Showing posts with label Fitri Aulia. Show all posts
Showing posts with label Fitri Aulia. Show all posts

Friday, 1 September 2017

Istri yang Butuh Me Time

Assalamu'alaikum

Akhir bulan Agustus yang lalu, saya pergi ke Malaysia dengan dua orang teman, Suci Utami dan Nalia Rifika alias Apika. Ini perdana saya pergi keluar rumah, menginap, keluar negeri, sama teman-teman, bukan sama suami. Apa rasanya? Happy-lah pastinya. Melakukan kegiatan yang belum pernah dilakuin sebelumnya.


Sebenarnya saya juga mendadak merencanakan perjalanan ini. Awalnya Suci dan Apika yang terlebih dulu janjian untuk ke Kuala Lumpur berdua. Tapi mendengar kabar mereka mau pergi ke Kuala Lumpur tanpa suami-suami kok seru ya. Akhirnya saya memberanikan diri untuk meminta izin, dan Alhamdulillah dibolehin. Ishhh, berasa jadi gadis mau jalan-jalan sama teman-temannya.

Perjalanan ini cukup singkat, hanya menginap satu malam saja. Tapi buat kami, itu pun sudah cukup untuk bisa keluar dari rutinitas kami sehari-hari.

Jum'at, 25 Agustus 2017
Perjalanan ini dimulai dari dini hari, bahkan dari sebelum Subuh. Kami berangkat dengan memakai maskapai Air Asia, Rp 1.500.000 untuk biaya pulang perginya. Saya memilih maskapai ini karena Suci dan Apika sudah booking terlebih dahulu, jadi saya ikut-ikut saja. Untuk berangkat, no bagasi dan dengan makan. Untuk pulang, dengan bagasi dan tanpa makan. Jadwal keberangkatan pukul 05.30. Dari malam kita bertiga sudah tidak sabar untuk liburan bareng. Jam 23.00 masih saja chattingan. Jam 03.00 pagi saya sudah bangun dan 03.30 sudah berangkat ke bandara dengan diantar suami tercinta.



Alhamdulillah, tidak ada adegan aneh-aneh selama perjalanan ke Kuala Lumpur ini. Semua berjalan dengan smooth. Cuma harus antri agak panjang ketika sampai di imigrasi Malaysia. Berasa mau umroh antriannya :D

Setelah urusan imigrasi selesai, kami langsung memesan taksi untuk selanjutnya menuju hotel tempat kami menginap. Untuk urusan pesan memesan taksi, saya serahin ke Suci. Jujur saja, saya tidak tahu proses order taksi dari bandara ke tempat tujuan karena selama saya ke Kuala Lumpur selalu dijemput kakak ipar atau teman dekat saya. Dapat ilmu baru deh jadinya.

Kami menginap di Wolo Hotel, yang terletak di pertigaan Jalan Bukit Bintang. Kami memang memilih hotel yang lokasinya strategis, dekat dengan mall-mall yang memang jadi incaran kami semenjak dari Jakarta. Tujuan jalan-jalan ini memang lebih kepada window shopping ke mall-mall kece di Kuala Lumpur. Setelah urusan titip koper di hotel selesai, kami langsung ke lokasi pertama, Pavilion. Oia, yang serunya lagi, Apika buka jastip untu make up dan skincare. Karena harga-harga di Kuala Lumpur memang lebih murah dibanding di Jakarta. Jadi di Pavilion ini kami ke beberapa toko kosmetik dan drugstore untuk melihat-lihat harga yang mau dibuat jastip tersebut. Haha... Sepanjang perjalanan Apika sibuk banget foto-fotoin harganya, umumin harga jastip di instagramnya dan menunggu orderan. Sementara saya dan Suci kayaknya lebih ke menemani keliling-keliling saja.



Waktunya makan siang, pilihan kami jatuh ke Nando's. Favorit kita semua ketika di Kuala Lumpur. Dan ada info baru lagi nih. Restoran yang tadinya berada di ground floornya Pavilion Mall sudah pindah ke jalan penyambung Farenheit dan Pavilion. Sudah kelaparan dan pas tahu Nando'snya udah ngga ada di situ tuh jadi hampir hilang arah. Halah... Tapi berkat nanya-nanya petugas di sana, akhirnya kita berhasil menemui lokasi baru Nando's di Pavilion ini.



