Monday, 3 April 2017

Japan Trip Day #1 | Ayam-Ya Restaurant

Assalamu'alaikum

Selama di Jepang, saya tinggal di daerah Ueno. Di hari pertama, selesai dari Asakusa dan Tokyo Sky Tree, saya kembali ke hotel untuk istirahat. Kemudian saya dan suami mencari makanan halal yang berada dekat hotel kami. Dekat hotel ini juga dekat dengan Ameyayokocho market, tapi kebanyakan makanan halalnya berupa kebab atau makanan turki. Tapi kali ini saya mencari khas Jepang yang letaknya tak jauh dari hotel.

Setelah mencari-cari via internet, saya menentukan restoran Jepang dengan makanan khas berupa Ramen Ayam. Langsung saya cari dengan Google maps dan menemukan jaraknya yang tidak begitu jauh, hanya 1,2 km saja. Setelah shalat Isya, akhirnya kami memutuskan untuk berjalan kaki menuju Ayam-Ya.

Rasanya senang sekali bisa jalan kaki di Jepang dengan segala fasilitas yang nyaman buat para pejalan kaki. Udaranya juga mendukung kala itu. Hanya mengandalkan google maps akhirnya kita bisa sampai ke restoran ini.

Happy banget rasanya bisa menemukan ada restoran halal di Tokyo. Tidak sabar rasanya untuk mengabadikan dengan kamera untuk bisa di-sharing ke teman-teman semua, via vlog, juga blog.


Ketika memasuki restoran ini, kami disambut dengan salam oleh muslim dari Bangladesh. Kami langsung diarahkan ke lantai dua untuk memesan makanan. Ketika itu sudah jam 9 malam, dan restoran ini terlihat sepi. Hanya kita berdua saja tamu yang hadir. Setelah melihat menu, saya memesan Spicy Tori Ramen Shoyu seharga 800 yen. Saya sengaja memilih yang pedas karena saya memang suka makanan pedas. Kurang lebih 15 menunggu, akhirnya makanan kami datang. Oia, kalau mau ekstra mie diperbolehkan dan tidak ada charge tambahan.  


Hmm, pas dicoba. Enak bangettt...! Kuahnya yang paling saya suka. Penuh rasa rempah. Mungkin karena halal juga ya, jadi saya merasa aman memakannya. Hihi... Sepertinya tidak lebih dari 10 menit makanan ini sudah bersih kami lahap. Pokoknya, bagi yang mau ke Tokyo dan mencari ramen halal, silahkan ke restoran Ayam-Ya di daerah Ueno.



Untuk lebih lengkapnya, silahkan tonton Youtube channelku berikut ini:



Wassalamu'alaikum

Wednesday, 15 March 2017

Japan Trip Day #1 | Asakusa & Tokyo Sky Tree

Assalamu'alaikum

Di postingan sebelumnya, saya menceritakan sampai ketibaan kami di Ueno Station. Yang belum baca postingannya, bisa dibaca di sini. Jadi setelah berjalan sekitar 15 menit dari Ueno Station ke hotel tempat kami menginap, akhirnya kami sampai ke hotel yang sudah kami booking sebelumnya di Jakarta, namanya Ueno Hotel. Kenapa kami memilih hotel ini? Yang pertama, karena kami masih berduaan saja alias belum ada anak, menurut saya hotel pilihan yang pas dibanding Airbnb. Walaupun kamar hotel di Jepang terkenal sempit-sempit, namun hotel punya yang namanya service 'dibereskan' yang tidak ada di airbnb. Kan enak ya, saat kita pulang ke hotel dan melihat keadaan kamar sudah rapi? Tapi sepertinya kalau sudah ada anak, saya akan memilih airbnb juga sih. 

