Tuesday, 4 June 2013

MUSE 101 Talkshow: Photography on Branding

Assalamu'alaikum

Beberapa waktu yang lalu, Muse 101 mengadakan event Muse Market Festival yang berlangsung dari tanggal 16-19 Mei 2013. Ada yang berbeda dari event kali ini, biasanya suami saya yang sering menemani saya ketika saya mengisi acara di suatu event, tapi di hari terakhir Muse Market Festival ini giliran suami saya yang mengisi acara dan saya menemaninya. Temanya mengenai Photography for Branding. 

MC - Diera Bachir - Lina Roslina - Mulky Aulia

Karena temanya adalah fotografi branding, maka yang diundang adalah para praktisi fotografi yang biasa mengambil gambar untuk kebutuhan branding. Dalam pembahasan talkshow ini, contoh yang diambil lebih banyak tentang branding fashion. Selain suami saya, ada Diera Bachir yang merupakan fotografer profesional yang sudah pernah mengerjakan foto fashion hijab seperti Dewi Sandra sampai brand Jenahara. Berikutnya ada Lina Roslina yang juga salah satu pemilik brand Monel, sama seperti suami saya biasanya dialah orang yang mengerjakan foto-foto fashion Monel. 

Sebenarnya suami saya bukanlah orang yang menekuni fotografi sejak lama. Dia baru senang fotografi sejak menikah dan sama-sama mendirikan KIVITZ. Fotografi adalah alat untuk kebutuhan branding (terutama fashion) yang paling efektif. Saat ini foto fashion tak hanya untuk katalog dan menjual koleksi saja, tapi bagaimana agar foto juga mampu berbicara value dan lifestyle. oleh karena itu, sebelum mengambil gambar penting bagi seorang fotografer untuk tahu konsep yang ingin di angkat brand tersebut. Apakah ingin menangkat nilai modernitas, religius, keceriaan, vintage, tradisional, dan lain sebagainya.

Contohnya, KIVITZ memiliki konsep branding "Syar'i & Stylish", jadi setiap foto yang diambil harus mengangkat konsep ini. Secara prinsip, foto KIVITZ tidak boleh menonjolkan pose atau ekspresi sensual atau berlebihan, setiap foto yang diambil harus diesesuaikan dengan prinsip tersebut. Secara konsep rancangan, koleksi KIVITZ identik dengan warna-warni bold, dan bergaya elegan dan feminin. Maka tugas fotogafer-lah yang semakin menguatkan warna-warni bold tersebut agar makin terlihat kontras, termasuk menyesuaikan dengan setting background/lokasi foto agar berkesan elegan dan feminin sesuai konsep. Begitulah, sejatinya fotografer adalah penerjemah antara konsep branding ke dalam visual.    


Satu hal yang suami saya tekankan, jangan pernah tergantung pada teknologi. Percaya atau tidak, suami saya masih mengambil foto dengan kamera pemula, Eos 600D atau iphone 5. Tapi tetap, hasil yang baik harus bisa dicapai. Angle (sudut pandangan), ketajaman dan warna juga adalah hal yang harus diperhatikan. Termasuk juga menguasai teknik dasar foto, seperti tangan tidak gemetar ketika mengambil foto atau objek jangan membelakangi cahaya, dan lain-lain.  

Fotografi memang menyenangkan, makanya suami saya suka bawa kamera kemana-mana.. hehe. Berikut adalah hasil foto suami saya setelah acara talkshow selesai. Kita bisa memanfaatkan sumber cahaya dalam mall, tembok, atau dekorasi untuk jadi background yang bagus.







My Outfit:
Cala Scarf (Black) by KIVITZ
Zeina Shirt (Black) by KIVITZ
Naura Plain Dress (Pink) by KIVITZ

Wassalamu'alaikum

7 comments:

  1. kok Juni mbaa...maksudnya Mei yah?

    ReplyDelete
  2. Harganya berapa sis Naura Dress'y ?? mau dunk...

    ReplyDelete
  3. Maksudnya "zeina shirt" ya kak fit? CMIIW :D
    Love your style as always :)

    ReplyDelete
  4. suka banget sama Naura Pink Dress nya kakak :)

    Love
    http://rifamarwah.blogspot.com/

    ReplyDelete