib ra)

Dari perkataan Ali bin Abi Thalib ra di atas, dapat kita simpulkan bahwa kita harus mampu memanfaatkan dan menggunakan akal yang sudah Allah swt berikan kepada kita. Apalagi menggunakan untuk hal-hal yang bermanfaat untuk umat, in sya Allah akan lebih berkah lagi hidup ini.
Lalu pertanyaannya sekarang, bagaimana menjadi multitalent muslimah? Ada tiga langkah yang menurut saya harus dimiliki oleh seorang muslimah:
1. Aqidah harus benar.
2. Melatih diri untuk memikirkan hal-hal kreatif yang belum dipikirkan oleh orang lain.
3. Berusaha menghasilkan karya dari hasil pemikirannya yang bermanfaat bagi orang banyak.

Namun, golongan orang-orang yang bersebrangan dengan Islam pun tak akan tinggal diam. Mereka yang telah mengetahui sepak terjang dan peran penting muslimah sejak zaman dahulu, kini berupaya menghancurkan Islam melalui ghawzul fikr atau perang pemikiran. 
Apa saja peran penting muslimah dalam Islam?
1. Muslimah memiliki tanggung jawab yang besar dalam membangun kemajuan umat.
2. Muslimah adalah pendidik utama generasi keturunan dan tauladan bagi anak-anaknya.
3. Muslimah memegang peran yang sangat besar dalam melahirkan para pejuang-pejuang Islam.
Lalu bagaimana cara mereka ber-ghawzul fikr? Mereka akan menghancurkan Islam terutama aqidah para muslimah. Itulah salah satu pentingnya setiap muslimah memiliki talenta atau bahkan multitalent. Karena dengan ber-multitalent, para muslimah harus mengoptimalkan potensi dan talenta yang ada pada dirinya. 





Menurut saya, menjadi muslimah multitalent itu bukan hal yang mudah. Karena sebetulnya tanpa disadari seorang ibu atau istri sudah menjadi muslimah multitalent. Kenapa? Karena setiap harinya dia melakukan hal-hal yang berbeda-beda. Menjadi koki karena harus bisa memasak untuk keluarga, menjadi petugas laundry karena harus mencuci pakaian, menjadi interior designer karena harus menata rumah dengan rapi agar enak dipandang, bahkan ada yang menjadi supir karena harus mengantar anak-anak ke sekolah. Tapi bagi yang punya kemampuan lebih dari itu, silahkan saja mengembangakan potensi dan talentanya. Asal pekerjaan utamanya menjadi seorang ibu atau istri tak ditinggalkannya dan tentunya siap menerima waktu tidur yang sedikit. Hehe… Itu pengalaman pribadi sekali. Orang yang melihat para muslimah multitalent itu presepsinya pasti keren. Tapi jangan salah, ada pengorbanan yang tak ringan untuk mencapai itu semua. Bagi saya, asal dikerjakan dengan ikhlas tanpa mengeluh dan ditujukan segala kegiatannya semata-mata ingin mendapat ridha dari Allah swt, in syaa Allah rasa lelah tak akan berarti.

Wallahu'alam bishawab.


Bersama peserta seminar kemuslimahan Insani UNDIP




My outfit:
Cala Scarf (Big Scarf Black) by KIVITZ
Tahira Top by KIVITZ
Rose Skirt (Fuchsia) FITRI AULIA 

Wassalamu'alaikum

Wednesday, 3 December 2014

First time Invited to Semarang

Assalamu'alaikum

Setiap diundang ke daerah untuk mengisi talkshow, ada beberapa perasaan bahagia yang saya sangat syukuri. Pertama, Alhamdulillah saya bisa berbagi dengan para muslimah lain, baik mengenai Islam ataupun tentang enterpreneurship. Kedua, Alhamdulillah saya bisa bersilaturahim dengan muslimah-muslimah di daerah lainm yang sebelumnya hanya bisa menyapa di social media. Ketiga, Alhamdulillah saya bisa mengunjungi kota-kota yang belum pernah saya kunjungi sebelumnya. Dan yang terakhir, Alhamdulillah saya bisa mendatangi dan mengenal langsung kota yang saya datangi, merasakan masakan kulinernya, adat budayanya, dan karakteristik orang-orang yang tinggal di daerah tersebut. Saya mensyukuri rasa lelah yang harus dijalani untuk mendapatkan semua kenikmatan ini. Misalnya harus berangkat sebelum subuh untuk mengejar jadwal pesawat atau bertemu dengan orang banyak yang biasanya mengajak foto satu per satu, dan yang lainnya. Tampaknya begitu mudah namun kalau tidak dilandasi dengan rasa syukur kepada Allah Swt, perjalanan ini akan terasa begitu melelahkan dan hanya sia-sia.

