Tuesday, 10 June 2014

Fun Walking to Orchard Road

Assalamu'alaikum

Welcome to Blue Print 2014! Blue Print merupakan pintu gerbang perdagangan fashion untuk wilayah Asia. Tahun ini adalah tahun ke5 dari event ini. Di dalam Blue Print ini kita dapat melihat stand-stand designer muda dari berbagai negara se-Asia untuk koleksi Fall/Winter 2014 maupun Spring/Summer 2015 mendatang. Dengan cutting yang unik dan ide-ide fresh untuk busana ready-to-wear wanita, pria, dan aksesoris yang unik-unik.

Memang event ini menjadi tujuan utama saya datang ke Singapore beberapa waktu lalu, yaitu untuk menambah ilmu pengetahuan saya di bidang fashion. Di event ini saya banyak melihat designer muda yang penuh semangat dan kreatif. Di setiap stand ada koleksi dari masing-masing designer, foto koleksi, foto campaign, dan lain-lain. Banyak sekali ilmu yang saya dapat saat itu. Belajar dari trend analysis, bahan yang banyak mereka gunakan, cuttingan yang menuh inspirasi, bahkan sampai ketemu designernya secara langsung dan berbicara mengenai koleksi yang dibuatnya ini.






Setelah puas berkeliling event ini, saya menuju ke Orchard Road dengan menaiki transportasi darat yaitu bus tingkat. Agak bosan dengan MRT, jadi saya memilih bus tingkat dua untuk bisa menuju ke Orchard Road. Pengalaman baru bisa melihat jalanan kota Singapore yang begitu rapi dan bersih. Berharap Indonesia akan seperti negara Singapore. Aamiin...

Berjalan sepanjang toko-toko di Orchard Road pun juga cukup melelahkan sampai akhirnya saya minta untuk diantar ke Kinokuniya di Takasimaya. Banyak buka yang saya cari di sana, karena di Kinokuniya Indonesia koleksinya kurang lengkap dan harga di Singapore pun relatif lebih murah. Semua buku yang saya dapat adalah buku-buku fashion import yang banyak memberi saya inspirasi dan pengetahuan untuk membuat setiap rancangan saya.




Outfit yang saya kenakan hari itu sedikit lebih formal dari hari-hari biasanya karena saya harus menghadiri suatu event. Dan pilihan mix and match saya adalah sleeveless dress dan jacket. Dua item ini merupakan koleksi dari Claire's 50. I'm falling in love with this dress. Dark color, flawy, and so comfort. Sedangkan outernya juga menjadi favorit saya karena tidak panas dan tidal tebal. Warnanya yang merah dengan motif garis-garis memang sangat pas dipadukan dengan Hafi Sleeveless Dress ini. Untuk pilihan hijab saya sengaja memilih warna merah untuk kesan yang lebih happy and cheerful.







My outfit:
Cala Scarf (Big size) by KIVITZ
[New Arrival] Raisa Jacket (Red) by KIVITZ
[New Arrival] Hafi Sleeveless Dress (Black) by KIVITZ

Wassalamu'alaikum

Monday, 9 June 2014

Thursday Morning to Outram Park

Assalamu'alaikum

Alhamdulillah minggu lalu saya ke Singapore untuk menghadiri suatu event tentang fashion exhibition se-Asia Tenggara. Sepulang dari kampus, saya langsung menuju bandara untuk penerbangan siang itu. Kondisi kesehatan saya memang harus prima. Di tengah banyaknya tugas kuliah, saya juga harus menghadiri acara baik undangan, maupun menghadiri event semacam ini untuk menambah ilmu saya di bidang fashion.

Cara saya untuk menjaga kesehatan, biasanya bangun tidur saya meminum air putih yang ditambahkan dengan madu. Untuk sarapan biasanya saya mengkonsumsi buah-buahan, kira-kira hingga pukul 11.00. Kalau sebelum jam 11.00 masih lapar, ya makan lagi saja buah yang lain. Dilanjutkan dengan makan siang yang harus penuh dengan nutrisi dan gizi. Porsi makan saya memang sedikit tapi sering makan. Gampang kenyang tapi gampang juga laparnya.