Oke, lanjut setelah kami check in, dimana saat itu baru sekitar pukul 08.00 pagi tapi kami sudah bisa check in terlebih dahulu. Memang sih belum langsung bisa ke kamar, tapi setidaknya kami tidak harus berjalan-jalan dengan membawa-bawa koper. Oia, kami tidak mengambil fasilitas breakfast karena kami khawatir akan kehalalan dari breakfast tersebut. Nah, selesai urusan administrasi dan lain sebagainya, kami pun mengambil jaket yang lebih tebal dari dalam koper dan mengambil secangkir kopi dan teh untuk menghangatkan tubuh. Jadi di Ueno Hotel ini, para tamu bebas untuk minum kopi dan teh yang berada di lobby hotel.

Karena perut sudah mulai lapar dan harus sarapan, akhirnya kami pun berjalan-jalan di pasar dekat hotel. Namanya Ameyayokocho Market. Selain menjual hewan tangkapan hasil laut, di pasar ini juga terdapat beberapa warung makan. Pertama kalinya kita akan mencari makan di Jepang ini. Di sepanjang pasar ini, kami tidak menemukan masakan Jepang yang menuliskan logo halal atau muslim friendly, kecuali makanan sejenis kebab itu. Tapi karena kita mau banget merasakan makanan Jepang langsung di Jepang, kami pun memilih salah satu tempat makan dan memilih menu ikan mentah seperti gambar berikut:


Jadi menu yang saya beli ini adalah salmon and tuna with rice bowl. Perlu diperhatikan, sebaiknya kita tidak memakan shoyu di sini, karena cenderung mereka memakai mirin dalam pembuatannya. Tapi, makan begini saja... Seger banget lho! Harga satu porsinya 650 yen.

Selesai mengisi perut, dan hari masih pagi, saatnya kami mengeksplor kota Tokyo ini. Tempat pertama yang kami kunjungi adalah Sensoji Temple di Asakusa. Untuk umat Islam seperti kita, lokasi ini menjadi tujuan wisata saja, bukan untuk beribadah. Karena Sensoji Temple ini merupakan kuil Buddha tertua di Tokyo.



Puas berkeliling keliling di sekitar Sensoji Temple, kami pun ingin sekali meminum kopi untuk menghangatkan badan. Jadi walau siang itu ada matahari, namun anginnya dingin sekali, sampai menusuk ke badan. Jika keluar dari pintu Kaminarimon, ambil arah ke kanan, dan kita akan mendapati Starbuck. Yeay...! Sebagai orang Aceh, rasanya bahagia sekali menemukan sebuah warung kopi di sini. Setelah memesan kopi, kami ngobrol-ngobrol saja di sana. Bahkan saya sempat tertidur lho! Karena itu jamnya tidur siang, jadi saya pun tertidur di meja, sementara suami saya dan temannya asik saja membahas dunia perkameraan. 


Sekitar 1,5 jam kami berada di Starbuck, badan terasa lebih segar lagi dan siap untuk petualangan berikutnya. Yang herannya, kalau kita lagi di Jakarta, kita akan ke Starbuck untuk sekedar 'ngadem'. Tapi kalau di Jepang, kita ke Starbuck untuk cari suasana yang panas. Karena apa yang kami rasakan ketika keluar dari Starbuck adalah 'MasyaAllah, dingin banget! Kalah nih AC kamar di rumah'.


Kemana kita selanjutnya? Ya, kita akan ke Tokyo Sky Tree! Seorang bertanya kepada kami. Mau naik kereta atau jalan kaki? Spontan saya jawab, jalan kaki saja. Dari Asakusa ini, sebenarnya sudah bisa terlihat Tokyo Sky Tree-nya. Jadi saya pikir, bisalah jalan kaki untuk sampai ke sana. Dan memang, saya itu sebenarnya suka olahraga lari dan jalan jauh. Jadi untuk kondisi seperti ini saya pilih jalan kaki saja. Sekalian bisa melihat setiap sudut di Tokyo ini.


Sekitar setengah perjalanan, kita akan menemui pemandangan di pinggir sungai yang indah dengan latar belakang Tokyo Sky Tree. Ini merupakan Sungai Sumida. Sungai Sumida juga salah satu wisata di Tokyo. Kita bisa menikmati wisata sungai Sumida ini dengan menggunakan kapal water bus sepanjang sungai Sumida. Seru kali ya kalau kunjungan kami berikutnya ke sini bisa ikut kapal water bus ini! Sungainya bersih dan sangat terawat. Keren deh Jepang ini!