Lagi-lagi, saya kurang paham urusan detail makanan. Jadi saya pilih aja mirip menu Suci tapi pakai kentang goreng. Dan seketika suasana jadi sunyi senyap ketika makanan datang karena kami sudah kayak orang kelaparan. Haha...

Selesai makan, kami balik ke hotel untuk masuk ke kamar hotel. Karena tadi pagi kami belum boleh masuk karena memang belum jamnya check in, jadi hanya titip koper saja. Sesampainya di hotel, kami pun mandi-mandi untuk selanjutnya ke mall berikutnya, yaitu KLCC, untuk anterin Apika ke toko-toko (lagi) dan foto-foto sekitaran twin tower. Dan kali ini kita semua lagi pakai #kivitzlimitedscarf dari KIVITZ.


Malamnya kami diajak Suci bernostalgia ke daerah Sunway, tempat Suci dan suaminya dulu sempat tinggal. Kali ini kita pilih naik MRT. Seru juga keliling-keliling pakai ini. Sambil nyobain transportasi massal yang juga akan dibuat di Jakarta. Untuk makan malam kita pilih Sushi Zanmai yang katanya rasanya lebih enak dari Sushi Tei. Lagi-lagi, lidah ini memang ngga peka sama makanan. Jadi menurut saya rasanya sama saja. Haha, dasar ngga doyan makan, begini nih!

Pulang-pulang sudah tengah malam, dan badan ibu-ibu ini tidak seperti dulu. Mulai pegel-pegel. Yah, langsung berasa tua hahaha.... Tapi sebelum pulang dari mall, kita beli samyang untuk challenge di hotel. Mau tau siapa pemenangnya? Yah, saya dong. (Hahaha... Ceritanya bangga) Ketika setiap makanan saya jarang banget abis, giliran makan samyang, abis duluan dan ngga kepedesan. Tepuk tangan buat sayaaa....

Sabtu, 26 Agustus 2017
Hari berikutnya, kita ngga banyak foto-foto. Karena dari mulai bangun saja sudah telat, belum beres-beres untuk check out, belum pula beli jastipnya Apika. Hahaha. Jadilah hari terkakhir kita lebih banyak jalan keliling, paling cuma instastory doang yang ngga pernah ketinggalan.

Pentingnya Me Time untuk Istri dan Ibu

Ayooo, adakah di sini yang lagi perlu me time? Menurut saya, me time itu sangat penting. Mengabaikan kebutuhan ini hanya akan menjadi bom waktu. Tidak ada salahnya kita sebagai wanita, baik menjadi istri, ibu, karyawan, memanjakan diri atau menikmati kesendirian, terbebas dari rutinitas sehari-hari mengurus suami atau anak-anak. Kalau hal ini diabaikan bisa menyebabkan stres, uring-uringan, atau pun memasang muka cemberut kepada suami. Dan paling fatal adalah mengalami depresi.

Dibanding ibu yang bekerja, yang masih keluar rumah dan bertemu teman-temannya, jalan-jalan, dan melakukan pekerjaan yang disenangi, ibu penuh waktu atau full-time mom atau stay-at-home mom, lebih membutuhkan me time. Mereka bisa dikatakan 24 jam sehari, 7 hari seminggu, menghadapi anak-anak, lengkap dengan segala problematikanya.

Butuh me time bukan berarti mengesampingkan kodrat kita sebagai seorang istri atau ibu. Ini hanya sebentuk penyeimbang agar si istri atau ibu juga terpenuhi kebutuhannya. Kebutuhan untuk beristirahat dan menyegarkan diri agar kembali bersemangat menjalani rutinitas. Orang kantoran saja butuh waktu libur, kenapa istri atau ibu rumah tangga tidak?