Untuk outfit pertama yang saya pakai di Singapore adalah koleksi dari Claire's 50s. Santai namun tetap kelihatan sedikit formal dan rapih. Saat itu Singapore sering turun hujan yang mengakibatkan cuaca jadi agak dingin. Untuk koleksi terbaru ini, Sadya jacket dipadukan dengan Eshal Dress. Dress sleveless ini terbuat dari bahan jersey dengan sedikit detail drappery di bagian kancingnya. Saya menambahkan belt di dalam jaketnya untuk menambah kesan formal. Pakailah warna hijab senada dengan dress atau jacketnya.










My outfit:
Cala Scarf by KIVITZ
[New Arrival] Sadya Jacket (Blue) by KIVITZ
[New Arrival] Eshal Sleveless Dress by KIVITZ

Wassalamu'alaikum

Saturday, 7 June 2014

Arina Top and Wafa Skirt

Assalamu'alaikum

Arina Top merupakan salah satu koleksi Aqualuna yang menjadi andalan saya jika kesulitan mencari atasan bermotif dan simple. Untuk bawahannya, hanya tinggal menambahkan rok lebar dengan warna gelap. Ya, memang se-simple inilah style saya jika sedang holiday. Karena biasanya saya hanya ingin menikmati liburannya. Lihat-lihat alam, lihat-lihat lingkungannya, dan juga mencari tahu budaya orang-orang yang tinggal di daerah tersebut.

Oh ya, Wafa Skirt ini adalah salah satu koleksi dari K-Limited yang dikeluarkan sekitar bukan Februari 2014 lalu. Hanya terdiri dari crop denim jacket, dan juga skirt. Skirt ini terbuat dari bahan taffeta. Ada dua jenis Wafa Skirt. Ada yang polos seperti ini, dan hanya warna hitam saja, dan juga taffeta bermotif reversible  yang artinya bisa dipakai bolak-balik. Rok high waist ini akan membuat kamu tampak lebih tinggi lho. Bisa dilihat di fanpage facebook KIVITZ di sini.

But unfortunately, this skirt is out of stock. Karena saat ini produksi sedang difokuskan untuk Eid Series 1435 H, maka KIVITZ belum bias memproduksinya kembali. In syaa Allah setelah lebaran nanti akan diproduksi kembali.









My outfit:
Cala Scarf by KIVITZ
Arina Top by KIVITZ
Wafa by KIVITZ Limited

Wassalamu'alaikum

Thursday, 5 June 2014

Tropical Luxury

Assalamu'alaikum

Fiuhhh... Akhirnya kuliah semester ini berakhir juga. Ditambah saya juga baru selesai mengerjakan deadline koleksi KIVITZ Summer 2014, Claire's 50s. Jadilah saya dan suami memutuskan untuk pergi sejenak ke pinggir kota Jakarta untuk berlibur, melepas penat. Kota Bogor menjadi pilihan libur pelarian kami, karena letaknya yang tidak begitu jauh dari tempat tinggal saya di Depok namun masih banyak pemandangan yang asri dan udaranya yang sejuk. Konsep hotel yang mengusung tropis modern membuat saya semakin betah menginap di sini.

Setiap manusia memang membutuhkan refreshing atau rihlah, menyegarkan pikiran yang sudah jenuh dengan berbagai aktivitas sehari-harinya. Jadi jangan berpikiran bahwa jalan-jalan seperti ini tidak mempunyai manfaat sama sekali. Dan bagi yang sudah berumah tangga, dengan rihlah seperti ini akan membuat hubungan suami dan istri semakin harmonis dan kompak. Bagi saya, setelah jalan-jalan ini, pikiran kembali segar dan ide-ide semakin banyak bermunculan untuk men-design atau pun untuk mengembangkan bisnis selanjutnya. Tipsnya adalah jangan sama sekali membawa pekerjaan saat kamu sedang jalan-jalan. Manfaatkanlah untuk memandangi alam sekitar dan mensyukuri nikmat Allah atas segala yang diberikannya kepada kita sampai detik ini. 