Sabtu, 22 November 2014 yang lalu saya mendapat undangan mendadak untuk mengisi acara keputrian di Universitas Diponegoro, Semarang. Alhamdulillah, ustadzah saya mengizinkan untuk bisa berangkat ke sana. Karena seharusnya hari Sabtu pagi sudah menjadi jadwal saya untuk pengajian mingguan di rumah. Tapi ilmu tanpa amal pun akan sia-sia. Maka perjalanan ke Semarang ini saya jadikan untuk mengamalkan ilmu-ilmu yang telah saya dapatkan selama ini. Semoga bisa menjadi kebaikan dan amal shalih untuk bekal saya di akhirat kelak. Aamiin…

Karena saya mengisi acara di Semarang Sabtu pagi, maka panitia menyediakan pesawat pada Jumat sore. Oh ya, ini pertama kalinya saya berangkat dari Bandara Halim Perdana Kusuma. Lumayan, jaraknya tak begitu jauh dari rumah saya di Depok. Biasanya untuk ke bandara Soekarno Hatta saya menghabiskan waktu sekitar 2-3 jam. Untuk ke Bandara Halim Perdana Kusuma, paling lama hanya 1 jam. Tadinya suami saya mau membawa mobil dan menitipkan di parkir inap bandara karena kami hanya menginap satu malam di Semarang, tapi setelah googling mengenai parkir inap di Bandara Halim belum tersedia, jadi kami akhirnya memilih naik taksi saja.

Untuk outfit kali ini, saya memilih mix and match yang senyaman mungkin. Maka saya memilih abaya dipadukan dengan sneaker. Untuk hijabnya saya memakai yang scarf bermotif untuk memberi tambahan warna. Tak lupa saya memakai sunglasses karena siang itu, matahari bersinar sangat terik. Alhamdulillah kami mendarat di Semarang dengan lancar dan langsung dijemput oleh panitia-panitia. Untuk cerita lengkap mengenai talkshow-nya, tunggu blog post selanjutnya ya. See yaa ;)





My outfit:
Scarf by KIVITZ
Assadiyah Abaya by KIVITZ
Shoes by Converse

Wassalamu'alaikum

Monday, 1 December 2014

KIVITZ Photo Contest 2014: The Best 15 Nominees

Assalamu'alaikum

Setelah diadakan selama hampir satu bulan, saya menerima cukup banyak peserta yang mengikuti KIVITZ Photo Contest 2014. KIVITZ Photo Contest (KPC) adalah event yang bertujuan untuk merayakan milad KIVITZ setiap tahunnya. Selain itu event ini juga sebagai bentuk rasa syukur kami terhadap semua customer loyal KIVITZ sejak tahun 2010, yang telah mengikuti perkembangan fashion kami melalui Blog, Facebook, dan Instagram. Terima kasih kami haturkan kepada semua pembaca blog dan followers KIVITZ, karena kalianlah kami terus bersemangat dalam berkarya.  

Konsep KPC kali ini adalah ingin menampilkan foto-foto customer KIVITZ dengan kreasi mix & match memakai minimal 1 item koleksi busana terbaru dari KIVITZ, yaitu Claire's 50s, Eyedentically Op dan Basic Dress (yang hanya boleh dipadukan dengan brand KIVITZ juga). Dalam satu tahun ini, kami sudah banyak menjual koleksi tersebut di seluruh Indonesia baik di store maupun online shop, Alhamdulillah... Jadi tentu menjadi kebanggaan yang besar bagi kami untuk melihat bagaimana para customer KIVITZ mengenakan koleksi-koleksi yang kami produksi. Dan itu terlihat dari foto-foto KIVITZ Photo Contest. 