Istri dan ibu yang sehat secara psikologis, tidak stres, bahagia, tentu akan membuat seluruh keluarga ikut berbahagia. Hubungan suami dan istri, atau hubungan antara ibu dan anak juga akan bahagia. So, jangan takut untuk meminta me time ke suami kita. Dan me time tidak harus ke luar negeri. Bisa dengan ke salon, atau belanja ke mall seorang diri. Suami yang baik pasti paham hal ini.




Sampai ketemu di me time selanjutnya Suci dan Apika :*

Wassalamu'alaikum

Monday, 3 April 2017

Japan Trip Day #1 | Ayam-Ya Restaurant

Assalamu'alaikum

Selama di Jepang, saya tinggal di daerah Ueno. Di hari pertama, selesai dari Asakusa dan Tokyo Sky Tree, saya kembali ke hotel untuk istirahat. Kemudian saya dan suami mencari makanan halal yang berada dekat hotel kami. Dekat hotel ini juga dekat dengan Ameyayokocho market, tapi kebanyakan makanan halalnya berupa kebab atau makanan turki. Tapi kali ini saya mencari khas Jepang yang letaknya tak jauh dari hotel.

Setelah mencari-cari via internet, saya menentukan restoran Jepang dengan makanan khas berupa Ramen Ayam. Langsung saya cari dengan Google maps dan menemukan jaraknya yang tidak begitu jauh, hanya 1,2 km saja. Setelah shalat Isya, akhirnya kami memutuskan untuk berjalan kaki menuju Ayam-Ya.

Rasanya senang sekali bisa jalan kaki di Jepang dengan segala fasilitas yang nyaman buat para pejalan kaki. Udaranya juga mendukung kala itu. Hanya mengandalkan google maps akhirnya kita bisa sampai ke restoran ini.

Happy banget rasanya bisa menemukan ada restoran halal di Tokyo. Tidak sabar rasanya untuk mengabadikan dengan kamera untuk bisa di-sharing ke teman-teman semua, via vlog, juga blog.


Ketika memasuki restoran ini, kami disambut dengan salam oleh muslim dari Bangladesh. Kami langsung diarahkan ke lantai dua untuk memesan makanan. Ketika itu sudah jam 9 malam, dan restoran ini terlihat sepi. Hanya kita berdua saja tamu yang hadir. Setelah melihat menu, saya memesan Spicy Tori Ramen Shoyu seharga 800 yen. Saya sengaja memilih yang pedas karena saya memang suka makanan pedas. Kurang lebih 15 menunggu, akhirnya makanan kami datang. Oia, kalau mau ekstra mie diperbolehkan dan tidak ada charge tambahan.  


Hmm, pas dicoba. Enak bangettt...! Kuahnya yang paling saya suka. Penuh rasa rempah. Mungkin karena halal juga ya, jadi saya merasa aman memakannya. Hihi... Sepertinya tidak lebih dari 10 menit makanan ini sudah bersih kami lahap. Pokoknya, bagi yang mau ke Tokyo dan mencari ramen halal, silahkan ke restoran Ayam-Ya di daerah Ueno.



Untuk lebih lengkapnya, silahkan tonton Youtube channelku berikut ini:



Wassalamu'alaikum

Monday, 4 July 2016

Surga Menanti The Premiere

Assalamu'alaikum

Sebelum bulan Ramadhan tiba, Alhamdulillah saya mendapat undangan untuk menonton untuk pertama kalinya Film Surga Menanti. Sebuah film tentang perjuangan seorang anak untuk menjadi hafidz atau penghafal Al Qur'an yang dirilis 2 Juni yang lalu. Untuk lokasinya sendiri berada di XXI Epicentrum, Kuningan, Jakarta.

Film yang dibintangi oleh Pipik Dian Irawati atau yang lebih dikenal dengan Umi Pipik ini disandingkan dengan Agus Kuncoro yang berperan sebagai orang tua dari sang hafidz, Dafa. Film yang merupakan kerjasama dengan Yayasan Syaikh Ali Jaber ini mengambil lokasi di dalam dan luar kota, seperti Jogja, Dieng, Aceh, dan Cina. 