Di outfit ini memang bukan merupakan koleksi dari Claire's 50, tapi memang basic dress selalu jadi andalan saya ketika sedang bingung memakai pakaian yang mana. Basic dress berwarna dusty pink ini saya padukan dengan salah satu seri K-Limited, yaitu Inan Blazer. Saya sangat suka dengan outer ini karena ada detail beading dibagian ujung lengannya. Saat ini saya memang sedang belajar untuk menggunakan beads, atau orang Indonesia lebih kenal dengan istilh payet untuk membuat detail seperti ini. Hal ini membuat saya ingin terus belajar dan belajar untuk mempercantik setiap outfit yang saya design.

Untuk beads yang saya pilih pun terlihat payetan tidak terkesan tua, malah membuat semakin muda bagi pemakainya. Tidak lagi menggunakan payet pasir, piring, atau batu-batuan. Blazer ini memang dirancang untuk busana semi formal.









My outfit:
Cala Scarf by KIVITZ
Inan Blazer by KIVITZ Limited
Basic Dress by KIVITZ

Wassalamu'alaikum

Monday, 2 June 2014

My Birthday

Assalamu'alaikum

Bagaimana kamu memaknai setiap hari ulang tahunmu? Setiap orang pasti berbeda-beda memaknainya. Ada yang merayakan dengan pesta bersama teman-teman, ada yang berbagi suka cita dengan mengajak anak-anak yatim, ada juga yang hanya bertafakur kepada Allah sambil mengingat-ingat apa saja amal perbuatan yang telah dikerjakannya sebagai hamba Allah. Setiap orang berhak merayakan hari ulang tahunnya dengan caranya masing-masing.

Menurut saya, hari lahir merupakan pertanda bahwa tahun-tahun menjelang kembali keharibaan Ilahi menjadi semakin dekat. Semua ucapan selamat dari keluarga tercinta, kakak, keponakan, teman, sahabat, dan semua orang-orang, sebenarnya merupakan anugerah tersendiri. Alhamdulillah dan terima kasih atas doa yang diberikan, mudah-mudahan Allah swt mengijabah doa-doa tulus yang dipanjatkan untuk saya.

Banyak hal yang harus diperbaikin, tingkah laku dan perbuatan, terutama ketaqwaan kepada Allah swt yang telah memberikan waktu kepada saya untuk dapat menghirup udara dengan bebas setiap waktu serta dapat menikmati kehidupan duniawi yang telah diberikan oleh Sang Pencipta yang tiada tara banyaknya. Fabiayyialaairobbikumatukadziban. Maka nikmat Allah yang manakah yang engkau dustakan?

Sehari sebelum hari ulang tahun saya kemarin, saya mengajak seluruh keluarga besar saya untuk menginap di salah satu hotel di daerah Sentul, Jawa Barat. Ingin mengajak mereka ber-refreshing sejenak untuk sama-sama bersantai.


Tepat jam 12 malam, seluruh keluarga saya datang ke kamar saya untuk mengucapkan selamat, membawakan kue, dan juga membawakan kado. Alhamdulillah... Di usia yang ke-26 tahun ini saya sangat bersyukur karena Allah sudah kasih semua keindahan dalam hidup saya. Alhamdulillah masih ada mama papa yang lengkap dan sehat, suami yang sangat super, dan tim KIVITZ yang solid.




Berbicara mengenai hari lahir, sosok yang menjadi bintang utamanya bukanlah diri ini, melainkan mama saya. Cerita mama, dulu itu saya terlahir dengan berat 4,1 kg dengan cara normal. Kalau diingat, Subhanallah... Mama melahirkan bayi besar dan itu pasti tidak mudah. Semoga suatu saat nanti saya bisa merasakan menjadi seorang ibu seperti mama saya.


Sekali lagi saya ingin mengucapkan terima kasih kepada semuanya. Semoga disisa umur yang masih ada ini, saya masih bisa memberikan manfaat kepada umat muslim di mana pun mereka berada. Aamiin...

Wassalamu'alaikum

Sunday, 1 June 2014

KIVITZ Claire's 50s: Behind The Fun Scene

Assalamu'alaikum

Alhamdulillah lega rasanya telah menyelesaikan segala proses peluncuran koleksi terbaru dari KIVITZ ini. Di tengah kesibukan saya dengan tugas-tugas kuliah fashion design, memantau kinerja karyawan KIVITZ, dan yang lebih utama adalah peran saya sebagai istri. Semua itu memang tak mudah. Sebagai istri yang punya banyak kesibukkan, memang harus punya mental kuat dan ekstra kesabaran. Karena untuk menjadi istri shalihah sebaik-baiknya saja sebenarnya sudah memakan waktu yang cukup banyak.