Akhirnya kita sampai juga ke Tokyo Sky Tree ini dengan jarak tempuh sekitar 30 menit dengan berjalan kaki. Itu sudah termasuk foto-foto ya, guys! Haha... Ketika sampai di sana, suasana sore hari memang lebih ramai dari biasa. Biasanya sih di sini banyak pertunjukan seperti sulap, live music, tapi kala itu, di tengah-tengah area Tokyo Sky Tree hanya terlihat permainan anak-anak, yaitu ice skating buatan. 

Setelah puas keliling tower, dan juga naik turun, akhirnya kami memutuskan untuk kembali ke hotel untuk mandi dan persiapan mencari makanan halal di Jepang. Eits, jangan lupa foto dari bawah Tokyo Sky Tree! Click...! 

Sampai ketemu di postingan berikutnya. Thank you for reading!

Yeay... Di bawah Tokyo Sky Tree!

Wassalamu'alaikum

Monday, 13 March 2017

Japan Trip Day #1 | THE ARRIVAL

Assalamu'alaikum

Sebenarnya, saya dan suami merasa sudah lama tidak traveling ke tempat yang jauh untuk benar-benar santai dan menikmati holiday. Sampai akhirnya saya meminta suami saya untuk berlibur ke Jepang. Kalau boleh jujur, semua ini direncanakan sangat singkat, mendadak, dan sangat spontan. Kurang lebih sekitar awal Februari saya minta ke suami, dan akhirnya kami bisa pergi di akhir bulan Februarinya.

Jangan salah, persiapan kami juga relatif sebentar bahkan bisa dibilang mepet. Sore sebelum kami berangkat ke bandara Soekarno Hatta, kami masih saja pergi ke salah satu mall di Depok untuk membeli longjohn untuk saya dan juga sarung tangan untuk suami. Tapi Alhamdulillah semua bisa berjalan sesuai waktunya.


Suasana Jepang sudah terasa sejak kami check in di bandara. Sudah pada tahu kan ya kalau Jepang sangat terkenal dengan kesopanan, disiplin, dan ramah tamah? Karena kami menggunakan maskapai ANA Airlines, sudah bisa terasa dari dua orang petugas yang menyambut kami dengan senyum merekah saat proses check in. Ah, jadi tidak sabar untuk bisa tiba di Jepang!

Pesawat kami dijadwalkan akan take off jam 21.45. Saya sengaja memilih penerbangan malam agar setibanya kami di sana, kami bisa langsung eksplor kota Tokyo.


Setelah menempuh perjalanan sekitar kurang lebih 8 jam dari Jakarta-Tokyo, akhirnya kami sampai dengan selamat di Bandara Haneda International Airport. Setelah sebelumnya kami menunaikan shalat Subuh di atas pesawat sambil melihat waktu matahari akan terbit. Kami pun bersuci dengan tayamum.

Ah... Rasanya saya ingin cepat-cepat keluar dari pesawat dan bergabung dengan masyarakat Jepang yang sangat terkenal dengan semangat kerja kerasnya itu. Yang ada di benak saya adalah, benar tidak ya apa yang orang-orang katakan tentang penduduk negeri Sakura ini?


Selepas ambil bagasi dan imigrasi, saya dan suami menuju ke atas untuk berfoto terlebih dahulu. Keluar dari pintu kaca bandara, apa yang saya rasakan? DINGIN BANGET! Sebelumnya saya belum pernah merasakan cuaca ekstrim seperti ini. Jadi saya tidak membayangkan dinginnya seperti apa. Tapi sebelum berangkat saya sudah menyiapkan perlengkapan untuk di musim dingin, salah satunya dengan mengenakan longjohn. Walaupun saat di pesawat saya sedikit merasakan kegerahan. Hehehe... Kasian juga saya.