Semoga film religi seperti ini akan menginspirasi umat muslim di Indonesia khususnya untuk bisa berjuang menjadi penghafal qur'an. Semoga Al Qur'an juga tidak hanya dijadikan pajangan semata, tetapi dibaca, dikaji, bahkan dihafalkan. Karena para penghafal Al Qur'an ini bisa menjadi investasi juga lho. Berdoa terus semoga saya dan suami diamanahkan keturunan, apalagi bisa menjadi hafidz atau hafidzah. Aamiin...

Di premier film ini, saya men-support Rara Tarmizi yang menyanyikan juga menciptakan lagu untuk soundtrack film Surga Menanti. Oleh karena itu, Rara memakai salah satu koleksi dari Fitri Aulia. Rara tampak cantik dengan gaun berwarna navy. Oia, saya juga bertemu dengan Ibu Illiza Sa'adudin, Walikota Banda Aceh yang juga hadir dalam premier film ini. Untuk apa Ibu Illiza hadir? Ibu Illiza juga main dalam film ini lho. Dan tak ketinggalan, Ibu Illiza juga menyanyikan satu lagu untuk film ini, berjudul Nasihat Bunda yang liriknya ditulis oleh Rara Tarmizi. Saya kenal Rara karena persaudaraan kami sesama Inong Aceh. Hehe... Saat ke Aceh awal Mei lalu, kita sempat bertemu dan makan siang bareng. Tak berhenti disitu, silaturahim ini berlanjut sampai ke Jakarta karena kita sama-sama tinggal di Jakarta. See you, Rara :)



Me and Rara's outfit:
Premium Basic Umbrella by FITRI AULIA
Valdivian Dress by FITRI AULIA

Wassalamu'alaikum

Monday, 30 May 2016

Muslim Fashion Festival Gathering

Assalamu'alaikum

Di tahun 2016 ini, hadir salah satu exhibition terbesar di Indonesia untuk modest wear. Nama eventnya Muslim Fashion Festival. Beberapa bulan sebelum event ini berlangsung, diadakanlah gathering terlebih dahulu. Di ajang ini juga kita bersilaturahim antar Indonesia Fashion Chamber selaku pemerkasa event ini dengan para designer Indonesia. Alhamdulillah saya diundang untuk event kali ini.

Eventnya sendiri dimulai sekitar pukul 09.30 di Kementerian Perindustrian, Jakarta. Jam 9 pagi saya sudah tiba di sini. Sekalian saya juga harus mengirimkan salah satu karya terbaik saya untuk ditampilkan di ajang ini. Tak hanya berdiri sendiri, IFC juga menggandeng beberapa kementerian, seperti Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, dan lain-lain. Mungkin sudah saatnya lokal brand asal Indonesia ini unjuk gigi di tanah airnya sendiri. Support dari para kementerian membuat kita pesimis, bahwa Indonesia akan maju untuk bidang kreatifnya.

Alhamdulillah ajang ini juga saya jadikan ajang silaturahim dengan teman-teman designer dan juga dengan designer senior, seperti Irna Mutiara, Monika Jufry, Hannie Hananto, dan Itang Yunaz. Di akhir acara, ada fashion show dari 20 designer terpilih untuk menampilkan karyanya dihadapan tamu undangan dan para pewartaberita.

Tips memilih outfit ketika acara semacam ini. Yang pertama yaitu kenyamanan, yang kedua gunakan hijab yang simple. Dijamin kita tidak akan 'kerempongan' sendiri dengan outfit yang dipakai. Untuk itu, saya memilih Manilkara Abaya dipadukan dengan hijab segiempat dari #kivitzlimitedscarf. Simple namun tetap elegant.



 with Ghaida, Me, Kavi and Kak Tasya




Me with Valdivian Dress by Fitri Aulia

My outfit:
Tulip Limited Scarf (purple) by KIVITZ
Manilkara Abaya by KIVITZ

Wassalamu'alaikum

Wednesday, 18 May 2016

Beautiful View of Maninjau Lake

Assalamu'alaikum

Sama seperti halnya perjalanan ke Great Wall of Koto Gadang yang lalu, perjalanan ini juga dikarenakan rasa penasaran saya menuju Danau Maninjau. Oh ya, selama perjalanan di sekitar Bukittunggi ini, karena jarak yang tidak terlalu jauh, saya banyak berpetualangan bersama suami dengan mengendarai motor. Karena suami saya sangat hobby touring motor, jadi dia membeli motor khusus untuk ditaruh di kampung, yang dipakainya hanya kalau kita pulang kampung saja. Hehe... dengan menaiki motor kita bisa merasakan langsung segarnya udara Bukittingi dan Puncak Lawang Maninjau, katanya.