Kembali mengenai koleksi KIVITZ kali ini, dari proses research hingga photoshoot ini kurang lebih menghabiskan 3 bulan lebih. Banyak sekali ilmu dari kuliah fashion design yang saya yang terapkan dalam koleksi ini. Dimulai dari research tentang tema yang akan diangkat, pemilihan kain, proses mendesign, sampling, sampai akhirnya photoshoot. Photoshoot pun dibagi ke dalam dua jenis, untuk katalog dan advertising campaign.

Sambil menunggu tim fotografer setting lokasi photoshoot dan menunggu salah satu tim dari pemotretan ini datang, saya berfoto-foto sendiri dulu. Seperti biasa yang mengambil gambar tentulah suami tercinta. Serunya pemotretan kali ini adalah karena ada tim fotografer yang sangat suka mengambil foto-foto candid segala aktivitas yang ada di lokasi, termasuk memfoto suami saya yang sedang memfoto saya. Hehehe.... 



Selesai saya foto, sekarang giliran saya dan suami yang difoto. Nampaknya seperti foto pre-wedd dari kebanyakan orang akan menikah. Tapi dulu sebelum saya menikah saya tidak punya dan sama sekali tidak ingin foto pre-wedd. Menurut saya memang lebih enak kalau foto post wedd. Hasil foto lebih terasa emosi dan jiwanya karena diambil dari dua orang yang sudah beberapa tahun hidup bersama. Dan tentunya mau pose apapun aman karena sudah muhrim. Tentunya juga lebih berkah, In syaa Allah.. :)





Tiba saatnya photoshoot untuk projek yang sedang kami kerjakan, Claire's 50s. Sesekali saya me-styling model dan merapihkan yang sudah dikerjakan asisten saya sebelumnya di ruang ganti. Jadi pekerjaan terasa ringan kalau sudah ada tim seperti sekarang. Yang terpenting adalah menyamakan visi, meminta bantuan dengan kata-kata yang sopan dan lembut, dan berkomunikasi selalu.


Nah, biasanya seminggu sebelum photoshoot, saya membuat segala keperluannya, kurang lebih seperti guideline untuk diberikan ke asisten saya, dan tim yang lain. Misalnya outfit pertama yang mana, yang kedua yang mana, warnanya yang mana, aksesoris yang dipakai apa, dan lain-lain, agar photoshoot ini bisa berjalan efektif dan efisien.


Alhamdulillah, karena sekarang sudah ada tim yang bekerja di KIVITZ, untuk pemotretan ini saya hanya tingga bekerja di balik meja. Memantau foto hasil jepretan sang fotografer di layar laptop, memeriksa apakah pose model sudah sesuai standar KIVITZ, apakah styling sudah rapih, atau sekedar melihat lighting sudah benar atau belum untuk di hasil fotonya. Oh ya, suami saya ini sangat pandai sebagai pengarah gaya lho. Hasil ekpresi sang model di foto-foto ad campaign ini semuanya merupakan hasil arahan suami saya. Dan mengapa harus diarahi gayanya? Agar pesan dalam foto ad campaign ini dapat dibaca dari ekspresi dan emosi sang model, atau dengan kata lain, fotonya bisa menjadi lebih hidup.


Alhamdulillah... Akhirnya selesai juga photoshoot catalog dan campaign untuk Claire's 50s. Kurang lebih 8 jam kami menghabiskan waktu untuk photoshoot ini. Terima kasih kepada semua pihak yang berkontribusi sehingga photoshoot kali ini. Berlangsung dengan lancar dan sangat seru. Banyak ketawanya, sangat sangat fun!

Dibantu oleh tim AFS dan tim KIVITZ

Di bawah ini merupakan 2 foto favorit saya dan suami. Sepertinya kami berminat foto-foto untuk diprint, diperbesar, dan dipajang di rumah baru kami nanti. In syaa Allah. Aamiin...


My outfit:
Cala Scarf (Black) by KIVITZ
Basic Top by unbranded
[New Arrival] Nafia Skirt by KIVITZ

Wassalamu'alaikum