Tuesday, 24 January 2017

Lampung-Bengkulu Trip Day 3

Assalamu'alaikum

Hari ketiga saya di Bengkulu, saya mulai menjelajahi wisata yang ada di provinsi ini. Karena kami baru tiba di Bengkulu dini hari, jadi perjalanan hari ini dimulai pukul 10.00 pagi. Kemana tujuan kita kali ini? Tujuan pertama kita adalah menuju Kota Curup. Pada sudah tahu Bunga Rafflesia Arnoldi kan ya? Jadi Kota Curup ini merupakan 'rumah'nya Bunga Rafflesia Arnoldi yang terkenal itu. Untuk bisa mencapai Kota Curup ternyata jaraknya cukup jauh dari pusat kota Bengkulu, sekitar 80 km, dan menghabiskan waktu kurang lebih dua jam. Topografinya sendiri berada di atas pegunungan Bukit Barisan dengan ketinggian 100-1.000 meter di atas permukaan laut. Sehingga tidak heran kalau di sini kita akan menikmati suhu dingin, mencapai 18 derajat celcius di pagi hari. 

Oia, ada sedikit kekecewaan di sini. Sayang sekali kami tak menjumpai bunga yang sangat fenomenal itu karena kami tidak mengetahui lokasi pasti dari tumbuhnya Bunga Rafflesia Arnoldi. Info dari rombongan yang bisa melihat Bunga Rafflesia Arnoldi saat itu belum mekar, baru kuncup saja. Jadilah di Kota Curup ini kami hanya menikmati makan siang (menjelang sore) di Lesehan Pancur yang menyajikan makanan sunda. Lesehan Pancur tepat berada di pintu masuk menuju Suban Air Panas. Tempatnya sangat enak dan nyaman. Banyak sekali pondok-pondok untuk kita lesehan dan ada juga yang bentuknya ruangan. Kita tinggal memilih saja mana yang cocok. Mohon maaf sekali makanan yang kami pesan tidak terdokumentasikan dikarenakan kami sudah sangat lapar. Haha... Baru ingat ketika ditengah menyantap makanannya. Kurang lebih yang kami pesan adalah 2 porsi sate kambing, ayam goreng satu ekor, tahu tempe 4 porsi, dan sayur kangkung. Untuk menu itu semua kurang lebih kami menghabiskan Rp 250.000 untuk makan berempat. Hmm, bagaimana menurut kalian? Masih terjangkau atau mahal ya untuk daerah seperti ini?





Setelah selesai makan, kami mencoba menuruti rasa penasaran ini untuk sedikit melihat objek wisata Suban Air Panas. Ternyata biasa saja. Setelah pintu masuk, hanya ada loket pembayaran, harganya Rp 10.000. Dan kalau mau lebih effort lagi untuk sampai ke atas kita akan menjumpai air terjun lho. Wahhh... Sayang sekali kita kurang dapat info kalau ada air terjun di daerah ini. Karena suami saya pasti akan mengusahakan untuk ke sana kalau sejak awal kami tahu ada air terjun di atas sana. Karena hari sudah sangat sore, maka kami tidak ada waktu untuk bisa bermain air di area tersebut, apalagi berjalan menuju air terjun di atas sana. Saya sendiri kurang tertarik untuk berendam air panas di sana. Tempatnya kurang alami karena sudah direnovasi secara modern. Jadi kami langsung kembali ke mobil dan melanjutkan perjalanan kembali ke hotel.





My Outfit:
Marjorie Scarf (floral white) by KIVITZ
Hazel Top (broken white) by KIVITZ
Kate Skirt (beige) by KIVITZ
Bag by Michael Kors

Wassalamu'alaikum

2 comments:

  1. sayang banget kaq ya,,tak jumpa bunga raflesianya,,,
    bulan lalu bunganya ada yg tumbuh di daerahku lho kaq,,,
    bagus banget,,,
    Terimakasih untuk artikel yang sangat bermanfaat ini, kami bertambah pengetahuan setelah membaca artikel ini, para pembicara internet marketing selalu menyarankan untuk kita terus menulis artikel bermanfaat seperti ini, salam dari mutiara untuk membawa kesuksesan pearl wholesale Indonesia dan sukses selalu untuk Anda.

    ReplyDelete