Alhamudlillah kami sudah menerima banyak foto dari semua peserta selama masa kompetisi ini berlangsung. Foto-foto yang kami terima kesemuanya bagus-bagus. Namun untuk menentukan 3 orang pemenang, kami harus menyaringnya menjadi 15 foto terbaik berikut ini. 

Dan 15 Nominasi foto terbaik jatuh kepada…



 Dian Nastiti Amalia - 33 tahun - Wiraswasta - Blitar 

My comment:
Black and red is never wrong! Perpaduan warna ini sangat pas dan terkesan klasik namun tetap stylish. Hajjar Cardi hitam dipadukan dengan Basic Velvet Dress merah.

Dwi Sulistyarini - 34 tahun - Pegawai BUMN - Sidoarjo 

My comment:
Saya sangat suka dengan mix and match ini. Creative, fresh and colorful! 3 kata itu yang menggambarkan penampilan ini ketika pertama kali saya melihatnya. Deans Skirt new pattern dari koleksi terbaru KIVITZ, Eyedentically Op, dipadukan dengan Glitter Top Limited. Senyum bahagia mba Rini juga membuat siapa saja yang melihatnya juga ingin tersenyum bahagia sepertinya senyumnya. Smile is sunnah :)

Ellyanaa - 31 tahun - Pekerja - Hongkong

My comment: 
Padu padan Crop Jacket dari K-Limited dengan Basic Dress Maroon seperti ini pernah saya kenakan sebelumnya. Memang sangat nyaman dan pas mengenakan basic dress yang terbuat dari bahan katun di-mix dengan Lila Crop Jacket. Cocok dikenakan untuk menghadiri acara semi formal.

Ika Setiyorini - 23 tahun - Mahasiswi - Jakarta Barat

My comment: 
Sama seperti foto sebelumnya, mix and match oufit seperti berikut ini pernah saya kenakan ketika travelling ke Singapore bulan Mei lalu. Perpaduan yang sangat harmonis dengan Cala scarf, Jamesha Cardi hitam, dan Iffat Skirt cream. Yang saya suka dari foto ini adalah pemilihan background yang sangat unik.

Indah Riyanti Putri - 23 tahun - Dokter muda - Yogyakarta

My comment:
Jamesha Cardi (cream) menjadi salah satu produk Best Seller di koleksi Claire's 50s. Maka tak heran kalau di KPC ini banyak yang mengenakan Jamesha Cardi, salah satunya Indah. Indah yang seorang dokter muda di Yogyakarta ini memadukan Jamesha Cardi cream dengan basic cotton maxi dress berwarna hitam. Karena bahan Jamesha Cardi yang agak tipis jadi memang lebih aman menggunakan inner lagi agar tidak transparan.

Linda Rachmawati - 32 tahun - Event organizer - Depok 

My comment:
Hafi Dress Pink dipadukan dengan Hajjar Cardi New Pattern-Pink. Pemilihan background foto juga sangat tepat, yaitu warna putih polos. Dikarenakan outfit ini yang sudah penuh warna dan penuh motif.

Linna Al Z - 28 - Pekerja - Hongkong 

My comment:
Merupakan ide baru untuk mix and match. Hafi Dress (Mint Turqoise) dengan Qabil Top (Red) dan juga Cala Scarf hitam sebagai penetralisir kedua warna tersebut. Kualitas foto pun sangat baik.

Maya - Jakarta Utara 

My comment:
Simple namun tetap manis. Fiza Dress (Purple) ini memang tak perlu ditambahkan item fashion yang lain. Untuk yang ingin tampil stylish tanpa harus menumpuk baju dan mix and match, memilih Fiza Dress adalah pilihan yang sangat tepat sekali untuk masuk ke dalam lemari baju kamu :)

Nanik Ratnasari - 33 tahun - Pekerja - Hongkong

My comment: 
Tak ada salahnya untuk mengikuti outfit yang terdapat di katalog KIVITZ karena tujuan foto katalog tersebut adalah memberi inspirasi bagi setiap muslimah yang ingin berpenampilan Syar'i dan Stylish. Namun outfit ini dikemas dalam bentuk yang lebih baik. Hasil foto outdoornya sangat bagus, baik latar maupun pencahayaannya.