Lanjut perjalanan ini ya, Kami berangkat dari rumah di Bukittinggi sekitar pukul 9 pagi. Perjalanan berangkat ini lewat daerah sungai jariang. Untuk sampai ke Puncak Lawang (bagian atas untuk menikmati danau maninjau dari ketinggian), kurang lebih memakan waktu kurang lebih 1 jam. Sesampainya di puncak lawang, cuaca berubah menjadi dingin. Akhirnya kami pun duduk-duduk disebuah warung kopi untuk menikmati secangkir kopi sambil melihat pemandangan danau maninjau yang indah banget. Eits, jangan lupa untuk segera menyeruput kopi yang disajikan karena kopi tersebut akan cepat dingin karena dinginnya udara di sana.

Untuk perjalanan ini, walau saya pakai rok, Alhamdulillah sama sekali tidak membuat saya merasa sulit karena saya selalu mengenakan palazo pants sebagai dalaman. Jangan lupa untuk mengenakan jaket untuk melindungi kita dari kencangnya angin selama perjalanan.





My outfit:
Verbana scarf (white) by KIVITZ
Husband jacket (hihihi)
Canna Top by KIVITZ
Montana skirt by KIVITZ

Wassalamu'alaikum

Thursday, 28 April 2016

Fitri Aulia 'Nighttide Alteration' for Noor Magazine

Assalamu'alaikum

Terkait dengan majalah Noor edisi Muslim Lifestyle Issue (Fashion Trend) 2016 pada edisi Maret 2016 lalu, isu yang dibahas adalah empat poin hidup muslimah yang juga terkait dengan fashion yang termasuk di dalamnya adalah busana muslim, aksesori, make up, dan warna di tahun 2016. Konsep di edisi Muslim Lifestyle Issue ini terinspirasi dari realita gaya hidup muslimah kebanyakan. Salah satunya adalah bagaimana muslimah dapat menghargai diri sendiri atas jerih payah yang sudah dilakukan. 

Self Esteem atau memberi hadiah istimewa untuk diri sendiri adalah tema pemotretan kali ini. Gaya hidup muslimah di kota besar seringkali menginginkan penghargaan untuk diri sendiri, dengan sesekali membeli barang-barang yang mewah untuk kepuasan pribadi. Hal ini biasanya dilakukan setelah seseorang melakukan heavy rotation dalam pekerjannya. Namun, sebaiknya gaya hidup semacam ini dilakukan secara bijak.

Dua evening gown dari koleksi brand Fitri Aulia ini adalah representasi dari bentuk pemuas kebutuhan muslimah untuk tampil secara sophisticated. Valdivian Dress dan Monteverade Dress ini adalah koleksi yang ditampilkan saat Jakarta Fashion Week 2016 di bulan Oktober yang lalu. Dari tahun 2012, koleksi Fitri Aulia sudah mengangkat songket Aceh sebagai salah satu ciri khas dari koleksinya. Tidak hanya songket Aceh, pada setiap piece-nya juga ada sentuhan detail payet (beads) dengan dominiasi warna gold. Dengan cutting-an yang tetap loose tidak ketat dan tidak membentuk lekuk tubuh, diharapkan setiap muslimah bisa tampil mewah namun tetap syar'i.




 The outfit:
Valdivian Dress by Fitri Aulia


The outfit:
 Monteverade Dress by Fitri Aulia

Wassalamu'alaikum

Wednesday, 27 April 2016

Hijab Dept. Launching Event

Assalamu'alaikum

Bisnis fashion hijab di tanah air semakin tumbuh dan berkembang di tengah pasang surutnya perekonomian nasional. Hingga di tahun 2016 ini, fashion hijab terus melahirkan desainer-desainer baru yang siap bertarung di kancah industri mode. Hal ini bisa dilihat dari panggung Jakarta Fashion Week 2016 lalu yang hampir 70 persennya adalah desainer muslim atau yang lebih dikenal dengan istilah modest wear.