Outfit pertama saya kali ini adalah Hazel Top berwarna putih dipadukan dengan Nara Long Outer berwarna cokelat dan rok berpotongan A-line berwarna hitam. Yang ada dipikiran saya, fashion di Jepang sering kali layering (atau aksen tumpuk) jadi saya berusaha untuk beradaptasi dengan style seperti ini. Tapi tenang, dengan aksen layering seperti ini kita juga masih bisa kok tetap berpenampilan syar'i. Untuk kesan yang lebih stylish lagi, saya mengambil tali di artikel Emma Top untuk dijadikan tali di outfit saya kali ini.

My outfit:
Eloise Scarf (creme-white) by KIVITZ
Hazel Top (white) by KIVITZ
Nara Long Outer (brown) by KIVITZ
Ajanta Skirt (black) by KIVITZ

Sejujurnya, saya dan suami saya suka sekali dengan traveling seperti ini. Mempelajari sejarah dan daerah tersebut, belajar budayanya, juga belajar mengenali masyarakatnya. Semua itu semata-mata untuk menjadikan pribadi yang lebih baik lagi di mata Allah swt. Belum dikaruniani anak bukan berarti kita tidak bisa bahagia, tapi kita bisa bahagia dengan cara yang lain. Salah satunya dengan cara traveling seperti ini :) 

Terima kasih suamiku, yang selalu memberiku wejangan untuk terus bersyukur kepada Allah dan tidak menuntut apapun. Yang penting kita bahagia ya, sayang... :)



Oke, lanjut perjalanan kita kali ini. Setelah keluar dari bandara Haneda, kami memberi JR (Japan Rail) Wide Pass. JR Wide Pass ini cocok untuk kamu yang ingin mengunjungi tempat wisata di Tokyo dan sekitarnya dalam waktu 3 hari. Dengan 10.000 yen atau sekitar 1,2 juta (untuk dewasa), kamu sudah bisa ke tempat-tempat seperti Gala Yuzawa, Mt. Fuji, dll. Kenapa 10.000 yen sudah termasuk murah? Karena misalnya untuk ke Gala Yuzawa, kamu harus mengeluarkan biaya sekitar 6.780 yen untuk sekali perjalanan. Bolak balik saja sudah 12.000-an yen.

Dari bandara Haneda, kami pun akan berpindah langsung ke hotel tempat kami menginap, di daerah Ueno. Membawa-bawa koper selama berkereta bukan hal yang sulit kalau di Jepang, karena sudah terfasilitasi dengan baik. Duh, bahagia banget ya kalau di Indonesia bisa seperti ini. Minimal Jakarta dulu deh. Perjalanan ini kami tempuh kurang lebih 45 menit dari Haneda-Shinagawa-Ueno. Selama perjalanan di kereta, saya melihat orang-orang yang sedang berangkat ke kantor dan tidak ada yang lelet. Semua berjalan dengan begitu cepat. Sepertinya mereka sangat menghargai betul akan yang namanya waktu. Keren!

Alhamdulillah, akhirnya kita sampai juga di Negeri Sakura. Dari Ueno Station, perjalanan akan dilanjutkan ke tempat dimana kami menginap. Ikuti terus postingan aku selanjutnya ya :)



Jangan lupa untuk nonton VLOG aku tentang perjalanan saya di sini:


Wassalamu'alaikum

Saturday, 18 February 2017

Lampung-Bengkulu Trip Day 5

Assalamu'alaikum

Setelah beberapa minggu saya vakum nulis blog karena kesibukan di kantor KIVITZ yang memakan waktu, akhirnya saya kembali bisa duduk tenang di depan laptop untuk melanjutkan cerita tentang perjalanan saya di Bengkulu beberapa waktu yang lalu. Bulan Februari ini Alhamdulillah banyak projek baru yang akan dilakukan. Doakan ya semoga projek ini berjalan lancar dan penuh keberkahan. Aamiin... Langsung saja ya saya lanjut cerita perjalanan beberapa bulan lalu.