Riyanti - 30 - Ibu rumah tangga - Cilacap 

My comment:
Simple dan tidak berlebihan. Saya sangat suka. Memadukan Basic Long Cardi hitam dengan Basic Dress Navy Blue dan juga Cala Scarf Maroon. Nice outfit!

 Ruhainah - 38 tahun - Ibu rumah tangga - Bekasi Utara

My comment:
Santai dan casual. Deans Skirt koleksi dari Claire's 50s ini sepertinya digunakan untuk berekreasi santai bersama keluarga tercinta. Jangan lupa untuk memadukan dengan flat shoes atau sneaker agar tetap nyaman ketika digunakan saat berjalan-jalan. Karena Deans Skirt sudah bermotif, jadi pilihlah atasan dan juga scarf yang polos agar tampilan tidak berlebihan.

Sri Awijada - 24 tahun - Ibu rumah tangga - Makassar  

My comment:
Basic Dress Navy Blue dengan Hajjar Cardi koleksi dari Eyedentically Op ini cocok juga dikenakan untuk holiday! Karena motif dan warnanya sangat ramai membuat outfit kita lebih cheerful! Tambahan sunglasses untuk tampilan yang lebih chic.

Sulia Haji Nawee - 50 tahun - Sekretaris - Singapore

My comment: 
Wow. Tak hanya customer dari Indonesia, tapi customer dari Singapore pun tak ketinggalan untuk mengikuti KPC 2014 ini. Dan siapa bilang KIVITZ hanya untuk kalangan yang muda saja? Produk KIVITZ juga cocok untuk wanita dewasa yang anggun. Hafi Dress Hitam dengan Raisa Jacket  yang merupakan koleksi dari Claire's 50s. Pilihan warna hijab yang berbeda dari warna dress dan jaket tak menjadi masalah. Malah membuat tampilan lebih stylish.

Vivri Putriyanti - 27 tahun - Pegawai - Jakarta Utara 

My comment:
Hafi Dress Biru dengan Hajjar Cardi new pattern. Sepertinya dikenakan ketika sedang berjalan-jalan ke sebuah mall di Jakarta. Foto yang cukup spontan namun tetap bagus.

Yanti - 32 tahun - Pekerja - Hongkong

My comment:
Jika melihat foto nominasi sebelumnya, seperti ada sedikit kesamaan kualitas foto ya. Warga Negara Indonesia yang tinggal di Hongkong ini sepertinya berjanjian untuk melakukan satu sesi foto outdoor di daerah Hongkong. Pemilihan background foto dibuat berbeda dan tak ada yang sama untuk masing-masing orang. Mereka adalah customer yang tetap memilih produk lokal dari Indonesia untuk digunakan di sana. We're so proud of it! Alhamdulillah :)

Ingin tahu siapa ketiga finalis dan pemenang KIVITZ Photo Contest 2014? Tunggu penilaian dari saya dalam blog post selanjutnya… KIVITZ, Syar'i & Stylish :)

Wassalamu'alaikum

Sunday, 30 November 2014

"Kisah Sejoli Melambungkan KIVITZ" by SWA Magazine

Assalamu'alaikum

Ada yang sudah membeli majalah SWA edisi November 2014? Pada edisi ini ada liputan mengenai KIVITZ yang ditulis dalam bagian Entrepreneur. Alhamdulillah... Sebelumnya wartawan dari Majalah SWA mendatangi kantor kami dan banyak menanyakan hal-hal menarik, seperti bagaimana awal merintis brand KIVITZ? dan seperti apa strategi bisnis yang diterapkan? Kalau kamu tertarik dengan bisnis, silahkan membeli dan membaca majalahnya. Berikut saya salinkan tulisan artikelnya dibawah ini.


Kisah Sejoli Melambungkan KIVITZ
oleh Henni T. Soelaeman dan Rif'atul Mahmudah

Di tengah ingar-bingar bisnis busana muslim, KIVITZ adalah salah satu merek yang mampu mencuri perhatian. Dengan model pemasaran online dan offline, KIVITZ mempu membukukan omset 300 juta per bulan. Apa keunggulan KIVITZ? Di mata Dwi Sulistyarini, rancangan KIVITZ potongannya pas dan polanya cocok. "Dipakainya nyaman. Saat ini saya berusaha lebih syar'i dalam berpakaian," ungkap perempuan 34 tahun yang dalam keseharian, kantor ataupun acara pesta memilih busana keluaran KIVITZ.