Melihat peluang ini, teman saya Dian Permata selaku inisiator mengajak saya dan beberapa teman sebagai manajemen, sepakat untuk menggabungkan beberapa desainer yang mempunyai orisinalitas ke dalam sebuah butik busana muslim yang diberi nama Hijab Dept. Butik yang bertempat di lantai 4 fX Mall ini terdiri dari 35 label baik pakaian maupun aksesoris asli Indonesia. Tak hanya berorientasi pada bisnis semata, Hijab Dept. juga kompak sebagai ruang kreatif dalam mengembangkan kemampuan para anggota. Mungkin ini adalah salah satu pembeda Hijab Dept. dengan muslim store yang lainnya. Dimana ada komunitas juga di dalamnya (red: Komunitas Perancang Mode Muslim Muda Indonesia (KRAMMI)). Melalui KRAMMI, kami akan mengadakan banyak kegiatan positif dimana skill anggota akan terus dibina.





Jangan salah, untuk masuk ke dalam Hijab Dept. ini bukan hal yang mudah. Sebelum bergabung, Hijab Dept. mengadakan kurasi yang dimulai akhir tahun 2015 lalu. Sedangkan untuk pemilihan warna, model dan keseluruhan konsep rancangan diserahkan pada masing-masing brand untuk membuat suatu koleksi, yang pastinya harus sesuai dengan DNA brand tersebut.

Untuk dekorasi butik, Hijab Dept. lebih didominasi warna-warna terang. Nuansa hangat akan langsung menyambut para pengunjung sehingga membuat nyaman untuk berbelanja. Ditambah dengan cermin-cermin besar yang ditempel di berbagai sudut ruangan, yang semakin mempermudah calon membeli untuk memadu-padankan pakaian.

Alhamdulillah, KIVITZ  mempunyai stockist terbarunya di Jakarta. Walau masih di mall yang sama, namun butik ini memiliki perbedaan dengan yang sebelumnya. Hampir keseluruhan brand di sini menjual pakaian ready to wear, cocok sekali dengan koleksi dari KIVITZ. Kala itu, Hijab Dept. mengadakan soft opening dengan mengadakan tenant gathering di sesi pertama untuk berdoa bersama, kemudian media gathering di sesi kedua. Kebetulan saya ditunjuk sebagai host untuk acara soft opening ini. Pengalaman baru buat saya.

Sekian postingan saya kali ini. Silahkan berkunjung ke stockist terbaru dari KIVITZ. Semoga bisa merasakan atmosfir berbelanja yang berbeda dari yang sebelumnya :)





My outfit:
Square Scarf by KIVITZ
Mona Abaya by KIVITZ

Wassalamu'alaikum

Saturday, 26 March 2016

Fitri Aulia on White

Assalamu'alaikum

Pernahkah kamu memakai pakaian putih-putih selain pada Hari Raya Idul Fitri? Mungkin kebanyakan orang akan menjawab tidak pernah ya. Karena sudah dipastikan, jika kita memakai pakaian putih akan mudah kotor, takut menerawang, tidak percaya diri dengan warna kulit yang akan tampak lebih gelap, dan alasan lainnya. Tapi trend fashion belakangan ini (sekitar tahun 2014 lalu) marak akan nuansa white on white. Maka tak ada salahnya kalau sesekali kita mengikuti trend ini.


Hal seperti ini bisa dihindari dengan trik-trik tertentu. Seperti penjelasan di bawah ini:

1. Cek transparansi
Menggunakan busana putih lebih 'tricky', karena biasanya mudah tembus pandang. Untuk itu, cek busana putih kamu apakah transparan atau tidak. Caranya dengan menghadapkan baju ke arah cahaya, letakkan tangan di belakang baju, kemudian lihat apakah tangan kamu terlihat dengan jelas dari balik kainnya atau tidak. Jika kamu bisa melihat warna dan bentuk tangan kamu, maka busana putih tersebut juga akan menunjukkan semua yang ada dibaliknya. So be careful!