Di hari kelima di Bengkulu ini, kami bersiap untuk kembali pulang ke Lampung. Namun sebelumnya kami menyempatkan untuk ke pantai yang terkenal di Bengkulu, yaitu Pantai Panjang. Pantai yang menjadi landmark kota Bengkulu ini tidak pernah sepi dan menjadi area wisata untuk para warga yang tinggal di sini dan turis-turis, baik domestik maupun internasional. Sebenarnya hari ini perjalanan harus langsung menuju ke Lampung, mengingat perjalanan cukup panjang, maka perjalanan ke Lampung dari Bengkulu harus dimulai dari pagi. Ke Pantai Panjang ini hanya untuk berfoto saja, setelah itu langsung menuju lokasi touring berikutnya.

Karena hari ini kebanyakan akan di dalam mobil, saya pilih outfit yang casual saja. Namun karena ini sudah hari kelima, sisa baju yang saya bawa di koper tinggal sedikit, jadi pakaian kali ini agak too much warna. Haha... Saya memang tidak begitu prepare perjalanan touring ini. Biasanya setiap perjalanan saya menyiapkan outfit per harinya. Namun kali ini tidak. Lihat saja jadi banyak warna dalam tampilan saya kali ini. Dan mengapa saya harus pakai outer? Hal itu karena baju dalaman warna putih rawan transparan dan baju dalaman saya sudah habis. Layya Square Scarf warna navy saya padukan dengan Annie Top dan Leang Outer bermotif floral ditambah Ajanta Skirt warna cokelat. Untuk semua outfit yang saya pakai bisa didapatkan di sini.

My outfit:
Layya Scarf (navy) by KIVITZ
Leang Outer by KIVITZ
Annie Top (BW) by KIVITZ
Ajanta Skirt (brown) by KIVITZ



Berangkat dari Hotel Santika Bengkulu pukul 10.00 pagi namun kami harus sampai di Lampung hampir pukul 19.00. Perjalanan yang cukup panjang bukan? Itu pun kami belum sampai kota Lampungnya lho. Tapi memang malam ini ada sedikit yang berbeda dimana kami tidak akan menginap di hotel melainkan camping di daerah di Lampung yang masih sangat jarang orang tahu, yaitu Lemong. Entah dari mana panitia mendapat lokasi keren ini. Tapi menurut saya ini sungguh indah. MasyaAllah... 



Ini kali kedua kami menginap dengan cara camping seperti ini. Setelah sebelumnya juga pernah camping di daerah Sukabumi, juga dengan club mobil Bang John ini. Kalian mungkin tidak akan atau belum bisa menemui lokasi ini baik di internet maupun sosial media. Karena saat saya diberitahu nama lokasi ini pun saya tidak menemuinya di internet. Dari jalan Bengkulu-Lampung ini masih agak jauh masuk lagi ke dalamnya, sekitar 5 km. Hingga akhirnya kita akan menemui Lemong Resort yang masih sangat alami dan sepi. Jauhnya perjalanan ini tak lagi terasa karena melihat tempatnya yang masih asri. Apalagi setelah diberitahu penanggung jawab penginapan ini kalau besok pagi kami akan dibawa ke pantai yang berada tepat di depan pagar penginapan dan dijamin tidak akan ada orang yang berenang-renang di sana. Rasanya pengen cepat-cepat pagi dan berenang di pantai.


Mau tahu keseruan saya bermain-main di pantai yang masih sangat bersih di daerah lampung? Simak tulisan saya di postingan berikutnya ya.

Wassalamu'alaikum

Wednesday, 8 February 2017

Lampung-Bengkulu Trip Day 4 Part 2

Assalamu'alaikum

Masih di hari yang sama dengan postingan sebelumnya, rombongan kami mendapat kehormatan untuk datang ke rumah dinas Gubernur Bengkulu, Bapak Ridwan Mukti, untuk kemudian makan malam bersama. Such a honour bisa main-main ke rumah dinas beliau. Setiap datang ke rumah para pejabat, kadang saya suka deg-degan. Khawatir ada salah tingkah, perilaku, juga ucapan. Kami pun tiba di rumah dinas ini pukul 20.00.



