Friday, 17 May 2013

Bali Romantic Hideaway: Day 4 (Part 2)

Assalamamu'alaikum

Setelah paginya saya berkeliling dan foto-foto di sekitar hotel, hari ke empat di Bali ini kami melanjutkan jalan-jalan makan siang di daerah pegunungan di Bali, yaitu di Kintamani. Untuk menuju ke sana, kita bisa melalui perjalanan yang cukup jauh, kira-kira sekitar 2 jam. Beberapa saat lalu kami merasakan suasana pantai Bali yang panas, kini sudah sampai di daerah pegunungan yang sejuk.

My hubby, me and Mimi

Subhanallah, pemandangan dari atas restoran memberi rasa takjub melihat ciptaan Allah yang indah ini.  Beberapa baris pegunungan terhampar begitu jauh dari posisi saya berdiri. Gunung, danau dan pohon-pohon terlihat begitu kecil seperti lukisan. Perjalanan mobil yang cukup jauh seperti terbayarkan ketika sudah sampai di sini. Kami duduk menyantap hidangan sambil melihat pemandangan yang indah.



Pulangnya kami kembali melewati perjalanan jauh untuk kembali ke Hotel. Kami berencana untuk kembali sebelum sore karena ingin berenang dan bermain di laut menjelang terbenam matahari. Perut yang kenyang dan perjalanan yang panjang ini membuat mata ngantuk. Pipi mengambil foto saya dan suami yang sudah ketiduran di mobil  :p  


 


Tiba di hotel sekitar pukul 5 sore, kami langsung kembali ke kamar, ganti baju dan siap-siap menuju pantai. Kami meminjam pelampung di hotel dan ingin menikmati sunset di tengah laut! Hahaha, awalnya hanya ingin dipinggir pantai saja, lama-lama semakin terbawa suasana. Kami mengambang begitu saja di laut dan terbawa ombak. Tenang, santai, dan tak memikirkan apa-apa. Benar-benar merasa damai.. hehe. Suasana pantai Nusa Dua kala itu sepi, karena turis asing biasanya tidak keluar untuk berjemur karena memang sudah tidak ada matahari. Perlahan-lahan matahari turun dan menghilang seperti ditelan laut yang semakin dingin.





Wassalamu'alaikum

8 comments:

  1. nice photos!



    http://finalexpectation.blogspot.com/

    ReplyDelete
  2. Mbak fit,

    Mau tanya, saya new hijaber. Setiap x memakai jarum pentul untuk shawl (biasanya bahan cerutti/chiffon), selalu saja tidak pernah kencang, sering lepas. Sehingga hijab cepat berantakan. Saya sudah memakai inner. Apa karena saya salah memilih jarum pentul, atau gimana mbak. Mohon tips nya. Makasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sebelumnya saya minta maaf karena saya mau membantu menjawab pertanyaan mbak. Kalau menurut saya itu bukan salah pada jenis jarus pentulnya, tapi cara menyematkannya. Jarum harus tersemat sampai inner juga terus cara menyematkannya jangan masuk-keluar. tapi masuk-keluar-masuk-keluar. Insya Alloh jadi kenceng mbak. :)

      Delete
    2. Wah terima kasih sudah bantu jawab.. Iya, saya setuju. Dgn pemasangan jarum yg masuk-keluar-masuk- keluar bisa lebih kuat. Dan mungkin sedikit penambahan jarum di bagian yg lain agar lebih kuat / rapih

      Delete
  3. Fitri
    shawlnya lucu banget
    ada di koleksi kivitz kah
    warnanya manissss

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, semuanya koleksi KIVITZ mba Gangga :)

      Delete
  4. @mbak erny, mbak fitri

    Thanks ¥ªª atas Tips nya. Selama ini memang saya hanya menyematkan masuk-keluar.

    ReplyDelete
  5. Mba fit. Pengen liat keseluruhan outfit renangnyaaa....kok ga ada? Kan biar jd inspirasi.syari swimsuit. Btw dulu pernah liat di bali wanita2 arab yg pake abaya hitam htam, pas diving tetep pake swimsuit yg ngepas tapi serba hitam jg plus penutup kepala (ga tau apa tapi kayak bahan licin/spandek jg. Kuranglebih kayak mba mimi pake

    ReplyDelete