2. Gunakan inner
Jika memang baju atau skirt kamu transparan, sebaiknya gunakan inner atau baju dalam, seperti manset atau rok dalam. Hindari menggunakan baju dalam dengan warna yang terlalu kontras karena akan merusak nilai estetika busana putih kamu.



3. Padukan warna cerah, warna netral lain, atau bermotif
Jika kamu tidak pede dengan all white outfit, kamu bisa memadukannya dengan salah satu item fashion yang memiliki warna-warna cerah seperti fushcia atau kuning, atau kalau ingin tampil lebih anggun, kamu bisa menambahkan warna gold. Tampilan kamu akan lebih berwarna dan tidak pucat.

Kebetulan saat itu saya ada undangan dari Wardah untuk event Pasca Jakarta Fashion Week yang lalu. Karena dresscode-nya putih akhirnya saya memutuskan untuk menggunakan koleksi premium saya, dari brand Fitri Aulia, untuk dikenakan di acara ini. Atasan dengan detail di bagian lengan dan detail beads di ujung lengannya dipadukan dengan vest juga dengan detail modern beading, yang sukses membuat tampilan saya lebih sophisticated! Dan untuk skirt-nya, saya memilih songket Aceh dengan ada sedikit warna gold. Sampai sepatu pun saya pilih warna putih. Alhamdulillah seluruh outfit ini aman dari transparansi :)

Demikian sedikit tips and trick dari saya mengenai outfit white on white untuk sehari-hari. Dan jangan khawatir, kamu bisa kok tetap tampil fresh and elegant dalam balutan outfit putih. Selain itu, kamu bisa mengeluarkan koleksi baju putihmu yang selama ini hanya digunakan saat lebaran saya. Happy trying!



My outfit:
White top and vest by Fitri Aulia
Aceh Songket Skirt by Fitri Aulia

Wassalamu'alaikum

Thursday, 17 March 2016

Elegant Look of Rainer Dress

Assalamu'alaikum

Bagi sebagian wanita, memilih dress merupakan sesuatu yang sulit. Beberapa model dress akan terlihat sempurna jika kamu tepat dalam pemilihan model dress sesuai dengan ukuran tubuh,  sebaliknya beberapa model justru akan terlihat kurang bagus jika kamu salah dalam memilih model dress. Dalam hal gaya, kita memang harus mengetahui perkembangan info fashion ter-update, baik melalui akun social media, internet, atau majalah.

Bagi kamu yang suka memakai produk KIVITZ, tidak usah khawatir dalam memilih model dress karena KIVITZ selalu mendesain berbagai macam dress yang dapat disesuaikan dengan berbagai ukuran badan dan disesuaikan juga dengan kebutuhan sehari-hari. Dan umumnya, setiap pembeli yang memakai dress KIVITZ akan merasa seperti 'princess', karena rancangannya yang selalu konsisten dengan model yang feminin dan klasik, dapat terlihat pada bagian bawah dressnya yang megar.



Seperti yang saya kenakan beberapa waktu yang lalu. Rainer dress dari KIVITZ dengan paduan warna abu-abu dan hitam. Beberapa tips dari saya berikut ini bisa kamu coba ketika kamu sedang mengenakan Rainer Dress.
  1. Padukan dengan jilbab berwarna hitam polos karena akan menambah kesan lebih anggun. 
  2. Kesan anggun akan makin terasa dengan menambahkan sepatu yang heels setinggi 7cm yang juga berwarna abu-abu. Atau, disesuaikan dengan warna Rainer Dress yang kamu mliki. 
Terlihat simple, namun tampilan ini sukses membuat saya makin percaya diri dan pastinya effortless elegant! Semoga sedikit tips tadi bermanfaat ya :)




My outfit:
Kian Pashmina (Black) by KIVITZ
Rainer Dress (Grey-Black) by KIVITZ

Wassalamu'alaikum