 





Maka dari itu, hal yang pertama saya pikirkan adalah 'akan pakai baju apa saya nanti?'. Hehe... Pastinya sesuatu yang a lil bit glamour dan formal. Oleh karena itu saya pilihlah Elisson Dress berwarna cokelat dari bahan satin dengan sentuhan print digital di bagian lengannya. Lengkap dengan Petra Limited Scarf  yang sukses bikin saya lebih percaya diri untuk menghadiri pertemuan kali ini. Oia, dress seperti ini cocok sekali digunakan untuk acara formal juga semi formal. Dijamin tampilan akan lebih feminin, anggun, juga classy.






Yang serunya lagi, malam itu riasan di muka saya di touch up oleh Indi dengan gaya yang agak kekorea-koreaan. Lengkap dengan bibir ombre khas panas dalam. Hehehe... Yah... Not bad lah, Ndiii...


Jalan-jalan kali ini saya dan suami bareng dengan Indi dan juga Bang John. Selalu penuh canda tawa setiap pergi sama pasangan suami istri ini.


Ukiran yang berada dipilar-pilar rumah dinas ini cukup memberi inspirasi tersendiri buat saya. Saya suka sekali dengan gaya yang etnik khas Indonesia. Motifnya cukup cantik bukan? Apalagi warnanya gold. Menambah kesan glamour juga berkelas.



My outfit:
Petra Limited Scarf by KIVITZ
Elisson Dress (brown) by KIVITZ
Shoes by Valentino
Bag by Michael Kors

Wassalamu'alaikum

Tuesday, 31 January 2017

Lampung-Bengkulu Trip Day 4 Part 1

Assalamu'alaikum

Hari keempat saya di Bengkulu, mungkin bisa dibilang ini merupakan hari terpadat selama perjalanan  trip Lampung-Bengkulu. Bagaimana tidak. Hari itu dimulai pukul 8 pagi untuk pertama kali mendatangi sebuah tempat bersejarah yang ada di Bengkulu. Namanya Fort Marlborough. Konon katanya, Fort Malborough ini merupakan benteng tertua peninggalan penjajahan Inggris yang ada di Kota Bengkulu. Benteng ini dibangun oleh Inggris di sekitar tahun 1714-1718 sebagai benteng pertahanan mereka kala itu. Benteng ini sangat luas dan memunggungi Samudera Hindia.


Di lokasi ini terbagi menjadi beberapa bangunan. Ada penjara, ada penyimpanan amunisi, bahkan ada bangunan yang khusus untuk tempat tinggal prajurit Inggris beserta keluarganya. Seperti bangunan di bawah ini. Iya, yang persis di bawah ini gambarnya. Itu bukan penjara lho!







Usai dari Fort Malborough tempat bersejarah yang kami datangi adalah Rumah Pengasingan Bung Karno. Ternyata rumah pengasingan ini tidak begitu luas, jadi kami hanya butuh waktu sekitar 10 menit untuk bisa melihat seluruh isi rumah ini.


Mengunjungi Kota Bengkulu, rasanya tidak sah jika tidak menyantap hidangan lautnya. Faktanya adalah Bengkulu memiliki garis pantai lebih dari 500 kilometer. Salah satu rumah makan yang menyediakan hidangan laut segar dengan harga yang cukup terjangkau adalah RM Marola. Lokasinya di Jalan Pariwisata dengan pemandangan Samudera Hindia di seberangnya.

Begitu masuk pelataran, terlihat semacam saung-saung besar yang penuh dengan pengunjung yang duduk lesehan sembari mengobrol atau berfoto-foto ria. Sebelum duduk di tempatyang diinginkan, kita diminta memilih hidangan laut di sejumlah bak dan akuarium. Bisa terlihat ikan-ikan segar seperti kakap, bawal, gebur yang masih berenang-renang. Begitu pula dengan udang, cumi, dan kepiting yang berukuran besar dan juga masih segar. Kita bisa memilih untuk digoreng atau dibakar, atau diberi tepung atau dibuat saus padang. Harganya dihitung per 100 gram.


Selesai dari RM Marola, kami sempat untuk melihat sunset yang begitu indah di sekitar Pantai Panjang. Masyaa Allah... Lukisan yang kuasa.


Wassalamu'alaikum