Syar'i dan stylish. Itulah ciri rancangan KIVITZ. "Kami mengedepankan syari'at Islam," ungkap Fitri Aulia, pemilik KIVITZ. Dalam merancang, ada lima pakem yang ia berlakukan; hijabnya menutup dada; tidak transparan; tidak ketat atau membentuk tubuh; tidak menyerupai laki-laki (tidak ada produk celana panjang); dan pakai kaus kaki. "Konsep kami seperti itu. Ini idealisme kami," imbuhnya. Namun, KIVITZ tak ketinggalan dalam hal gaya dengan memberikan sentuhan warna bold, terang, feminin dan elegan.


Selain merek KIVITZ, kelahiran Bogor 11 Mei 1988 ini juga membesut merek yang mengusung namanya sendiri: Fitri Aulia. Kalau KIVITZ lebih ke busana sehari-hari yang membidik pasar menengah dengan rentang usia lebih matang (20-40 tahun), label Fitri Aulia lebih ke pakaian evening gown. "Karena saya orang Aceh, beberapa rancangan saya berikan aksen songket Aceh," ujar bungsu dari tiga bersaudara yang menggemari jalan-jalan ini.

Fitri Aulia membangun KIVITZ bersama suaminya, Mulky Aulia, pada 2011 dengan modal Rp. 4 juta. Dalam sebulan, mereka mampu melempar sekitar 2.500 piece yang disebar ke empat toko offline di Bintaro, Kemang, Bandung dan Pekanbaru, serta untuk konsumen yang memesan secara online. Saat peak season, seperti Idul Fitri, omset bisa meningkat dua-tiga kali lipat dari perolehan pada bulan biasa. Menurutnya, untuk momen Lebaran, penjualan terbesar disumbang lewat online. Pembeliannya juga bisa datang dari mancanegara, sebut saja Malaysia, Hong Kong, Singapura dan Afrika Selatan.

Keberhasilan KIVITZ, menurut Mulky, karena disiapkan sangat matang. Sebelum diluncurkan, sang istri menggarap dunia maya sebagai fashion blogger dan bergabung dengan Hijabers Community (HC). Selama lima bulan, Fitri aktif mengampanyekan slogan syar'i and stylish. Fitri juga meluncurkan buku Inspiring Syar'i & Stylish Hijab. Setelah cukup dikenal sebagai fashion blogger, produk busana muslimah rancangan Fitri pun mulai dipasarkan pada awal 2011. Mereka berbagi peran. Fitri yang alumni Administrasi Niaga FISIP Universitas Indonesia bertanggung jawab atas produksi dan keuangan. Sementara Mulky bertanggung jawab menangani pemasaran karena ia memang gemar soal branding. "Saya hanya membekali diri dengan membaca buku pemasaran," kata Mulky yang lulusan Desain Komunikasi Visual Universitas Trisakti.

Menurut Mulky, merintis bisnis sejatinya visi baru mereka setelah menikah, "Kami berprinsip tidak mau kerja kantoran. Jadi, kami mesti sukseskan apapun yang akan kami buat," ujar kelahiran Bukittinggi 6 September 1986 ini. Dipilihnya bidang fashion karena ia melihat istrinya tertarik menekuni bisnis fashion dengan memiliki pengalaman berjualan tas semasa kuliah. Bertepatan dengan momentum HC, Fitri menjadi salah satu yang berperan dalam pembentukan komunitas yang beberapa anggotanya adalah desainer muslimah itu. "Karena belum memiliki kemampuan untuk membuat produk, kami pun melakukan hal yang sifatnya strategis. Kami rencanakan mereknya akan seperti apa," ucapnya.

Sebagai fashion blogger, Fitri kemudian dibantu Mulky mengisi blog dengan ilustrasi tentang konsep busana muslimah. "Saya yang menggambar," katanya. Setelah memiliki kamera, ia memasukkan foto-foto Fitri dan kegiatannya. Follower-nya makin bertambah karena banyak yang suka. Lima bulan kemudian, dibuatlah clothing line, KIVITZ. Selama lima bulan itu, mereka bahu-membahu mempersiapkan peluncuran KIVITZ. Ada momen saat berdua naik motor membawa bahan-bahan terkena musibah yang menyebabkan kelingking kaki Fitri patah. "Saat peluncuran produk lewat Facebook, istri saya masih duduk di kursi roda," cerita Mulky.


Merek KIVITZ kian berpendar saat ditawari untuk dijual di Moshaict. "Dua bulan diluncurkan, kami masuk toko. Tapi kemudian, karena visi yang berbeda, kami keluar. Karena kami punya idealisme, menciptakan tren, bukan mengikuti tren. Baru kemudian kami buka toko bersama dengan teman-teman yang memiliki visi yang sama di Muse 101, fX," ujar Mulky. Toko berikutnya dibuka di Bintaro, Februari lalu. Menyusul di Pekanbaru dan Bandung lewat model waralaba.

Dari awal, mereka sadar bahwa KIVITZ berkembang karena komunitas. Karena itu, kiprahnya di media sosial terus dikelola dengan baik. "Kami punya follower yang kami terus kelola," kata Mulky. Mereka pun akhirnya merekrut karyawan yang khusus mengelola dan bertanggung jawab untuk melakukan update di media sosial. "Fitri Aulia adalah sosok yang dikenal tanpa media seperti artis melalui televisi, tetapi dikenal melalui media sosial. Jadi, blognya harus selalu aktif. Blog harus konsisten di-upload tiga kali seminggu," imbuh Mulky.

Untuk keperluan blognya yang juga berperan sebagai iklan berjalan, Mulky melakukan pemotretan sendiri semua kegiatan Fitri. Ia berusaha menyajikan foto-foto dengan hasil kualitas fotografer. "Sekian banyak fashion blogger, bagaimana agar orang berhenti pada blog kami, ya dengan kualitas gambar yang bagus. Cek saja, yang banyak follower-nya adalah yang foto-fotonya bagus," ujarnya. Selain melalui blog, foto Fitri dengan ragam produk fashion-nya disebar pula lewat Instagram dan Facebook. "Foto yang di-upload pun tidak pernah yang insidental selfi lalu upload, tetapi diedit dulu. Konsistensi inilah yang mungkin menjadi strategi terbesar kami dalam pemasaran," papar Mulky. 

Menurut Fitri, sebagai desainer, ia berupaya terus inovatif dengan menciptakan kreasi dan rancangan yang bisa diterima pasar tanpa menabrak pakem yang sudah digariskan KIVITZ. Untuk menambah wawasan, Fitri kemudian kuliah di LaSalle College." Supaya dapat pengetahuan baru yang tadinya saya tidak tahu sama sekali," ungkapnya. Dengan sekolah fashion, ia menemukan hal baru soal tren ataupun biaya produksi. Untuk ide rancangan, ia kerap melihat dari tren dunia, mengacu ke Paris, Milan, New York dan London. "Tetapi kami hijab. Jadi, melihat tren dunia dan mentransfer ke dalam bentuk hijab," katanya.

Ke depan, Fitri ingin membuka toko di setiap kota, paling tidak di kota besar. Sementara Mulky terus berusaha memperkuat merek KIVITZ.

Wassalamu'alaikum

Thursday, 27 November 2014

MUSE 101 Weekend Market: KIVITZ Super SALE

Assalamu'alaikum


Mari kunjungi booth KIVITZ di MUSE 101, fX Mall  tanggal 28,29,30 November 2014, untuk mendapatkan Super SALE dari KIVITZ sebagai berikut.


  1. KIVITZ Outlet SALE: Diskon up to 50% untuk semua koleksi baru dan lama, termasuk aneka scarf.
  2. KIVITZ SALE up to 30% untuk semua koleksi Claire's 50s dan Eid Series 1435H.
  3. Dan Nikmati KIVITZ Special Prize! Hanya dengan harga Rp. 100.000 - Rp. 150.000 untuk semua koleksi Aqualuna. 

Dan jangan lewatkan bersilaturrahim dengan saya di MUSE 101, khusus tanggal 28, 29, 30 November, pukul 15.00 - 18.00

Promo ini khusus untuk penjualan di MUSE 101, fX Sudirman, pada tanggal 28, 29 dan 30 November 2014.

Wassalamu'alaikum

Tuesday, 18 November 2014

Fashion Designer Introduction to Tara Salvia Junior High School

Assalamu'alaikum

Senang rasanya bisa berbagi ilmu dengan adik-adik dari SMP Tara Salvia, Bintaro, Jumat minggu lalu. Kebetulan salah seorang teman saya menjadi guru di SMP tersebut. Dan kali ini tahun kedua saya mengisi di kelas ini. Di kurikulum terbaru, ada satu mata pelajaran yang mengenalkan berbagai macam profesi yang ada di Jakarta. Tujuannya adalah agar siswa dapat mempunyai pandangan lain mengenai berbagai profesi yang ada. Karena yang kita tahu selama ini, para siswa banyak yang hanya mengenal pekerjaan kantoran. Maksudnya hanya duduk di balik meja di kantori dan kemudian di akhir bulan mereka akan mendapatkan uang sebagai gajinya. Diharapkan dengan adanya kelas profesi ini, mereka akan cepat menentukan profesi apa yang kelak akan mereka geluti saat dewasa nanti. Kata guru di sekolah ini, berbagai macam profesi yang sudah diundang oleh sekolah mereka adalah Public Relation and Marketing, dosen, penulis buku, pengacara, sampai profesi scriptwriter.



Tepat pukul 09.30 saya sudah tiba di Tara Salvia, Bintaro. Perjalanan yang cukup jauh dari rumah saya di Depok. Dan harus bersabar di jalanan dengan kemacetan para pekerja kantoran yang pergi ke kantor mereka masing-masing. Tapi semua harus disyukuri dan dijalani dengan lapang dada. Karena saya akan bertemu dengan para calon penerus bangsa ini :)

Pembahasan saya dikelas adalah mengenai profesi fashion designer. Di mulai membahas pengertian apa itu fashion designer, etos kerja apa saja yang harus disiapkan untuk menjadi fashion designer, pihak-pihak apa saja yang akan berhubungan dengan fashion designer, dan juga skill atau kemampuan apa saja yang harus dimiliki oleh seorang fashion designer. Saya baru mengerjakan pembuatan slide ini ketika dalam perjalanan di mobil, mulai dari berangkat sampai tiba di sekolah tersebut. Hufff… Alhamdulillah, Sangat seru dan adrenaline makin terpacu ketika berhadapan dengan deadline. Hehehe…




Setelah penyampain dengan slide, saya juga menampilkan beberapa video, seperti video liputan fashion show saya ketika di Jakarta fashion Week 2014 yang lalu dan juga video proses pembuatan baju-baju Haute Couture dari contoh brand terkenal, Chanel. Setelah itu dibuka sesi tanya jawab dari para siswa kepada saya. Dan Alhamdulillah mereka sangat antusias dengan materi dari saya dan tak sedikit yang menunjuk tangan untuk bertanya.





Outfit hari itu, saya pilih yang casual karena menyesuaikan dengan lokasi tempat saya mengisi acara agar tidak terkesan kaku dan tetap santai. Basic Cotton Maxi Dress dipadukan dengan New Hajjar Cardi dari koleksi Eyedentically Op. Tips untuk mengenakan Hajjar Cardi adalah dengan mengenakan baju lengan panjang atau long sleeve dress yang berfungsi sebagai inner karena bahan Hajjar Cardi yang transparan. Motif Hajjar Cardi ini akan menambah kesan yang casual and colorfull. Cocok sekali digunakan untuk bertemu dengan adik-adik dari sekolah Tara Silvia ini.

Terima kasih Tara Salvia School! Semoga bermanfaat. Apapun profesi kalian nanti, semoga Indonesia menjadi lebih baik lagi di masa yang akan datang di tangan-tangan kalian nantinya! ^.^ Aamiin…


My outfit: 
Cala Scarf Black (Big Size) by KIVITZ
[New Arrival] Hajjar Cardi by KIVITZ
Basic Cotton Maxi Dress by KIVITZ

Wassalamu'alaikum